Tampilkan postingan dengan label DASAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DASAR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2022

ILMU SOSIAL DASAR - ELITE DAN MASA

 

Tugas Ilmu Sosial Dasar

ELITE DAN MASSA

PEMBAHASAN

A.    Elite

1.      Pengertian Elite

Dalam pengertian yang  umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti khusus elite dapat diartikan sebagai sekelompok orang terkemuka  di bidang-bidang tertentu dan khusunya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Sedangkan dalam arti umumnya, elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai social.

 

2.      Fungsi Elite

Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen maupun homogeny selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan  yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap peranan yang dilancarkan dalam masa kini serta andilnya dalam  meletakkan dasar-dasar  kehidupan yang akan datang.[1]

Golongan minoritas yang berada pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi social dikenal dengan elite.

Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :

a.    Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

b.    Factor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yang bersifat fisik maupun pshikis, material maupun immaterial, merupakan hariditer maupun pencapaian.

c.    Dalam hal tangung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.

d.   Ciri-ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal diatas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.[2]

 

Tujuan yang akan dicapai harus terikat serta merupakan tujuan bersama kepandaian dalam menyesuaikan diri terutama bagi elite baru dapat membantunya secara efektif dalam mengarahkan masyarakatnya untuk mencapai tujuan tersebut.

Berhubungan dengan fungsi  yang harus dijalankan oleh elite dalam  memegang pimpinan, mereka harus dapat mengatur strategi yang tepat. Dalam hal ini, kita dapat  membedakan elite pemegang strategi secara garis besar, yaitu :

a.    Elite politik ( yang berkuasa dalam mencapai suatu tujuan biasa disebut sebagai elite dari segala elite )

b.    Elite ekonomi, militer, diplomatic, dan cendikiawan ( yang berjuasa pada masing-masing bisang tersebut )

c.    Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka agama.

d.   Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis buku ( novelis, komikus ), tokoh film, dan sebagainya.

Elite dari segala elite haruslah dapat menjalankan fungsinya dengan mengajak para  elite pemegang strategi dimasing-masing bidang untuk menjalin kerja sama yang  baik. Adanya perbedaan dalam masyarakat tersebut  seluruhnya merupakan tanggung jawab para elite tersebut  untuk dapat bekerja sama  antara satu sama lain didalam tiap lembaga kehidupan masyarakat.

Di dalam suatu masyarakat, mungkin tindak-tanduk  elite merupakan contoh, dan sangat mungkin seorang elite diharapkan dapat melakukan segala fungsi yang multi dimensi walaupun kadang sulit untuk dilaksanakan.[3]

 

 

B.     Massa

1.      Pengertian Massa

         Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal  menyerupai crowd, tapi yang secara  fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.

         Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, merela yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperan serta dalam suatu mikrasi dalam arti luas.

2.      Hal-hal yang penting dalam massa

         Terhadap beberapa hal yang penting sebagai ciri-ciri yang membedakan didalam massa:

a.       Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbgai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa misalnya, orang-orang yang sedang mengikuti suatu proses peradilan tentang pembunuhan, misalnya melalui pers.

b.      Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.

c.       Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya. Secara fisik mereka biasanya terpisah satu sama lain serta anonym, tidak mempunyai kesempatan untuk menggerombol seperti yang biasa dilakukan oleh crowd.

d.      Very loosely organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan seperti halnya crowd.

3.      Peranan Individu-individu di dalam massa

         Penting sekali kenyataan bahwa massa adalah terdiri dari individu-individu yang menyebar secara luas diberbagai kelompok-kelompok dan kebudayaan-kebudayaan setempat. Itu berarti bahwa object of interes yang menarik perhatian dari mereka yang membentuk massa adalah sesuatu yang terletak diluar kebudayaan dan kelompok-kelompok setempat, dan oleh karena itu obyek tadi tidak dibatasi atau diterangkan dalam istilah-istilah understanding atau tertib-tertib setempat.

          Obyek yang massa interes dibayangkan sebgai penarikan perhatian orang-orang dari kebudayaan dan lingkungan hidup setempat mereka dan mengalihkannya kepada semesta yang lebih luas ke arah yang tidak dibatasi atau dilingkupi oleh tertib, peraturan-peraturan atau harapan-harapan dalam pengertian yang demikian ini massa bisa dipandang sebagai tersusun oleh individu-individu yang terlepas serta terpisah, yang menghadapi onyek-obyek atau area penghidupan yang menarik perhatian, tapi yang juga membingungkan dan sulit untuk dimegerti dan diatur.

          Sebagai konsekuensi, sebelum obyek-obyek tadi, anggota-anggota daripada tindakan-tindakannya. Lebih lanjut, mereka berada dalam situsi tidak mampu berkomunikasi satu sama lain kecuali dalam cra-cara terbatas dan tidak sempurna. Anggota-anggota dari massa dipaksa bertindak secara terpisah sebagai individu-individu.

4.      Mayarakat dan Massa

         Dari karakterisai yang singkat ini bisa dilihat bahwa massa merupakan gambaran kosong dari suatu masyarakat atau persekutuan. Ia tidak mempunyai organisasi social, tidak ada lembaga kebiasaan, dan tradisi, tidak memiliki serangkaian aturan-aturan atau ritual, tidak terdapat sentiment-sentimen kelompok yang terorganisir, tidak ada struktur status peranan, serta tidak mempunyai kepemimpinan yang mantap.

         Ia semata-mata terdiri dari suatu himpunan individu-individi yang terpisah, terlepas , anonym dan dengan begitu homogen sepanjang perilaku massa dilibatkan. Lebih lanjut ia bisa dilihat, bahwa perilaku massa hanya orang karena ia tidak diciptakan melalui aturan atau harapan yang pristabilishet, maka ia merupakan sesuatu yang spontan, orisinil serta elementer.

         Dalam hal ini massa banayak kemiripannya dengan crowd. Dalam hal yang lain, terdapat suatu perbedaan yang penting. Telah disebutkan bahwa massa tidak menggerombol atau berinteraksi sebaagi dilakukan crowd. Melainkan individu-individu yang terpisahkan satu dari yang lain dan tidak kenal satu samalain.

         Kenyataan ini berarti bahwa individu di dalam massa, lebih cenderung bertindak artas kesadaran diri yang tiba-tiba daripada kesadaran diri yang sudah digariskan. Ia cenderung bertindak atau merespon obyek-obyek yang menarik perhatian atas dasar implus-implus yang dibangkitkan olehnya daripada merespon sugesti-sugesti atau stimulasi yang ditimbulkan berdasarkan suatu hubungan yang erat.

 

5.      Hakikat dan perilaku Massa

         Secara paradoksial, bentuk perilaku massa terletak pada garis aktifitas individual dan bukan pada tindakan bersama. Aktifitas-aktifitas individual ini terutama berada dalam bentuk-bentuk seleksi, seperti,  obat gigi baru, buku-buku , permainan,  landasan partai, new fashion,  filsafat, dan lain sebagainya.

 

6.      Peran Elita terhadap Massa

         Elite sebagai minoritas yang memiliki kualifikasi tertentu yang eksistensinya sebagai kelompok penentu dan berperan dalam masyarakat diakui secara legal oleh masyarakat pendukungnya.

 Fungsi social elit sebagai berikut:

1)   Elite penentu dapat dilihat dari sebagai suatu lembaga kolektif  yang merupakan pencerminan kehendak-kehendak masyarakatnya.

2)   Sebagai lembaga politik, elite penentu mempunyai peranan memajukan kehidupan masyarakatnhya  dengan memberikan kerangkan  pemikiran konsepsional sehingga massa dapat dengan tepat menanggapi permasalahan yang dihadapinya.[4]

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Drs.Ahmadi Abu,2009.Ilmu Sosial Dasar,Elite dan Massa,PT RINEKA CIPTA,hlm.209

  Ibid,hlm.138

Keller Suzana,Penguasa dan Kelompok Elite,Rajawali,Jakarta,1984,hlm.3

Ibid,hlm.213-217

 

 

 

 



[1] Drs.Abu Ahmadi,2009.Ilmu Sosial Dasar,Elite dan Massa,PT RINEKA CIPTA,hlm.209

[2] Ibid,hlm.138

[3] Suzana Keller,Penguasa dan Kelompok Elite,Rajawali,Jakarta,1984,hlm.3

[4] Ibid,hlm.213-217

Jumat, 10 Juni 2022

KONSEP DASAR DARI BESARAN

 

BAB I

PENDAHULAN

A.    Latar Belakang

Tanpa kita sadari setiap hari kita menggunakan alat ukur sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan maupun mempermudah aktivitas kita. Alat ukur yang di gunakan dalam  kehidupan sehari-hari yang sering kita temui adalah alat ukur dari besaran pokok. Berbagai macam alat ukur dari besaran pokok inilah yang mempermudah kita mengetahui beberapa hasil dari pengukuran yang didapat. Namun yang sering kita temui dan kita gunakan, dari 7 besaran pokok yang ditetapkan dalam satuan internasioanal berupa panjang, suhu, massa, waktu, intensitas cahaya, dan jumlah zat.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian Besaran?

2.      Apa pengertian Satuan?

3.      Apa pengertian Pengukuran?

C.    Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui pengertian Besaran

2.      Untuk mengetahui pengertian Satuan

3.      Untuk mengetahui pengertian Pengukuran

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian Besaran

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, serta dapat dinyatakan dengan angka dan memiliki satuan. Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu:

1.      Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran. Karena diperoleh dari pengukuran maka harus ada alat ukurnya. Sebagai contoh adalah massa. Massa merupakan besara   n fisika karena massa dapat diukur dengan menggunakan neraca.

2.      Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan. Dalam hal ini tidak diperlukan alat ukur tetapi alat hitung sebagai misal kalkulator. Contoh besaran non fisika adalah Jumlah.

Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

a)      Besaran Pokok adalah besaran yang ditentukan lebih dulu berdasarkan kesepatan para ahli fisika. Besaran pokok yang paling umum ada 7 macam. Selain itu, terdapat dua besaran tambahan yang tidak memiliki dimensi, yakni sudut datar dan sudut ruang (tiga dimensi).

Besaran

Satuan

Lambang Satuan

Panjang

Meter

m

Massa

Kilogram

kg

Waktu

Sekon

s

Suhu

Kelvin

K

Kuat Arus

Ampere

A

Intensitas Cahaya

Candela

cd

Jumlah Zat

Mol

mol

*tabel besaran pokok

Besaran Tambahan

Satuan

Lambang Satuan

Sudut Datar

Radian

rad

Sudut Ruang

Steradian

sr

tabel besaran tambahan

b)      besaran turunan

besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Besaran ini ada banyak macamnya.

Besaran Turunan

Nama Satuan

Lambang Satuan

Kecepatan

meter/sekon

m/s

Massa jenis

kilogram/meter3

kg/m3

Luas

meter2

m2

Volume

meter3

m3

Gaya

newton

N

energi

Newton.meter = joule

N.m = j

*tabel besaran turunan dan satuannya

Selain itu, berdasarkan ada tidaknya arah, besaran juga dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran skalar dan besaran vector.

1.      Besaran skalar yaitu  besaran  yang  mempunyai  besar  dan  satuan  saja  tanpa memiliki arah. Contoh : pangjang, massa, waktu

2.      Besaran vektor yaitu  besaran  yang  memiliki  besar  (nilai),  satuan  dan  arah. 
Contoh : kecepatan, gaya, perpindahan,dll. 

B.     Pengertian Satuan

Satuan  adalah  suatu  pembanding  dalam  pengukuran atau membandingkan besaran dengan yang lain yang dipakai oleh patokan. Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran. Adanya berbagai macam satuan untuk besaran yang sama akan menimbulkan kesulitan. Kalian harus melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu untuk memecahkan persoalan yang ada. Dengan adanya kesulitan tersebut, para ahli sepakat untuk menggunakan satu sistem satuan, yaitu menggunakan satuan standar Sistem Internasional, disebut Systeme Internationale d’Unites (SI).

Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. Satuan ini dibuat untuk menghindari kesalahpahaman yang timbul dalam bidang ilmiah karena adanya perbedaan satuan yang digunakan. Pada awalnya, Sistem Internasional disebut sebagai Metre – Kilogram – Second (MKS). Selanjutnya pada Konferensi Berat dan Pengukuran Tahun 1948, tiga satuan yaitu newton (N), joule (J), dan watt (W) ditambahkan ke dalam SI. Akan tetapi, pada tahun 1960, tujuh Satuan Internasional dari besaran pokok telah ditetapkan yaitu meter, kilogram, sekon, ampere, kelvin, mol, dan kandela.

Sistem MKS menggantikan sistem metrik, yaitu suatu sistem satuan desimal yang mengacu pada meter, gram yang didefinisikan sebagai massa satu sentimeter kubik air, dan detik. Sistem itu juga disebut sistem Centimeter – Gram – Second (CGS).

Satuan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu satuan tidak baku dan satuan baku. Standar satuan tidak baku tidak sama di setiap tempat, misalnya jengkal dan hasta. Sementara itu, standar satuan baku telah ditetapkan sama di setiap tempat.

No

Besaran

MKS

CGS

1

Panjang

m

Cm

2

Massa

kg

gram, ons, pounds

3

Waktu

detik

menit, jam, hari

4

Gaya

newton

Dyne

5

Energi

joule

kalori, erg

6

Suhu

kelvin

Celcius, Fahrenheit, Reamur

Sistem Satuan Internasional (SI) : Sistem satuan yang berlaku secara internasional (mendunia). Sistem Satuan Internasional (SI) di bagi menjadi dua, yaitu:

a)      Sistem MKS : (Meter, kilogram, sekon, atau detik).

b)      Sistem CGS : (Sentimeter, gram, sekon, atau detik).

 

C.    Pengertian Pengukuran

Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam seperti gerak, kalor, cahaya, bunyi , listrik, dan magnet. Proses pengamatan gejala alam tersebut bermula dari pengamatan yang dilakukan oleh indera kita. Akan tetapi pengamatan tersebut harus disertai dengan data kuantitatif yang dapat diperoleh dari hasil pengukuran.

Pada proses pengukuran, alat ukur merupakan bagian terpenting dari sebuah pengamatan. Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari sesungguhnya kita tidak pernah luput dari kegiatan pengukuran. Kita membeli minyak goreng, gula, beras, daging, mengukur tinggi badan, menimbang berat, mengukur suhu tubuh merupakan bentuk aktivitas pengukuran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengukuran merupakan bagian dari kehidupan manusia. Melalui hasil pengukuran kita bisa membedakan antara satu dengan yang lainnya. Pengukuran agar memberikan hasil yang baik maka haruslah menggunakan alat ukur yang memenuhi syarat.

Suatu alat ukur dikatakan baik bila memenuhi syarat yaitu valid (sahih)danreliable (dipercaya). Disamping ke dua syarat di atas, ketelitian alat ukur juga harus diperhatikan. Semakin teliti alat ukur yang digunakan, maka semakin baik kualitas alat ukur tersebut.

Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan suatu besaran dengan suatu besaran yang sudah distandar. Pengukuran panjang dilakukan dengan menggunakan mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Pengukuran berat menggunakan neraca dengan berbagai ketelitian, mengukur kuat arus listrik menggunakan ampermeter, mengukur waktu dengan stopwatch, mengukur suhu dengan termometer, dan lain sebagainya. Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca, amper meter, termometer merupakan alat ukur yang sudah distandar. Penggunaan alat ukur yang sudah distandar, maka siapapun yang melakukan pengukuran, dimanapun pengukuran itu dilakukan, dan kapanpun pengukuran itu dilaksanakan akan memberikan hasil yang relatif sama.

1.      Instrumen Pengukuran

Instumen pengukuran adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Hasil akhir dari proses pengukuran sangat tergantung pada kemampuan alat ukur yang digunakan. Kemampuan alat ukur dapat diketahui dari berbagai kriteria yang ditetapkan, diantaranya adalah:

a.       accuracy, adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil ukur yang mendekati hasil sebenarnya.

b.      Presisi, adalah kemampuan alat ukur untuk memberikan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama.

c.       Sensitivitas, adalah tingkat kepekaan alat ukur terhadap perubahan besaraan yang akan diukur.

d.      Kesalahan ( error ), adalah penyimpangan hasil ukur terhadap nilai yang sebenarnya

Idealnya sebuah alat ukur memiliki accuracy, presisi dan sensitivitasyang baik sehingga tingkat kesalahannya relatif kecil dan data yang dihasilkan akan akurat.

2.      Pengukuran Besaran Pokok

a.       Pengukuran Besaran Panjang

Pengukuran besaran panjang bisa dilakukan dengan menggunakan mistar, jangka sorong, atau mikrometer sekrup. Alat ukur tersebut memiliki nilai ketelitian yang berbeda-beda. Nilai ketelitian adalah nilai terkecil yang masih dapat diukur.

1)      Mistar

Mistar merupakan alat ukur panjang yang paling sederhana dan sudah lumrah dikenal orang. Ada dua jenis mistar yang sering digunakan, yaitu stik meter dan mistar metrik. Stik meter memiliki panjang 1 meter dan memiliki skala desimeter, sentimeter, dan milimeter. Mistar metrik memiliki panjang 30 sentimeter. Mistar memiliki skala pengukuran terkecil 1 milimeter, sesuai dengan jarak garis terkecil antara dua garis yang saling berdekatan. Ketelitiannya adalah 0,5 milimeter, atau setengah dari skala terkecil.

*gambar mistar

 

 

Ketika kita akan mengukur panjang suatu objek dengan menggunakan sebuah mistar kita letakan ujung mistar yang menunjukan nilai nol ke ujung objek yang akan diukur, kemudian baca panjang skala yang terdekat dengan ujung objek yang diukur tersebut. Angka tersebut menunjukan panjang objek yang kita ukur Untuk pengukuran dengan menggunakan mistar atau penggaris, kita harus membaca skala pada alat secara benar, yaitu posisi mata tepat di atas tanda yang akan dibaca. Posisi yang salah akan menyebabkan kesalahan baca atau kesalahan paralaks.

2)      Meteran lipat (pita pengukur)

a)      Digunakan untuk megukur suatu obyek yang tidak bisa dilakukan dengan mistar, misalnya karena ukurannya terlalu panjang atau bentuknya tidak lurus.

b)      Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 1 mm.

3)      Jangka sorong

a)      Digunakan untuk mengetahui panjang bagian luar maupun bagian benda dengan sangat akurat / teliti

b)      Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,1 mm

Jangka sorong seperti pada gambar di atas adalah jangka sorong yang skalanya mudah dibaca. Tetapi jangka sorong yang ada di laboratorium sekolah mempunyai cara pembacaan skala yang berbeda, dimana ada skala utama dan skala vernier/nonius.

Cara membaca skala:

Hasil pembacaan =  4,74 cm atau 47,4 mm

4)      Mikrometer Sekrup

a)      Digunakan untuk mengetahui ukuran panjang yang sangat kecil

b)      Mempunyai tingkat ketelitian sampai dengan 0,01 mm

 

 

b.      Alat Ukur Massa

Neraca  yang digunakan di laboratorium fisika pada umumnya berbeda neraca yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh neraca berbagai bentuk.

Dan di bawah ini adalah contoh neraca yang sering ditemukan di laboratarium

Ada empat macam prinsip kerja neraca, yaitu:

1.      Prinsip kesetimbangan gaya gravitasi, contoh neraca sama lenga

2.      Prinsip kesetimbangan momen gaya, contoh neraca dacin

3.      Prinsip kesetimbangan gaya elastis, contoh neraca pegas untuk menimbang bahan-bahan ku

4.      Prinsip inersia (kelembaman), contoh neraca inersia

 

c.       Alat Ukur Waktu

Sebenarnya ada banyak alat ukur waktu yang tersedia, seperti jam tangan, jam dinding, jam bandul dan sebagainya. Namun yang sering digunakan di laboratorium adalah stopwatch.

Ada banyak jenis stopwatch dengan berbagai ketelitian, mulai dari 1 detik, 1/10 detik, sampai 1/100 detik. Ada juga stopwatch digital dengan ketelitian yang sangat tinggi, misalnya fasilitas stopwatch di handphone.

d.      Alat Ukur Suhu (temperatur)

Alat ukur suhu adalah termometer, dan ada banyak jenis termomter. Dilihat dari jenis skala ada tiga macam termomometer, yaitu Celcius, Fahrenheit, dan Reamur. Ditinjau dari bahan termometrik yang digunakan juga ada tiga jenis termometer, yaitu termometer gas, zat cair, dan zat padat (termokopel dan hambatan platina).

e.       Alat Ukur Massa jenis

Massa jenis termasuk besaran turunan yaitu sama dengan massa dibagai volume benda. Oleh karena itu, untuk menentukan massa jenis sebuah benda kita perlu dua alat ukur, yaitu  alat ukur massa (neraca) dan alat ukur volume (penggaris untuk benda yang teratur bentuknya atau gelas ukur).

Cara lain untuk mengukur volume benda adalah dengan memasukkan benda langsung ke dalam gelas ukur.

 

 

 

 

Contoh:

Mula-mula air pada gelas ukur menunjuk skala pada 12,4 ml. Setelah sebuah benda dimasukkan pada gelas ukur, air menunjuk pada skala 20,2 ml. Jadi volume benda tersebut adalah 20,2 ml – 12,4 ml  atau 7,8 ml

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur, serta dapat dinyatakan dengan angka dan memiliki satuan. Besaran berdasarkan cara memperolehnya dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu:

1.      Besaran Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari pengukuran.

2.      Besaran non Fisika yaitu besaran yang diperoleh dari penghitungan..

Besaran Fisika sendiri dibagi menjadi 2, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Satuan  adalah  suatu  pembanding  dalam  pengukuran atau membandingkan besaran dengan yang lain yang dipakai oleh patokan. Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran.

Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan suatu besaran dengan suatu besaran yang sudah distandar. Pengukuran panjang dilakukan dengan menggunakan mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Pengukuran berat menggunakan neraca dengan berbagai ketelitian, mengukur kuat arus listrik menggunakan ampermeter, mengukur waktu dengan stopwatch, mengukur suhu dengan termometer, dan lain sebagainya.

B.     Saran

Semoga setelah membaca makalah ini para pembaca lebih memahami lagi apa itu besaran, satuan, dan pengukuran. Dan makalah ini masih jauh dari kata sempurna untuk itu kami meminta kritik dan saran nya yang bersifat relevan.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Depdiknas. (2005). Ilmu Pengetahuan Alam-Fisika. Jakarta: Dirjen Dikdasmen

Slamet, A., dkk. (2008). Praktikum IPA. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.

Soejoto dan Sustini, E. (1993). Petunjuk Praktikum Fisika Dasar. Dirjen Dikti

Depdiknas.

Tim Seqip. (2003). Buku IPA Guru Kelas VI. Dirjen Dikdasmen Depdiknas, Jakarta

 Silahkah di download file higgsdomino  Link download 64 bit https://www.mediafire.com/file/ncws8zo286b86mg/Higgs+Games+Island_64bit_2.49.zi...