A.
Pendahuluan
Pendidikan Islam merupakan suatu
sistem pendidikan untuk membentuk manusia muslim sesuai dengan cita-cita Islam.
Pendidikan Islam memiliki komponen- komponen yang secara
keseluruhan mendukung terwujudnya
pembentukan muslim yang ideal. Oleh karena itu, kepribadian muslim merupakan
esensi sosok manusia yang hendak dicapai.
Di Lingkungan Masyarakat primitive (berbudaya asli ), pendidikan dilakukan oleh dan atas
tanggungjawab kedua orang tua terhadap anak-anak mereka. Manusia yang hidup di hutan
misalnya, akan membimbing dan melatih anak mereka sesuai keadaan lingkungannya mengenali
kehidupan hutan seperti mengenal makanan yang layak makan, menangkap binatang, dan sebagainya. Pendidikan akan
dianggap selesai bila mereka sudah menginjak dewasa, dan mampu mandiri setelah
menguasai sejumlah ketrampilan praktis sesuai dengan kebutuhan hidup
lingkunganya. Tujuan utamanya adalah untuk menyesuaikan diri terhadap
lingkungan dan bertahan hidup di lingkunganya, sehingga generasi mereka akan
berlanjut.
Dari ilustrasi di atas, pendidikan memberikan peranan penting
dan sangat urgen sekali dalam kehidupan manusia. Ini menunjukan, bahwa
pendidikan memiliki nilai-nilai tersendiri, ketika nilai-nilai tersebut diinternalisasikan kepada
peserta didik, maka outputnya pun minimal sesuai dengan harapan dan kapasitas nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya. Permaslahan ini sangat
penting untuk diuraikan secara holistik, bagaimana Sistem nilai dan relasinya
dengan pendidikan. Sehingga, pendidikan yang diinternalisasikan tidak bebas
nilai dan memiliki tujuan dan prinsip yang jelas.
B.
Ringkasan
Nilai artinya sifat-sifat yang penting atau berguna bagi
kemanusiaan.1 Maksudnya ialah kualitas yang memang membangkitkan penghargaan.2
Nilai itu praktis dan efektif dalam jiwa dan tindakan manusia serta melembaga
secara objektif di dalam masyarakat.
Menurut Sidi Gazalba, nilai merupakan sesuatu yang bersifat abstrak
dan ideal. Nilai bukan benda konkret,
bukan fakta, tidak hanya persoalan benar dan salah yang menurut pembuktian
secara empirik, melainkan penghayatan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki
Sumber nilai dalam kehidupan
Al-Qur’an dijadikan sebagai sumber pendidikan Islam yang pertama
dan utama karena ia memiliki nilai absolut yang diturunkan dari Tuhan. Allah
SWT menciptakan manusia dan Dia pula yang mendidik manusia, yang mana
Bentuk-bentuk nilai
Guna membedakan berdasarkan posisi dan kegunaannya, nilai secara
universal dapat dibagi menjadi dua, yaitu nilai ilahiyah dan nilai insaniyah.
Nilai ilahiyah berkaitan dengan nilai ketuhanan, sedangkan nilai insaniyah
berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan, Keduanya berhubungan dengan tingkah
laku manusia. Tetapi, nilai-nilai yang dimaksud di sini ialah konsep yang
berupa ajaran Islam, dimana ajaran Islam itu sendiri merupakan seluruh ajaran
Allah yang bersumber dari Alquran dan Assunnah yang pemahamannya tidak terlepas
dari pendapat para ahli yang telah lebih memahami dan menggali ajaran Islam.8
Tata nilai Islam sebagai tata nilai rabbani, bersumber dari wahyu
dan hadits. Rumusan naql membentk syariat, sumber nilai akal membentuk etika.
Etika ialah teori tentang perbuatan manusia, dipandang baik dan buruk sejauh
yang dapat ditentukan oleh akal.9 Dengan demikian dapatlah diambil intisarinya
dari dialektika naql dan
Nilai Pendidikan Keimanan (I’tiqadiyah)
Iman adalah kepercayaan yang terhujam kedalam hati dengan penuh
keyakinan, tak ada perasaan syak (ragu-ragu) serta mempengaruhi orientasi kehidupan, sikap dan aktivitas keseharian.
Nilai Pendidikan Akhlak (Khuluqiyah )
Nilai pendidikan akhlak
berkaitan dengan pendidikan etika yang bertujuanuntuk
membersihkan diri dari perilaku rendah dan menghiasi diri dengan perilaku terpuji. Sebagaimana dijelaskan
dalam Alquran surat Al- Ahzab ayat 21 yang berbunyi: Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah (QS. Al- Ahzab: 21).
Nilai Pendidikan Amaliah
Pendidikan amaliah berkaitan dengan tingkah laku manusia dengan tuhan maupun
dengan alam sekitarnya. Pendidikan ini berkaitan dengan
kesehatan, ibadah, dan seks.
Pendidikan kesehatan
Kesehatan adalah masalah penting dalam kehidupan manusia, terkadang
kesehatan dipandang sebagai sesuatu yang biasa dalam dirinya. Orang baru sadar
akan pentingnya kesehatan bila suatu saat dirinya atau keluarganya jatuh sakit.
Dengan kata lain arti kesehatan bukan hanya terbatas pada pokok persoalan sakit
kemudian dicari obatnya.
Nilai Pendidikan Ibadah
Ibadah semacam kepatuhan dan
sampai batas penghabisan, yang bergerak
dari perasaan hati untuk mengagungkan kepada yang disembah. Kepatuhan yang
dimaksud adalah seorang hamba yang mengabdikan diri pada Allah SWT.
c. Nilai Pendidikan Seks
Pendidikan seks adalah penerangan yang bertujuan untuk membimbing
serta mengasuh tiaplaki-laki adan perempuan sejak dari anak-anak sampai dewasa,
perihal kelamin umumnya dan kehidupan seks khususnya agar mereka dapat melakukan
sebagaimmana mestinya sehingga kehidupan
berkelamin itu mendatangkan kebahagian dan kesejahteraan manusia.
Interaksi sistem nilai dalam proses pendidikan Islam
Sistem nilai atau sistem moral yang dijadikan kerangka acuan dan
menjadi rujukan cara berperilaku lahiriah dan rohaniah manusia muslim ialah
nilai dan moralitas yang diajarkan oleh agama Islam
sebagai wahyu. Nilai dan moralitas Islami bersifat menyeluruh,
bulat, dan terpadu serta tidak terpecah- pecah menjadi bagian-bagian yang satu
sama lain berdiri sendiri. Suatu nilai dan moralitas itulah yang mengandung
aspek normatif (kaidah dan pedoman) dan operatif (menjadi landasan perbuatan).
C.
Relevansinya
Saat
ini kita sedang menghadapi persoalan yang amat pelik berupa adanya gejala
semakin merosotnya moralitas dalam praktik berbangsa dan bernegara. Memin-jam
istilah Bertens (1996) bahwa dewasa ini dunia menghadapi fenomena baru yakni
pluralisme moral, yang sering disebut sebagai salah satu ciri khas zaman kita.
Fenomena baru itu bisa timbul karena pendekatan moral yang kian dominan adalah pemikiran
hak. Manakala ternyata seseorang itu berhak, maka sesuatu perbuatan atau
keadaan bisa dibenarkan secara moral. Hak makin diterima sebagai justifikasi
moral yang utama. Hal semacam ini tentu saja akan membuat tatanan moral menjadi
kacau balau karena hukum kodrat telah dijungkirbalikkan dengan semena-mena.
Fenomena keseharian yang terjadi di masa kini khususnya di kalangan
remaja, problem sosial moral itu antara lain berwujud semakin meningkatnya
hubungan seks pranikah, meningkatnya perkelahian antar pelajar (tawuran),
meningkatnya penyalah-gunaan narkoba, merosotnya penghargaan siswa terhadap
guru dan orang tua, rendahnya kepedulian sosial. Munculnya perilaku yang
meyimpang dikalangan remaja (juvenile deliquence) yang membahayakan ini,
ternyata juga dilakukan oleh orang dewasa yang sebenarnya justru lebih
membahayakan, tindakan pencurian dan perampokan tidak hanya dilakukan oleh
orang miskin, namun banyak pula dilakukan oleh orang kaya (korupsi), kolusi,
nepotisme, tindak kekerasan, terror, yang semuanya itu menggambarkan indikasi
kegagalan tercapainya tujuan pendidikan.
Pendidikan Islam adalah Harahapan
Sementara itu Al-Ghazali seperti yang dikutip oleh Abidin Ibnu Rusn
dalam bukunya Pemikiran Al-Ghazali tentang pendidikan merumuskan pendidikan adalah
proses memanusiakan manusia sejak masa kejadiannya sampai akhir hayatnya
melalui berbagai ilmu pengetahun yang disampaikan dalam bentuk pengajaran
secara bertahap, dimana proses pengajaran itu menjadi tanggungjawab orang tua
dan masyarakat menu-ju pendekatan diri kepada Allah sehingga menjadi manusia
sempurna (Ibnu Rusn, 1998).
Dari beberapa pendapat di atas tentang pendidikan dapatlah
dimengerti bahwa pendidikan meliputi semua perbuatan atau usaha dari generasi
tua untuk mengalihkan (melimpahkan) pengetahuannya, pengalamannya, kecakapan
serta ketrampilannya kepada generasi muda, sebagai usaha untuk menyiapkan
mereka agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah.
Dengan
system Nilai yang diterapkan tanpa adanya unsur kecurangan akan membantu dan
mempercepat proses pendidikan terutama pendidikan Islam. Walaupun dalam islam
pada Hakikatnya bukanlah Nilai yang menjadi patokan. Akan tetapi menjadi salah
satu rujukan untuk melihat apakah pendidikan dalam Islam itu berhasil atau
tidak.
D.
Kesimpulan
Nilai adalah rujukan dan keyakinan dalam menentukan pilihan.
Sejalan dengan definisi itu maka yang dimaksud
dengan hakikat dan makna nilai adalah berupa norma, etika, peraturan,
undang-undang, adat kebiasaan, aturan agama dan rujukan lainnya yang memiliki
harga dan dirasakan berharga bagi seseorang. Nilai bersifat abstrak, berada
dibalik fakta, memunculkan tindakan, terdapat dalam moral seseorang, muncul
sebagai ujung proses psikologis, dan berkembang kearah yang lebih kompleks.
Senada dengan Alquran sebagai sumber nilai dalam kehidupan manusia,
Alquran memuat nilai normatif yang
menjadi acuan dalam pendidikan Islam. Nilai yang dimaksud terdiri dari tiga
pilar, yaitu: (1) nilai pendidikan keimanan (I’tiqadiah) (2) Nilai pendidikan akhlak (khuluqiyah)
(3) nilai pendidikan amal (amaliyah). Ketiganya
menjadi kerangka
nilai yang holistik dan menaungi seluruh nilai-nilai yang mengelilingi setiap
kehidupan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar