Sabtu, 04 Juni 2022

Pembelajaran Matematika Model PBL (Problem Based learning) Pada Mata Pelajaran Matematika

 

PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PBL (PROBLEM BASED LEARNING) PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA


Setiap Manusia dalam kehidupannya tentu melakukan Kegiatan belajar.  Kegiatan Belajar dapat dilakukan dimana saja tidak harus sekolah sebagai lembaga formal, melainkan bisa juga bersifat informal. Belajar merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan setiap orang secara maksimal, untuk dapat menguasai atau memperoleh sesuatu. 

Belajar dapat didefinisikan Winkel (dalam Suprihatiningrum, 2013, pp. 15) sebagai suatu aktivitas mental/psikis, yang  berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pengetahuan, keterampilan-keterampilan dan nilai sikap. Kunci keberhasilan belajar berada pada dalam diri individu. Semakin kuat keinginan untuk belajar, maka keberhasilan belajar akan tercapai. Di dalam interaksi belajar, individu pasti mengalami kesukaran. Kesukaran tersebut merupakan sebagai akibat kurangnya belajar. Hasil belajar selalu sesuai dengan proses belajar yang dialami oleh seorang individu.

Hasil belajar sendiri didefinisikan (Sudjana, 2011, pp. 22)  sebagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar tiap individu berbeda-beda, tergantung kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Hasil belajar dapat dinilai salah satunya yakni dengan cara tes dan bukan tes. Bentuk penilaian tes yaitu tes uraian dan tes objektif. Sedangkan bukan tes yaitu dengan alat kuesioner dan wawancara, skala (skala penilaian, skala sikap, skala minat), observasi atau pengamatan, studi kasus, sosiometri. Perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar, sangat tergantung dari pendekatan pembelajaran yang digunakan guru. Agar siswa mencapai hasil belajar sesuai yang diharapkan, guru dituntut untuk menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan, dan menggunakan metode pembelajaran.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menghendaki situasi belajar yang alamiah, yaitu siswa belajar dengan sungguh- sungguh dengan cara mengalami dan menemukan sendiri pengalaman belajarnya. Berbagai mata pelajaran yang harus ditempuh siswa Sekolah Dasar untuk dapat menguasai kompetensi hingga mencapai standar kompetensi kelulusan. Salah satu pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa adalah mata pelajaran Matematika. Matematika bagi siswa Sekolah Dasar berguna untuk kehidupan sehari-hari di lingkungannya, untuk mengembangkan pola pikirnya, dan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang kemudian. Kegunaan atau manfaat matematika bagi para siswa Sekolah Dasar adalah sesuatu yang jelas dan tidak perlu dipersoalkan lagi, lebih-lebih pada era pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Namun, pelajaran Matematika ini mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi bagi peserta didik. Banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik, namun hasilnya juga kurang maksimal.

Oleh karena itu, penguasaan terhadap matematika mutlak diperlukan dan konsep- konsep matematika harus benar-benar difahami sejak dini. Sepintas lalu konsep matematika yang diberikan kepada siswa SD sangatlah mudah dan sederhana, tetapi sebenarnya materi matematika SD memuat konsep-konsep mendasar dan penting serta tidak boleh dipandang sepele. Diperlukan kecermatan dalam menyajikan konsep-konsep tersebut agar siswa mampu memahami secara benar, sebab kesan dan pandangan yang diterima siswa terhadap suatu konsep di SD  akan terus dibawa pada masa-masa selanjutnya.

Pembelajaran sains diajarkan dengan menekankan pada proses memberi pengalaman kepada siswa dalam memadukan pengetahuan awal siswa dengan pengetahuan yang sesuai konsep ilmuwan. Pengetahuan awal siswa yang diperoleh dari pengalaman mengamati fenomena-fenomena di lingkungan tempat tinggal memberikan latar belakang dalam membangun pengetahuan awal siswa. Setiap siswa tentu mempunyai tafsiran yang berbeda terhadap pengalaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Ketika siswa berada dalam proses pembelajaran di kelas, guru memfasilitasi kegiatan pembelajaran agar terbentuk konsep baru yang sesuai dengan konsep ilmuwan.

Guru hendaknya merancang pembelajaran yang efektif dengan memperhatikan karakteristik materi pembelajaran yang diajarkan. Hal-hal yang perlu dipertimbangan guru dalam merancang pembelajaran dengan memilih pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran. Kesatuan yang utuh antara pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran akan terbentuk sebuah model pembelajaran. Model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang dikembangkan di Indonesia, para guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, sebagaimana yang disyaratkan dalam kurikulum nasional. Jika guru telah memahami karakteristik materi ajar dan siswa, pemilihan model pembelajaran diharapkan dapat mewujudkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

Kurikulum 2013 telah memberikan acuan dalam pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Model pembelajaran yang dimaksud meliputi : project based learning (PjBL), problem based learning (PBL), atau discovery learning. Pemilihan model pembelajaran diserahkan kepada guru dengan menyesuaikan dengan karakteristik materi ajar. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Pengalaman belajar siswa maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran berbasis proyek.

Makalah ini hanya akan membahas pembelajaran berbasis proyek (project based learning = PjBL) diantara banyak model pembelajaran yang lain.. Penerapan project based learning (PjBL) dalam pembelajaran sains dari hasil penelitian dapat meningkatkan hasil belajar kognitif (Baran dan Maskan, 2010), membentuk sikap dan prilaku peduli terhadap lingkungan (Kılınç, 2010;



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Silahkah di download file higgsdomino  Link download 64 bit https://www.mediafire.com/file/ncws8zo286b86mg/Higgs+Games+Island_64bit_2.49.zi...