Jumat, 17 Juni 2022

ILMU SOSIAL DASAR - ELITE DAN MASA

 

Tugas Ilmu Sosial Dasar

ELITE DAN MASSA

PEMBAHASAN

A.    Elite

1.      Pengertian Elite

Dalam pengertian yang  umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti khusus elite dapat diartikan sebagai sekelompok orang terkemuka  di bidang-bidang tertentu dan khusunya golongan kecil yang memegang kekuasaan.

Sedangkan dalam arti umumnya, elite adalah suatu minoritas pribadi-pribadi yang diangkat untuk melayani suatu kolektivitas dengan cara yang bernilai social.

 

2.      Fungsi Elite

Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit, dalam kelompok heterogen maupun homogeny selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan  yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap peranan yang dilancarkan dalam masa kini serta andilnya dalam  meletakkan dasar-dasar  kehidupan yang akan datang.[1]

Golongan minoritas yang berada pada posisi atas yang secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi social dikenal dengan elite.

Golongan elite sebagai minoritas sering ditampakkan dengan beberapa bentuk penampilan antara lain :

a.    Elite menduduki posisi yang penting dan cenderung merupakan poros kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

b.    Factor utama yang menentukan kedudukan mereka adalah keunggulan dan keberhasilan yang dilandasi oleh kemampuan baik yang bersifat fisik maupun pshikis, material maupun immaterial, merupakan hariditer maupun pencapaian.

c.    Dalam hal tangung jawab, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar jika dibandingkan dengan masyarakat lain.

d.   Ciri-ciri lain yang merupakan konsekuensi logis dari ketiga hal diatas adalah imbalan yang lebih besar yang diperoleh atas pekerjaan dan usahanya.[2]

 

Tujuan yang akan dicapai harus terikat serta merupakan tujuan bersama kepandaian dalam menyesuaikan diri terutama bagi elite baru dapat membantunya secara efektif dalam mengarahkan masyarakatnya untuk mencapai tujuan tersebut.

Berhubungan dengan fungsi  yang harus dijalankan oleh elite dalam  memegang pimpinan, mereka harus dapat mengatur strategi yang tepat. Dalam hal ini, kita dapat  membedakan elite pemegang strategi secara garis besar, yaitu :

a.    Elite politik ( yang berkuasa dalam mencapai suatu tujuan biasa disebut sebagai elite dari segala elite )

b.    Elite ekonomi, militer, diplomatic, dan cendikiawan ( yang berjuasa pada masing-masing bisang tersebut )

c.    Elite agama, filsuf, pendidik, dan pemuka agama.

d.   Elite yang dapat memberikan kebutuhan psikologis, seperti : artis, penulis buku ( novelis, komikus ), tokoh film, dan sebagainya.

Elite dari segala elite haruslah dapat menjalankan fungsinya dengan mengajak para  elite pemegang strategi dimasing-masing bidang untuk menjalin kerja sama yang  baik. Adanya perbedaan dalam masyarakat tersebut  seluruhnya merupakan tanggung jawab para elite tersebut  untuk dapat bekerja sama  antara satu sama lain didalam tiap lembaga kehidupan masyarakat.

Di dalam suatu masyarakat, mungkin tindak-tanduk  elite merupakan contoh, dan sangat mungkin seorang elite diharapkan dapat melakukan segala fungsi yang multi dimensi walaupun kadang sulit untuk dilaksanakan.[3]

 

 

B.     Massa

1.      Pengertian Massa

         Istilah massa digunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal  menyerupai crowd, tapi yang secara  fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.

         Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, merela yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperan serta dalam suatu mikrasi dalam arti luas.

2.      Hal-hal yang penting dalam massa

         Terhadap beberapa hal yang penting sebagai ciri-ciri yang membedakan didalam massa:

a.       Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbgai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai massa misalnya, orang-orang yang sedang mengikuti suatu proses peradilan tentang pembunuhan, misalnya melalui pers.

b.      Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.

c.       Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya. Secara fisik mereka biasanya terpisah satu sama lain serta anonym, tidak mempunyai kesempatan untuk menggerombol seperti yang biasa dilakukan oleh crowd.

d.      Very loosely organized, serta tidak bisa bertindak secara bulat atau sebagai suatu kesatuan seperti halnya crowd.

3.      Peranan Individu-individu di dalam massa

         Penting sekali kenyataan bahwa massa adalah terdiri dari individu-individu yang menyebar secara luas diberbagai kelompok-kelompok dan kebudayaan-kebudayaan setempat. Itu berarti bahwa object of interes yang menarik perhatian dari mereka yang membentuk massa adalah sesuatu yang terletak diluar kebudayaan dan kelompok-kelompok setempat, dan oleh karena itu obyek tadi tidak dibatasi atau diterangkan dalam istilah-istilah understanding atau tertib-tertib setempat.

          Obyek yang massa interes dibayangkan sebgai penarikan perhatian orang-orang dari kebudayaan dan lingkungan hidup setempat mereka dan mengalihkannya kepada semesta yang lebih luas ke arah yang tidak dibatasi atau dilingkupi oleh tertib, peraturan-peraturan atau harapan-harapan dalam pengertian yang demikian ini massa bisa dipandang sebagai tersusun oleh individu-individu yang terlepas serta terpisah, yang menghadapi onyek-obyek atau area penghidupan yang menarik perhatian, tapi yang juga membingungkan dan sulit untuk dimegerti dan diatur.

          Sebagai konsekuensi, sebelum obyek-obyek tadi, anggota-anggota daripada tindakan-tindakannya. Lebih lanjut, mereka berada dalam situsi tidak mampu berkomunikasi satu sama lain kecuali dalam cra-cara terbatas dan tidak sempurna. Anggota-anggota dari massa dipaksa bertindak secara terpisah sebagai individu-individu.

4.      Mayarakat dan Massa

         Dari karakterisai yang singkat ini bisa dilihat bahwa massa merupakan gambaran kosong dari suatu masyarakat atau persekutuan. Ia tidak mempunyai organisasi social, tidak ada lembaga kebiasaan, dan tradisi, tidak memiliki serangkaian aturan-aturan atau ritual, tidak terdapat sentiment-sentimen kelompok yang terorganisir, tidak ada struktur status peranan, serta tidak mempunyai kepemimpinan yang mantap.

         Ia semata-mata terdiri dari suatu himpunan individu-individi yang terpisah, terlepas , anonym dan dengan begitu homogen sepanjang perilaku massa dilibatkan. Lebih lanjut ia bisa dilihat, bahwa perilaku massa hanya orang karena ia tidak diciptakan melalui aturan atau harapan yang pristabilishet, maka ia merupakan sesuatu yang spontan, orisinil serta elementer.

         Dalam hal ini massa banayak kemiripannya dengan crowd. Dalam hal yang lain, terdapat suatu perbedaan yang penting. Telah disebutkan bahwa massa tidak menggerombol atau berinteraksi sebaagi dilakukan crowd. Melainkan individu-individu yang terpisahkan satu dari yang lain dan tidak kenal satu samalain.

         Kenyataan ini berarti bahwa individu di dalam massa, lebih cenderung bertindak artas kesadaran diri yang tiba-tiba daripada kesadaran diri yang sudah digariskan. Ia cenderung bertindak atau merespon obyek-obyek yang menarik perhatian atas dasar implus-implus yang dibangkitkan olehnya daripada merespon sugesti-sugesti atau stimulasi yang ditimbulkan berdasarkan suatu hubungan yang erat.

 

5.      Hakikat dan perilaku Massa

         Secara paradoksial, bentuk perilaku massa terletak pada garis aktifitas individual dan bukan pada tindakan bersama. Aktifitas-aktifitas individual ini terutama berada dalam bentuk-bentuk seleksi, seperti,  obat gigi baru, buku-buku , permainan,  landasan partai, new fashion,  filsafat, dan lain sebagainya.

 

6.      Peran Elita terhadap Massa

         Elite sebagai minoritas yang memiliki kualifikasi tertentu yang eksistensinya sebagai kelompok penentu dan berperan dalam masyarakat diakui secara legal oleh masyarakat pendukungnya.

 Fungsi social elit sebagai berikut:

1)   Elite penentu dapat dilihat dari sebagai suatu lembaga kolektif  yang merupakan pencerminan kehendak-kehendak masyarakatnya.

2)   Sebagai lembaga politik, elite penentu mempunyai peranan memajukan kehidupan masyarakatnhya  dengan memberikan kerangkan  pemikiran konsepsional sehingga massa dapat dengan tepat menanggapi permasalahan yang dihadapinya.[4]

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Drs.Ahmadi Abu,2009.Ilmu Sosial Dasar,Elite dan Massa,PT RINEKA CIPTA,hlm.209

  Ibid,hlm.138

Keller Suzana,Penguasa dan Kelompok Elite,Rajawali,Jakarta,1984,hlm.3

Ibid,hlm.213-217

 

 

 

 



[1] Drs.Abu Ahmadi,2009.Ilmu Sosial Dasar,Elite dan Massa,PT RINEKA CIPTA,hlm.209

[2] Ibid,hlm.138

[3] Suzana Keller,Penguasa dan Kelompok Elite,Rajawali,Jakarta,1984,hlm.3

[4] Ibid,hlm.213-217

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Silahkah di download file higgsdomino  Link download 64 bit https://www.mediafire.com/file/ncws8zo286b86mg/Higgs+Games+Island_64bit_2.49.zi...