Sabtu, 28 Mei 2022

Evaluasi Pembelajaran

 

BAB I

PEDAHULUAN

1.    Latar belakang

Tindak lanjut hasil pembelajaran perlu dipahami siswa dan guru. Jika laporan hasil evaluasi pembelajaran itu kurang maka seorang guru wajib melakukan tindak lanjut, kemudian mengambil kebijakan pendidikan seperti melakukan program perbaikn (Remedial) atau pengayaan. Dalam hal ini seorang siswa, orangtua dan pemerintahan wajib ikut berperan untuk melakukan tindak lanjut tersebut. Tujuan tindak lanjut ini untuk mengetahui apakah ada yang masih kurang dalam perencanaan, pelaksanan, dan evaluasi. Kemudian strategi bagaimana perbaikan yang harus dilakukn oleh kebijkan  pendidikan dan pemerintahan. Maka akan diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang evaluasi pembelajaran.

2.      Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan program tindak lanjut

2.      Bagaimana menentukan masalah belajar

3.      Bagaimana menentukan keputusan dalam tindak lanjut hasil belajar

4.      Bagaimanakah langkah kegiatan didalam tindak lanjut dalam evaluasi hasil pembelajaran

5.      Bagaimana peran guru dalam evaluasi pembelajaran

 

3.      Manfaat Makalah

1.      Agar kita dapat memahami apa itu program tindak lanjut

2.      Agar kita memahami masalah proses belajar mengajar

3.      Agar kita mengetahui Bagaimana menentukan keputusan dalam tindak lanjut hasil belajar

4.      Agar kita bisa memahami langkah kegiatan di dalam tindak lanjut dalam evaluasi hasil pembelajaran

5.      Agar kita mengetahui peran guru itu dalam evaluasi pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Tindak Lanjut (follow up)

                 Tindak lanjut (follow up adalah suatu tahap dimana guru harus memikirkan  tentang perbaikan dan penyempurnaan proses pembelajaran, adapun tahap tahap tindak lanjut (follow up ) adalah :

a.       Perbaikan terhadap kelemahan kelemahan dalam proses pembelajaran yag telah dilakukan,terutama jika ada peserta didik yang belum mencapi tingkat keberhasilan sesuai dengan yang di harapkan, maka guru dapat melakukan perbaikan melalui pengajaran remedial (remedial teaching).

b.      Penyempurnaan proses pembelajaran selanjut nya dengan bercermin pada proses pembelajaran sebelumnya setelah dilakukan perbaikan dan penyesuaian.

Keberhasilan pembelajaran dapat ditinjau dari proses belajar dan hasil belajar. Guru yang baik adalah guru yang dapat menghantarkan peserta didik nya berhasil dalam belajar. Untuk mengetahui berhasil tidaknya peserta didik dalam proses belajar,guru perlu melakukan penilaian terhadap semua aspek dalam proses belajar. Keberhasilan prose belajar adalah keberhasilan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dengan cara mengetahui aktif tidaknya peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, kerja sama dalam kelompok, kesilitan-kesulitan belajar, keberanian mengemukakan pendapat dan sebagainya.[1]

Untuk memperoleh informasi mengenai keberhasilan proses belajar peserta didik, guru dapat menggunakan berbagai teknik, seperti mengamati ke aktipan peserta didik dalam belajar, baik secara perseorangan maupun kerjasama kelompok, melakukan wawancara tentang kesulitan kesulitan yang di hadapi peserta didik, melakukan teks praktik, memberikan tes formatif, dan sebagainya.

Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri dengan kegiatan penilaian hasil belajar. Dari sisi peserta didik, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Sebagian hasil belajar merupakan dampak tindakan guru, suatu pencapaian tujuan pembelajaran.[2]

B.     Menentukan Masalah Belajar

Guru sangat berperan unttuk mendorong siswa aktif belajar. Dengan dmikian sebagai pendidik generasi muda bangsa, guru berkewajiban mencari masalah belajar siswa, dan masalah itu yang dihadapi oleh siswa sendiri seperti:

a.       Pengamatan perilaku belajar

Sekolah merupakan pusat pembelajaran.guru bertindak menjelaskan, dan siswa bertindak belajar, tindakan belajar tersebut dilakukan oleh siswa, sebagaimana tindakan seseorang maka tindakan tersebut dapat diamati sebagai perilaku belajar. Sebaliknya tindak belajar dialami siswa sendiri sebagai suatu proses belajardari waktu ke waktu. Siswa dapat menghentikan sendiri atau memulai belajar lagi. Dengan kata lain prilaku belajar merupakan gejala belajar. Sedangkan tindak belajar atau proses belajar merupakan gejala belajar yang dialami oleh siswa. Misalnya seorsng siswa yang belajar menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia, kemudian siswa tersebut meminta penjelasan kepada gurunya, temannya, kakaknya di rumah. Dan siswa tersebut membuka Al-Qur’an yang memiliki terjemahan dan jika ia ditanyakan oleh teman sekelasnya ia menyatakan bahwa ia mengalami kesukaran dan kesukaran tersebut akibat dari kelalaian kurang memperhatikan pembelajaran. Peristiwa ini melukiskan gejala belajar dari dua sisi. Dari sisi siswa, siswa mengelami kesukaran sebagai akibat kelalaian tidak memperhatikan pembelajaran. Dari sisi pengamat, tampak kesibukan siswa tersebut mencari penjelasan dan penggunaan Al-Qur’an penerjemahan.[3]

 

Peran pengamatan perilaku belajar siswa dilakukan sebagai berikut :

1.      Menyusun rencana pengamatan, seperti tindak belajar berkelompok atau belajar sendiri atau yang lainnya.

2.      Memilih siapa yang akan di amati, meliputi bebrapa orang siswa.

3.      Menetukan berapa lama berlangsungnya pengamatan, seperti dua, tiga atau empat bulan.

4.      Menentukan hal hal yang akan diamati, seperti cara siswa membaca.

a.     Mencari hal-hal yang diamati.

5.      Menafsirkan hasil pengamatan.

a.    Menganalisis hasil belajar.

Analisis hasil belajar siswa merupakan pekerjaan siswa merupakan pekerjaan khusus.hal ini pada tempatnya di kuasai dan dikerjakan oleh guru. Dalam melakukan analisis hasil belajar pada tempatnya guru melakukan langkah langkah sebagai berikut :

1.        Merencanakan analisis sejak awal semester

2.        Merencanakan jenis jenis pekerjaan siswa yang dipandang sebagai hasil belajar.

3.        Mengumpulkan hasil belajar siswa, baik yang berupa jawaban ujian tulis, ujian lisan, dan karya tulis maupun benda.

4.        Melakukan analisis secara statistika.

5.        Mempertimbangkan hasil pengamatan belajar siswa seperti perilaku belajar siswa.

6.        Mempertimbangkan kesukaran bahan ajar bagi kelas.

7.        Guru juga memperlancarkan suatu angket, evaluasi pembelajaran pada siswa menjelang akhir semester.

8.        Tes hasil belajar

Pada tes hasil belajar siswa seorang guru harus membuat jenis tes yang digunakan umumnya di golongkan sebagai tes lisan dan tes tertulis. Tes tertulis terdiri dari tes essay dan tes objek. Tes lisan memiliki kelebihan, kelebihannya adalah misalnya penguji dapat menguji banyak siswa dalam waktu yang terbatas, objektivitas pengejaran tes terjamin dan mudah d awasi, penguji dapat menyusun soal soal yang merata pada tiap pokok bahasan, penguji dengan mudah dapat mmenetukan standar penilaian dan dalam pengejaran siswa dapat memilih menjawab urutan sola sesuai kemampuannya.

 

C.        Keputusan-Keputusan atas dasar evaluasi hasil belajar

Evaluasi diarahkan kepada keputusan-keputusan yang menyangkut pengajaran, hasil belajar, usaha perbaikan, penempatan, seleksi, bimbingan dan penyuluhan, kurikulum dan penilaian kelembagaan.[4]

1.      Keputusan tentang pengajaran

Keputusan dalam bidang kelembagaan adalah salah satu peranan penting dari usaha pengukuran dan penilaian (evaluasi) ialah untuk mengarahkan pembinaaan keputusan berkenaan dengan apa yang harus diajarkan atau apa yang harus dipelajari atau di praktikkan oleh siswa baik secara individu, kelompok maupun klasikal untuk keperluan ini maka pengukuran dan penilaian/evaluasi harus mampu mengidentifikasikan kompetensi dalam isi pelajaran ataupun keterampilan yang spesifik.

2.      Keputusan tentang hasil belajar

Berkenaan dengan hasil belajar, hasil pengukuran dan penilaian (evluasi) pendidikan tidak hanya berguna untuk mengetahui penguasaan siswa atas berbagai hal yang pernah di ajarkan atau dilatihkan,melainkan juga untuk menjadikan gambaran tentang pencapaian program program pendidikan secara lebih menyeluruh.

3.      Keputusan dalam rangka usaha perbaikan[5]

Kesulitan belajar siswa perlu dicari sebab sebab nya dan

ditanggulangi melalui usaha usaha perbaikan kesulitan siswa ini sebab sebab nya dapat terletak pada kurang dikuasainya secara mantap isi pelajaran tertentu dan dengan demikian usaha perbaikan nya berkisar pada kemantapan isi pelajaran itu.

4.         Keputusan berkenaan dengan penempatan

Informasi yang diperoleh dari pengukuran dan penilaian (evaluasi) dapat dipergunakan sebagai dasar untuk menentukan perlakuan yang paling tepat bagi setiap siswa, baik melalui penempatan sesuai dengan minat dan kemampuan, maupun melalui pengelompokan setara.

5.         Keputusan berkenaan dengan seleksi

Berdasarkan informasi yang diproleh melalui pengukuran dan penilaian (evaluasi) dapat dipilih “bibit unggul” dari siswa untuk program-program tertentu.

6.      Keputusan yang berkenaan dengan kurikulum

Informasi yang diproleh melalui pengukuran dan penilaian (evaluasi) sangat diperlukan untuk evaluasi kurikulum.[6]

 

D.       Langkah kegiatan didalam tindak lanjut dalam evaluasi hasil pembelajaran

1.         Pengajaran Remedial

Setelah hasil dianalisa dan disimpulkan maka dalam kenyataannya kemungkinan ada siswa yang istimewa/baik, ada yang sedang dan ada pula yang kurang. Untuk siswa yang kurang, kita berikan kegiatan perbaikan sedangkan untuk siswa istimewa/baik , kita berikan program kegiatan pengayaan.

Pada dasarnya, tugas kewajiban guru bukan hanya mengajar pelajaran pokok saja,melainkan ia berkwajiban juga memberikan kegiatan pengayaan. Tanpa memperhatikan kegiatan kegiatan perbaikan dan pengayaan tersebut, keseluruhan proses belajar mengajar hasil nya akan minim, dengan kata lain guru yang telah menyelenggarakan pengajaran pokok disertai dengan kegiatan perbaikan dan pengayaan berarti menunaikan tugas sepenuhnya.

a.     Kegiatan perbaikan

Kegiatan perbaikan diberikan kepada siswa yang belum memenuhi ketentuan satuan acara pelajaran atau siswa yang belum menguasai tujuan pelajaran, walaupun waktu yang dituntut untuk kesluruhan siswa telah usai, untuk mengetahui kelambatan ini, tentunya guru menggunakan tes atau tekhnik tekhnik kesulitan belajar lainnya.

Usaha perbaikan dalam uraian ini, terutama ditunjukkan pada kelompok pertama yaitu, bagi siswa yang mengalami keterlambatan belajar, tetapi masih tergolong dalam kelompok muda diperbaiki.

b.      Komponen komponen yang perlu diperbaiki dalam kegiatan perbaikan sebagai berikut :

1) Adanya sejumlah siswa yang memerlukan bantuan perbikan pada saat yang bersamaan.

2). Tempat yang akan dipakai untuk bantuan perbaikan, mungkin cukup diberikan didalam kelas saja atau pada situasi lain.

3). Waktu pelaksanaan perbaikan atau berapa lama waktu perbaikan di laksanakan.

c.      Tekhnik tekhni untuk membantu kesulitan pelajaran 

Untuk membantu siswa mengalami kesulitan belajar, ada beberapa teknik yang dapat digunakan sebagai berikut ini :

1). Bantuan individual

Beberapa siswa yang mengalami kegagalan belajar pada proses tertentu menmpunyai perasaan tidak pandai. Mereka merasa rendah diri atau inverior bahwa mereka tidak dapat berhasil bahkan ada yang merasa bahwa mereka berbeda dengan siswa lainnya. Maka seorang guru perlu memperhatikan bahwa remedi harus dilakukan secaa individual, tetapi bisa juga remedi dilakukan secara kelompok dengan membuat kelompok kelompok kecil yang terdiri dari empat atau enam siswa yang memiliki problem sama.[7]

2). Bantuan dalam kelompok kecil

Kesulitan dalam pelajaran dapat juga dibantu, dalam kelompok kecil seperti, latihan kelompok, belajar kelompok dan penugasan kelompok.

 

 

2.      Kegiatan perbaikan

Untuk memberikan perbaikan dilakukan kegiatan kegiatan seperti berikut ini :

1.      Memberikan buku pelajaran yang relevan dengan tujuan dari satuan acara pelajaran yang bersangkutan.

2.      ’tutoring’’ adalah bentuk kegiatan perbaikan yang diselenggarakan secara individual oleh siswa yang istimewa baik atau siswa yang kebih tinggi kelasnya kepada siswa yang belum menguasai tujuan tujuan pelajaran pada satuan acara pelajaran.

3.      Mengajar kembali dalam bentuk kegiatan perbaikan.[8]

 

3.      Kegiatan pengayaan

Ada dua macam kegiatan pengayaan yaitu pengayaan vertical dan pengayaan horizontal.

Pengayaan vertical, siswa yang istimewa/baik dapat langsung berpindah dari satuan acara pelajaran berikut dengan kemampuan dan kecepatan. Hal ini sukar dilaksanakan, karena nantinya guru akan menghdapi berbagai ragam kemajuan siswa dan berakibat sukar mengaturnya.

Pengayaan horizontal, siswa yang istimewa/baik yaitu telah menguaai pelajaran sesuai dengan hasil yang ditunjukkan dalam penguasaan.

1.      Tujuan pengayaan

a.       Menerapkan pengetahuan atau keterampilan dalam situasi baru

b.      Menerapkan lebih lanjut kompetensi siswa pada pelajaran pokok

c.       Melatih cara berfikir untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi

2.      Bentuk bentuk pengayaa

a.         Menerapkan (mengaplikasikan ) konsep pokok bahasan [ada situasi yang berbeda

b.        Menciptakan alat atau instrument, atau membuat pameran yang berhubungan dengan pengetahuan yang dipelajari pada pelajaran pokok.

c.         Menelaah lebih lanjut aspek aspek yang lebih komplek dari konsep yang diajarkan pada pokok bahasan

d.        Menyatakan tafsiran atau keyakinannya tentang soal soal yang berhubungan dengan pokok bahasan.

3.      Program perbaikan pokok bahasan

Program perbaikan berdasarkan bahasan dari mata pelajaran yang sudah ditemukan hasil rata ratanya, yang rendah pada pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya dari kelas yang sama untuk itu perlu dicari fakto faktor faktor apa yang menyebabkan kelemahan kelemahan tersebut. Sehingga beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa perlu diketahui.

a.         Bentuk bentuk perbaikan pokok bahasan.

1)        Guru menerangkan kebambali pkok bhahasan yang kurang dimengerti

2)        Siswa yang istimewa/pandai dapat diminta menerangkan kembali kepada kawan kawannya.

b.        Bentuk bentuk perbaikan mata pelajaran.

1)        Mengubah cara mengajar guru jika ini menyebabkan kelemahan tersebut

2)        Menambah jam pelajaran jika perlu

3)        Mengganti gurunya jika gurunya penyebab kelemahan

4)        Memperbaiki cara belajar siswa

5)        Menimbulkan minat dan mendorong siswa jika bakatnya kurang terhadap pelajarannya.[9]

E.  Peran Guru Dalam Evaluasi  Pembelajaran

1.    Pengertian peran

Dalam bahasa inggris peran (Role) berarti tugas sedangkan menurut KBBI peran adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu peristiwa.sedangkan peranan asal katanya peran yang berarti sesuatu yang menjadi bagian atau yang memegang kepemimpinan utama (dalam suatu hal atau peristiwa).[10]

2.    Pengertian guru

          Guru merupakan sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi murid murid untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak. Pendidikan guru di Indonesia sendiri lebih dikenal dengan istilah  pengajar adalah tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagai profesi pendidik. Pendidik adalah orang orang yang dalam melaksanakan tugasnya akan berhadapan dan terinteraksi langsung dengan para peserta didik nya dalam suatu proses yang sistematis, terencana, dan bertujuan. Menurut Drs.hj abu ahmadi dan Drs.widodo supriono, peran guru dalam proses belajar berpusat pada :

a.         Mendidik anak dengan memberikan pengarahan dan motivasi untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.

b.        Memberi fasilitas, media pengalaman belajar yang memadai.

c.         Membantu mengembangkan aspek aspek kepribadian siswa, seperti sikap nilai nilai, dan penyesuaian diri.

               Demikianlah dalam proses pembelajaran, guru tidak terbatas hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja, akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian murid,ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang murid untuk belajar aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.[11]

4.  Peran guru dalam proses pembelajaran.

               Peran utama seorang guru adalah menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus di lestarikan. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, bagaimana pun hebat nya tekhnologi, peran guru akan tetap diperlukan. Tekhnologi yang konon bisa memudahkan manusia mencari, mendapat kan informasi, dan pengetahuan, tidak mungkin dapat mengganti peran sebagai guru. Ada beberapa peran guru dalam proses pembelajaran antara lain :

a.    Guru sebagai demonstrator dengan perannya atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan di ajarkannya serta senantiasa mengembangkan dan meningkat kan kemampuannya.

b.    Guru sebagai pengelola kelas, tujuan pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk bermacam macam kegiatan pembelajaran agar mencapai hasil pembelajaran yang baik.

c.    Guru sebagai fasilitator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan, karna media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses belajar mengajar.

d.   Guru sebagai evaluator, fungsi ini dimaksudkan agar guru mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan telah mencapai apa belum dan apakah materi yang telah di ajarkan sudah cukup tepat

e.    Guru sebagai motivator dalam proses pembelajaran. Motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting.[12]

 

 



[1] Zainal Arifin, Evaluasi pembelajaran, (Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2016) hlm. 297.

[2] Ibid. hlm. 298.

[4] Slameto, Proses belajar mengajar dalam system kredit semester, (Jakarta: Bumi aksara, 1991). Hlm. 216.

[5] Ibid. hlm. 217.

[6] Ibid. hlm. 218.

[7] Sukardi, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta Timur: Bumi Aksara, 2008), hlm. 234.

[8]  Op. Cit. hlm. 229.

[9] Ibid. hlm. 230.

[10] Poerwadarmita, Kamus umum bahasa Indonesia, (Jakarta:  Balai pustaka, 1976), hlm.735.

[11] Abu ahmadi dan Widodo supriyono, Psikologi belaajar, (Jakarta:  Rineka cipta, 1991), hlm.99.

[12] Haidir dan Salim,Strategi pembelajaran, (Medan: Perdana publishing, 2012), hlm. 61.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Silahkah di download file higgsdomino  Link download 64 bit https://www.mediafire.com/file/ncws8zo286b86mg/Higgs+Games+Island_64bit_2.49.zi...