BAGAIMANAKAN PEMBELAJARAN YANG BAIK
Pembelajaran dikatakan baik apabila seluruh
faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Faktor- faktor yang mempengaruhi pembelajaran tersebut antara lain guru, model,
metode, sarana dan prasarana. Keberhasilan belajar matematika siswa tidak
terlepas dari kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Kualitas
pengajaran yang dilakukan pengajaran yang dimaksud adalah efektif tidaknya
proses pembelajaran. Proses pembelajaran dikatakan efektif apabila siswa
terlibat secara aktif menemukan dan membangun serta mengembangkan sendiri
pengetahuan yang dimilikinya. Dengan kata lain siswa secara aktif dilibatkan
dalam mengorganisasikan dan menemukan sendiri hubungan informasi yang diperoleh.
Pembelajaran Matematika hendaknya dimulai
dengan pengenalan masalah atau mengajukan masalah riil atau nyata, yaitu
pembelajaran yang mengaitkan dengan kehidupan
sehari-hari siswa, kemudian siswa secara bertahap dibimbing untuk menguasai
konsep Matematika dengan melibatkan peran aktif siswa dalam proses
pembelajaran. Ketika siswa belajar matematika, maka yang dipelajari adalah
penerapan matematika yang dekat dengan kehidupan siswa. Situasi pembelajaran
sebaiknya dapat menyajikan fenomena dunia nyata, masalah yang autentik dan
bermakna, dapat menantang siswa untuk memecahkannya. Guru harus dapat membuka
wawasan berpikir yang beragam dari seluruh siswa, sehingga dapat mempelajari
berbagai konsep dan cara mengaitkannya dalam kehidupan nyata. Guru yang baik
dan bijaksana mampu menggunakan model pembelajaran yang berkaitan dengan cara
memecahkan masalah (problem solving). Salah satu model pembelajaran
yang diterapkan adalah pengajaran berdasarkan masalah atau Problem Based Learning (PBL).
Menurut Tan(dalam
Rusman, 2012, pp.229) Model PBL (Problem
Based Learning) merupakan inovasi dalam pembelajaran
karena dalam PBL kemampuan berpikir
siswa betul-betul dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau tim yang
sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan
mengembangkan kemampuan berfikirnya secara berkesinambungan. Beberapa masalah
dalam dunia nyata yaitu tentang pengukuran seperti menghitung luas rumah,
menghitung jumlah teman, tinggi badan, berat badan, pecahan, operasi bilangan,
dan penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari.
Pokok bahasan luas bidang merupakan suatu materi yang sangat dekat
dengan kehidupan nyata. Banyak peristiwa yang kita jumpai sehari-hari
menggunakan pengukuran luas bidang. Sebagai contoh, menghitung suatu ruangan,
halaman, dan lain-lain merupakan penerapan dari luas bidang. Dengan demikian,
materi luas bidang sesuai apabila dalam penyampaiannya menggunakan model Problem
Based Learning (PBL).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar