Dalam sejarah perkembangan ilmu, ilmu-ilmu alam berkembang lebih awal dan pesat. Sebelum filsafat muncul, ilmu fisika, metematika, kimia dan astronomi telah lam menjadi perbincangan. Hal ini wajar jika dilihat dari segi kedektan hubungan manusia dengan dunia yang sifatnya fisikal dan material yang mudah diamati dan memberikan manfaat yang bersifat praktis dan langsung bisa dirasakan. Ilmu alam sangat penting bagi kehidupan manusia terutama untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan material dan praktis manusia. Dilihat dari sifat
objeknya, cara kerja ilmu alam bisa dirangkum dalam
prinsip-prinsip seperti berikut ini[1]:
1.
Gejala Alam Bersifat Fisik-Statis
Ilmu-ilmu alam berhubungan dengan gejal
alam. Ilmu alam berhubungan dengan satu jenis gejala yaitu gejala yang bersifat
fisik yang bersifat umum. Penelaahannya meliputi beberapa variabel dalam jumlah
yang relatif kecil yang dapat diukur secara tepat.[2] Dari gejala yang sifatnya fisikal, terukur dan
teramati, gejala-gejala alam memiliki sifat statis dari waktu ke waktu. Karena
statis jumlah variabel dari gejala alam
sebagai objek yang diamati juga relatif lebih sederhana dan sedikit.
2.
Objek Penelitian Bisa Berulang
Ilmu alam membatasi diri dengan hanya
membahas gejala-gejala alam yang dapat diamati. Karena sifat gejala alam
fisikal-statis, objek penelitian dalam ilmu alam tidak mengalami perubahan atau
tetap. Dengan begitu, ahli ilmu alam dapat mengulang kejadian yang sama setiap
waktu dan mengamati kejadian tertentu secara langsung. Dan dari pengamatannya
pun akan menghasilkan kesimpulan yang bersifat umum dan tidak akan mengubah
karakteristik obyek yang ditelaah.
3.
Pengamatan Relatif Mudah dan Simpel
Pengamatan dalam ilmu alam relatif
lebih mudah karena dapat dilakukan secara langsung dan dapat diulang. Pengamatn
yang dimaksud disini lebih luas dari pengamatan langsung menggunakan panca
indera yang lingkup kemampuannya terbatas. Banyak gejala alam yang dapat
teramati hanya dengan menggunakan alat bantu, misalnya mikroskop dll. .Jika
seseorang menemukan gejala alam yang baru, maka ia perlu memberitahukan tentang
lingkungan, peralatan, serta cara pengamatan yang digunakan sehingga
memungkinkan orang lain mengamati kembali.[3]
4.
Peneliti Lebih Sebagai Penonton
[1] Bachri Gazali, Filsafat Ilmu (Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.
2005) hlm.142.
[2] Deobold B. Van Dalen,”Ilmu-ilmu alam dan Ilmu-ilmu
Sosial: Beberapa Perbedaan, dalam Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dalam Perspektif (Yogyakarta: Gramedia Pustaka. 1997) hlm.134.
[3] B. Suprapto,
“Aturan Permainan dalam Ilmu-ilmu Alam”, dalam dalam Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dalam Perspektif (Yogyakarta:
Gramedia Pustaka. 1997) hlm.129.
Prinsip pengamatan dalam ilmu alam
adalaha prinsip objektif, artinya kebenaran disimpulkan berdasarkan objek yang
diamati. Pengamat tidak terlibat atau tidak berpengaruh terhadap objek yang
diamati. Ilmuawan alam adalah penonton alam, dia hanya mengamati alam dan
kemudian memperlihatkan kepada orang lain hasil pengamatannya tanpa sedikit pun
melibatkan subjektivitasnya dan tidak terlibat pula secara emosional.
Ahli ilmu alam menyelidiki proses alam
dan menyusun hukum yang bersifat umum mengenai suatu proses. Dia juga tidak
bermaksud untuk mengubah alam atau harus setuju dan tidak setuju. Ahli ilmu
alamhanya berharap bahwa pengetahuan mengenai gejala fisik dari alam akan
memungkinkan manusia untuk memanfaatkan proses tersebut.
1.
Daya Prediktif yang Relatif Lebih Mudah
Dipahami
Ilmu-ilmu alam tidak hanya sebata
mengumpulkan gejala dan merumuskan teori, melainkan gejala yang diketahui dan rumusan teori tersebut
digunakan untuk memprediksikan kejadian yang mungkin akan timbul dari gejala
tersebut. ilmu yang hanya saggup mengumpulkan informasi dan merangkaikannya
akan berupa ilmu yang pasif. Untuk menuntut suatu teori ilmu-ilmu alam agar
tidak hanya sanggup menguraikan gejala yang telah diketahui tetapi sanggup meramalkan
gejala alam lain yang belum dikenal, sebagai konsekuesi logis dari pola
penalaran yang digunakan. Gejala ramalan ini juga harus dalam
bentuk operasional sehingga memungkinkan untuk diuji dengan eksperimen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar