Senin, 20 Juni 2022

makalah bahasa indonesia memahami prosedur, Teks Explanasi, Informasi dari Ceramah, meneladani kehidupan dari cerita pendek, mempersiapkan proposal

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    LATAR BELAKANG

 

Saat ini pendidikan di Indonesia menggunakan kurikulum berbasis 2013 yang bertujuan mengarahkan siswa-siswi menjadi mandiri,kreatif dan inovatif. Salah satu mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia menggunakan kurikulum 2013 dalam pembelajarannya. Ada beberapa materi dalam pelajaran Bahasa Indonesia  kelas XI semester ganjil adalah Menyusun Prosedur, Mempelejari Teks Eksplanasi, Mengelola informasi dari Ceramah, Meneladai Kehidupan dari Cerita pendek dan Mempersipakan Proposal .

 

 

B.     RUMUSAN MASALAH

 

1.      Jelaskan Memahami Prosedur  ?

2.      Jelaskan Mengenai Mempelajari Teks Eksplanasi ?

3.      Jelaskan Cara Mengelola Imformaasi dari Ceramah

4.      Jelakan Cara Meneladai Kehidupan dari Cerita Pendek ?

5.      Jelaskan Cara Mempersiapkan Proposal  ?

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

A.    MEMAHAI PROSEDUR

1.      Pengertian Teks Prosedur            

 

Teks prosedur adalah suatu bentuk teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan tahapan yang harus dipenuhi dalam melakukan suatu kegiatan agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan  secara teratur  yang bisa membuat kegiatan yang dilakukan menjadi terhambat bahkan sampai gagal. Terdapat banyak kegiatan disekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur.Jika kita tidak mengikuti prosedur itu,tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kita dapat dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan. Tetapi langkah-langkah tersebut tidak dapat di balik-balik. Namun, harus berurutan .Teks prosedur juga dibagi menjadi teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks. Teks prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah yang singkat dan biasanya kurang dimengerti oleh pembaca. Sedangkan teks prosedur kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah yang lengkap dan terarah sehingga dapat dengan mudah untuk dimengerti oleh si pembaca.

 

2.      Struktur Teks Prosedur

 

Suatu teks prosedur ditata dengan struktur yaitu :

 

-       TUJUAN

Berisi tujuan dari penulisan suatu teks prosedur yang dibuat dan berupa hasi akhir yang akan dicapai dari pembuatan teks prosedur tersebut, sehingga pembaca semakin tertarik dan semakin mengerti dengan membaca teks prosedur tersebut.

 

-       LANGKAH-LANGKAH

Langkah-langkah adalah cara-cara atau jalan yang harus ditempuh atau ilakukan untuk mencapai suatu tujuan dilakukannya kegiatan berdasarkan teks tersebut.

 

-       KONJUNGSI

 kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat : kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.

 

-       KETERANGAN WAKTU

Keterangan waktu adalah keterangan yang menunjukkan kapan suatu fenomena terjadi didalam suatu kalimat ataupun teks.

 

2.3  UNSUR KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR

 

I.KALIMAT IMPERATIF, DEKLARATIF DAN INTEROGATIF

      

1.      KALIMAT IMPERATIF

 Kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya atau yang mengandung perintah.  

Contoh: - Kenali si petugas !   

              - Pahami kesalahan anda !         

              - Pastikan tuduhan pelanggaran !   

 

2.       KALIMAT DEKRALATIF:         

 Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada pembaca.         

Contoh: Pengendara memahami kesalahannya

              Pengendara menolak atau menerima tuduhan

              Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran

 

3.      KALIMAT INTEROGATIF

Kalimat introgatif adalah kalimat yang berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu.  

Contoh: Apakah anda mengenali petugas?

              Apakah anda memahami kesalahan anda?

              Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?

 

 

II. PARTISIPAN MANUSIA     

 

 Partisipan manusia adalah semua manusia yang ikut serta dalam suatu kegiatan. Contoh : Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya

 

III.VERBA

 

 a. Verba material        : verba yang mengacu pada tindakan fisik

 (melakukan, memukul, dan menilang)

 

b. Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada ungkapan verbal

(bukan sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak.

 

IV.KONJUNGSI TEMPORAL    

Konjungsi temporan adalah sesuatu yang mengacu pada urutan waktu

Contoh: Pertama, gunakan jas lab.

              Kedua, lakukan percobaan.

              Ketiga, simpulkan hasil percobaan

 

V. KONJUNGSI JIKA, APABILA DAN SEANDAINYA            

 

1.      Yang menunjukkan syarat            

Contoh :- Seandainya besok saya tidak masuk sekolah, maka saya akan ikut keluarga saya ke Manado. Jika saja sya memiliki waktu yang banyak, pasti saya akan memperbaiki jawaban saya. Apabila saya terpilih untuk ikut lomba puisi, maka saya akan berlatih dengan giat

           

2.      Yang menunjukkan pilihan

Contoh :Jika saja saya tidak memiliki tugas yang banyak, maka saya akan memilih untuk hadir dalam rapat tersebut ·Apabila hari ini saya tidak bimbingan biologi, maka saya akan memilih ikut ke Makassar ·Seandainya toko buku itu belum tertutup, maka saya akan memilih untuk membeli buku disitu saja.

 

 

2.4  ALASAN SUATU TEKS PROSEDUR DIKATAKAN KOMPLEKS

 

Suatu teks prosedur dapat dikatakan kompleks apabila teks tersebut terdiri atas banyak langkah yang kemudian berjenjang pada sublangkah disetiap langkahnya serta memenuhi struktur teks prosedur sehingga mudah dipahami oleh setiap orang.

 

 

2.5  PERBEDAAN ANTARA TEKS PROSEDUR SEDERHANA DAN TEKS PROSEDUR  KOMPLEKS

 

Teks prosedur sederhana adalah suatu teks prosedur yang dijalankan untuk melakukan suatu kegiatan hanya dengan sedikit tahapan yang urutannya bisa diubah-ubah atau bahka tahapannya tidak tersedia. Teks prosedur kompleks adalah suatu teks prosedur yang terdiri atas banyak langkah yang setiap langkahnya berjenjang pada sublangkah dan urutan langkahlangkahnya teratur dan tidak dapat diubah-ubah sehingga mudah dipahami oleh pembaca.

 

2.6  CONTOH TEKS PROSEDUR

 

Cara Mengurus SIM

-       Syarat-syarat administrasi

Berikut adalah dua syarat yang penting untuk disiapkan.

 

(1)   Fotokopi KTP 1 lembar

Penting juga anda biasakan untuk selalu menyiapkan fotokopi KTP di dompet

(2)   Uang

Biaya total per April 2012 adalah Rp120.000,00 (yang diperinci menjadi Rp20.000,00 untuk cek kesehatan dan Rp100.000,00 untuk biaya pembuatan SIM).

 

 

-       Syarat Pribadi

 

Berikut ini beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:

(a)    Berumur minimal 17 tahun

(b)   Terampil mengendarai motor

Polisi penguji menyatakan bahwa orang yang berpengalaman mengendarai sepeda motor kurang dari 1 tahun sering gagal dalam ujian. Bahkan,ada peserta yang menabrak pagar saat ujian.

(c)    Sehat,jernih,dan tenang

Anda datang ke tempat ujian dengan badan yang sehat,pikiran yang jernih,dan hati yang tenang.

(d)   Jangan merasa hebat

Walaupun sudah bertahun-tahun mengendarai sepeda motor , bahkan ada yang tidak lulus tes.

(e)    Harus tahu diri

 

-       Langkah – langkah :

 

·         Saat anda memasuki pintu gerbang polres , siapkan KTP asli untuk diserahkan ke polisi jaga.anda cukup membawa fotokopinya saja.

·         Masukkan semua berkas ke dalam map dan ikuti petunjuk loketnya

·         Dari tempat parkir , anda harus membawa fotokopi KTP.Setelah itu,menuju ke pos pemeriksaan kesehatan. Petugas akan memeeriksa berat badan,tinggi,dan tensi darah.Untuk itu anda harus membayar Rp20.000,00.

·         Bawalah surat itu dan fotokopi KTP ke loket pendaftaran SIM baru.Ikuti antrean.Jika ada tumpukan map satlanas yang tersedia,ambillah satu karena disediakan untuk pengurus SIM.

·         Parkirkan motor dan mobil di tempat yang disediakan.

Serahkan berkas-berkas petugas yang ada. Setelah ujian praktik dan teori anda akan lulus.

 

 

 

LANGKAH-LANGKAH PENERIMAAN SISWA BARU

 

-       Pertama ,Calon peserta didik mengumpulkan syarat-syarat , berupa fotokopi SKHUN,fotokopi IJAZAH, dan pasfoto 3x4 sebanyak 2 lembar.

-       Kedua ,Setelah mengumpulkan data-data ,calon peserta didik mengisi formulir.

-       Ketiga, Calon peserta didik akan mengikuti ujian tes tulis ari ppdb

-       Keempat,Calon peserta didik akan melihat apakah tes tulis itu lulus atau tidak

-       Kelima,Calon peserta didik yang lulus akan melaksanakan pendaftaran ulang.

 

 

 

TEKS PENGURUSAN KTP

 

-       Syarat-syarat

·         Berusia 17 tahun

·         Menunjukkan surat pengantar dari RT

·         Mengisi formulir F1.01 yang ditandatangani oleh RT

·         Fotokopi Kartu Keluarga

 

-       Ambil nomor antrean

-       Tunggu pemanggilan nomor antrean

-       Menuju ke loket yang ditentukan

-       Memasukkan data dan foto

-       Pembuatan e-KTP selesai

-       KTP diambil dua minggu kemudian

 

TEKS PROSEDUR SEDERHANA

 

 

CARA MEMBUAT BOTOL KACA

 

-       Kaca untuk botol dibuat dari pasir,batu gamping,dan abu soda dengan menempuh langkah – langkah sebagai berikut.

-       Pertama,ketiga bahan tersebut dicampur secara proporsional

-       Kemudian, campuran itu dipanaskan dalam tungku pada suhu yang sangat tinggi

-       Lalu , adonan kaca diproduksi.

 

 

 

PROSEDUR MEMBACA PUISI

 

 

Langkah-langkah :

 

-       Volume suara adalah derajat keras /lemahnya suara pada saat kalian membaca puisi yang dimaksud.

-       Artikulasi suara adalah pengucapan kata demi kata dengan benar serta dengan suara yang jelas dan pilah

-       Intonasi adalah lagu pembaca yang meliputi penggalan kata dan tinggi / rendahnya suara pada saat kalian membaca baris demi baris puisi.

-       Gerak tubuh meliputigerak seluruh anggota tubuh : kaki,tangan,badan,dan kepala sesuai dengan puisi yang dibaca.

-       Mimik adalah ekspresi / perubahan wajah sesuai dengan karakteristik dan suasana( misalnya sedih, semangat, gembira) yang digambarkan sesuai dengan puisi yang dibaca.

-       Pandangan mata adalah arah mata memandang, seharusnya pandangna mata ditujukan ke segala arah penjuru penonton berada.

 

 

TEKNIK MEMBACA PUISI DI ATAS PENTAS

 

·         Yakinlah bahwa kalian telah mengenakan pakaian dengan rapi sesuai dengan puisi yang dibaca.

·         Berdirilah dengan tegak dan tenang di atas pentas

·         Kuasailah pentas dan penonton dengan mengarahkan pandangan ke segala penjuru sambil memberikan penghormatan kepada mereka dengan menganggukkan kepala.

·         Hayatilah puisi yang kalian baca dengan memahami isi dan pesannya

·         Bacalah puisi tersebut dengan artikulasi suara yang jelas,volume suara yang dapat menjangkau semua penonton,dan intonasi yang bagus

·         Aturlah napas dengan baik dengan menyesuaikan penggalan-penggalan kata,baris,dan bait puisi.

·         Pusatkan perhatian kepada puisi yang di baca dengan mengendalikan diri diri tanpa terpengaruh oleh penonton.

 

 

 

B.     PENGERTIAN TEKS EKSPLANASI

 

            Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses 'mengapa' dan 'bagaiman' kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses. Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tidak hanya untuk kita amati dan rasakan saja, tetapi juga untuk kita pelajari. Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi.

 

1.      Struktur Teks Eksplanasi

 

            Teks eksplanasi memiliki memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan umum, dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan diakhiri dengan interpretasi. Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan disimak dibawah ini.

  1. Pernyataan umum, berisi statemen atau penyataan umum tentang suatu topik yang akan dijelaskan proses keberadaanya, proses terjadinya, atau proses terbentuknya.
  2. Urutan Sebab Akibat, berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan atau proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
  3. Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang topik atau proses yang dijelaskan.

2.      Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki 3 ciri-ciri yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks yang lainnya. Berikut akan saya jelaskan 3 ciri-ciri teks eksplanasi.

  1. Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).
  3. Faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya.

 Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut.

  1. Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
  2. Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  3. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).
  4. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
  5. Menggunakan kalimat pasif.
  6. Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.

C.    Mengelola Informasi dalam Ceramah

1.      Mengonstruksi Ceramah

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu: 1. menentukan aspek-aspek yang disunting dalam teks

ceramah;

2. menyampaikan hasil suntingan teks ceramah dengan memperhatikan kebahasaan dan struktur teks yang tepat.

Untuk bisa berceramah dengan baik, alangkah baiknya apabila kita menyiapkan teks tertulisnya terlebih dahulu. Kita menyiapkan bahan- bahannya agar penyampaian materi ceramah bisa lebih lancar dan menarik.

Kegiatan 1

1. Menentukan Topik

Beberapa topik yang dapat dijadikan bahan ceramah adalah: a. pengalaman pribadi,

b. hobi dan keterampilan,

c. pengalaman dalam pekerjaan, d. pelajaran sekolah atau kuliah, e. pendapat pribadi,

f. peristiwa hangat dan pembicaraan publik, g. masalah keagamaan,

h. problem pribadi,

i. biograi tokoh terkenal, dan j. minat khalayak.

2. Merumuskan Tujuan Ceramah

Ada dua macam tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

a. Tujuan umum ceramah biasanya dirumuskan dalam tiga hal yaitu memberitahukan (informatif), memengaruhi (persuasif), dan menghibur (rekreatif).

1) Ceramah informatif, ditujukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Misalnya, ceramah tentang peranan para pelajar pada masa perang kemerdekaan, posisi Indonesia di kancah internasional.

2) Ceramah persuasif, ditujukan agar pendengar mempercayai, menyetujui, atau bahkan mengikuti ajakan pembicara. Misalnya, ceramah tentang cara-cara hidup sehat dan menjaga kesehatan lingkungan.

3) Ceramah rekreatif, ditujukan agar pendengar merasa terhibur. Karena itu, ceramah ini banyak diwarnai oleh humor, anekdot, ataupun guyonan-guyonan yang memancing tertawa pendengar. b. Tujuan khusus ialah tujuan yang merupakan rincian dari tujuan

umum. Tujuan umum lebih informasional, lebih jelas, dan terukur dalam pencapaiannya.

Berikut contoh hubungan topik, tujuan umum, dan tujuan khusus. Topik : Keragaman budaya daerah

Tujuan umum : Informatif (memberi tahu) Tujuan khusus : Pendengar mengetahui bahwa:

1) setiap daerah memiliki budaya yang khas; 2) dalam budaya daerah terdapat nilai-nilai

Topik : Manfaat penghijauan Tujuan umum : Persuasif (mengajak)

Tujuan khusus : 1) Pendengar memperoleh keyakinan tentang manfaat penghijauan. 2) Pendengar mau mengikuti program penghijauan dengan baik.

3. Menyusun Kerangka Ceramah

Kerangka ceramah merupakan rencana yang memuat garis-garis

besar materi yang akan diceramahkan. Kerangka ceramah bermanfaat dalam memudahkan penyusunan karangan sehingga karangan menjadi lebih sistematis dan teratur, menghindari timbulnya pengulangan pembahasan, serta membantu pengumpulan data dan sumber-sumber yang diperlukan.

Kerangka ceramah yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut. a. Ceramah meliputi tiga bagian pokok, yaitu pengantar, isi, dan

penutup.

b. Maksud dari ceramah diungkapkan dengan jelas.

c. Setiap bagian dalam kerangka ceramah hanya memiliki satu gagasan. d. Bagian-bagian dalam kerangka ceramah harus tersusun secara logis.

4. Menyusun Ceramah Berdasarkan Kerangka

Langkah berikutnya adalah mengembangkan kerangka menjadi naskah ceramah yang utuh dan lengkap. Namun bersamaan dengan itu, perlu dilakukan pemahaman dan pengahayatan terhadap bahan-bahan yang ada, yakni dengan jalan:

a. mengkaji bahan secara kritis,

b. meninjau kelayakan bahan dengan khalayak (audiensi),

c. meninjau bahan yang kemungkinan menimbulkan pro dan kontra, d. menyusun sistematika bahan ceramah, dan

e. menguasai bahan ceramah berdasarkan jalan pikiran yang logis.

Tugas

Topik Umum Spesiikasi Topik Dasar Pemilihan

2. Susunlah tujuan umum dan tujuan khusus dari topik yang telah kamu tentukan itu. Sajikanlah kegiatanmu itu ke dalam format berikut.

Topik Tujuan

Umum Khusus

3. Susunlah kerangka untuk topik ceramah yang telah kamu rumuskan itu. Isi dan sistematika kerangka harus sesuai dengan tujuan yang telah kamu buat. Mintalah saran kepada teman-temanmu dalam penyusunannya agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

Topik: ....

a. Pembuka (tesis, pengenalan isu)

.... b. Isi (rangkaian argumen) .... c. Penutup (penegasan) ....

Kegiatan 2

Menyampaikan Hasil Suntingan dengan Memperhatikan Struktur dan Kebahasaan

Penyuntingan tidak hanya berkaitan dengan ejaan ataupun dengan penulisan kata. Penyuntingan juga berkaitan dengan susunan kalimat dalam paragraf dan susunan paragraf di dalam keseluruhan teks. Hubungan kalimat dengan kalimat harus padu, saling berhubungan. Dalam suatu

teks tidak boleh ada kalimat yang menyimpang dari pokok pembahasan. Demikian halnya dengan penyusunan paragraf, semuanya harus saling berkaitan dan mengusung satu tema sama.

Penyuntingan bertujuan untuk menyempurnakan atau untuk mengurangi kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi dalam suatu teks. Oleh karena itu, seorang penyunting setidaknya harus:

1. mengetahui cara penulisan karangan yang baik,

2. memahami masalah yang dibahas dalam karangan itu, serta memahami aturan-aturan kebahasaan, seperti masalah ejaan dan tanda baca. Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. 1. Penyiapan teks (ceramah) yang akan disunting.

2. Penyediaan bahan-bahan pemandu penyuntingan, seperti pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dan kamus. Selain itu, bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan karangan yang akan disunting. Kalau itu berupa naskah ceramah, bahan pemandunya adalah buku tentang teknik penulisan ceramah.

3. Mencermati bahan suntingan secara cermat, baik itu berkenaan dengan cara penyajian isi maupun bahasanya.

4. Memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber-sumber yang dapat dipercaya.

 

D.    Cara Meneladani Kehidupan Dari Cerita Pendek

 

Untuk lebih memahami dan mengenal mengenai teks cerita pendek disini saya akan jelaskan mengenai pengertian apa itu cerita pendek, struktur isi cerita pendek, ciri bahasa, unsur intrinsik dan juga ektrinsik, langkah-langkah membuat teks cerita pendek dan juga contoh dari teks cerita pendek secara terperinci, sehingga anda diharapkan akan mampu:



·         Mengenal struktur isi teks cerita pendek

·         Mengenal ciri bahasa  teks cerita pendek

·         Memahami isi teks cerpen

·         Memahami Interpretasi isi (unsur intrinsik dan ekstrinsik) dalam teks cerita pendek

·         Dapat mengetahui Persamaan/perbedaan  struktur isi  dan ciri bahasa dua teks cerita pendek

·         Mengetahui Langkah-langkah penulisan teks cerita pendek (menggali pengalaman, menemukan topik, mengembang kan topik sesuai dengan struktur isi dan ciri bahasa), dll.

·         Mampu melakukan Analisis isi teks cerita pendek

·         Mampu melakukan Analisis bahasa teks cerita pendek

·         Dapat melakukan penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks cerita pendek

·         Dapat melakukan penyuntingan bahasa sesuai dengan: struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca

 

PENGERTIAN CERPEN



Pengertian Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa, yang mengisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan dan menyenangkan, serta mengandung pesan yang tidak mudah dilupakan.

Sedangkan Pengertian Cerpen Menurut Ahli, Jakob Sumardjo (2004: 10) : Cerita pendek adalah cerita atau narasi (bukan analisa argumentatif) yang fiktif (tidak benar- benar terjadi tapi bisa terjadi kapan saja dan di mana saja) serta relatif pendek. Dan cerita fiktif yang pendek berdasarkan realitas tersebut hanya mengandung satu kejadian untuk satu efek bagi pembaca.



Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.



CIRI-CIRI CERPEN



Untuk membedakan Cerita Pendek (cerpen) dengan novel atau teks lainnya maka kita perlu mengetahui ciri-cirinya, sehingga berdasarkan ciri-ciri tersebut maka kita akan lebih mudah menganalisa sebuah teks untuk membedaakan apakah teks itu cerpen atau bukan, bahkan kita juga akan lebih mudah memproduksi teks cerita pendek, yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat.

Adapun ciri-ciri dari cerpen secara umum adalah sebagai berikut:

·         Panjang karangan ± 3-10 halaman (kurang dari 10.000 kata )

·         Ceritanya singkat, pendek, padat, dan berarti dan lebih pendek daripada novel.

·         Ceritanya fiktif dan rekaan

·         Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis

·         Habis dibaca sekali duduk

·         Penokohannya sangat sederhana, singkat, dan tidak mendalam

·         Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari

·         Mengangkat masalah tunggal kehidupan pelaku

·         Tokoh-tokohnya mengalami konflik sampai pada penyelesaian

·         Penggunaan kata-katanya (khas) dan mudah dikenal masyarakat

·         Meninggalkan kesan mendalam dan efek terhadap perasaan pembaca

·         Menceritakan satu kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis

·         Beralur tunggal dan lurus 

CIRI ATAU KAIDAH KEBAHASAAN CERPEN



Cerpen juga karakteristiknya dapat dikenal dari bahasa yang digunakan di dalamnya, ciri bahasa dari cerpen adalah sebagai berikut:

Memuat kata sifat yang mendeskripsikan pelaku seperti penampilan fisik juga kepribadian tokoh yang diceritakan dalam cerpen, seperti misalnya sosoknya tinggi atau perawakannya gagah, rambutnya beruban dan sifat tokoh lainnya.

Memuat kata keterangan untuk mendeskripsikan latar waktu tempat dan suasana, sebagai contoh misalnya: di pagi hari yang cerah, di kebun bambu yang rimbun dengan dedaunan dan lain sebagainya.

·         Menggunakan kalimat langsung dan juga tidak langsung untuk penulisan dalam percakapan di dalam cerpen

·         Bisa menggunakan gaya bahasa yang bersifat konotasi seperti misalnya : pucuk langit, memanggang bus, bajing loncat dan mulut terminal.

·         Bahasa yang digunakan  tidak baku dan tidak formal.

·         Bisa menggunakan gaya bahasa Perbandingan, pertentangan, pertautan maupun perulangan

STRUKTUR ISI DARI CERPEN



Untuk lebih memahami isi sebuah cerpen maka kita perlu mengetahui struktur isi yang biasa dilibatkan dalam sebuah cerpen, sebagai berikut:



ABSTRAK: ringkasan/inti cerita, dalam cerpen abstrak ini sifatnya opsional boleh di libatkan atau tidak, tidak jadi masalah.



ORIENTASI: pengenalan latar cerita atau bagian pendahuluan dalam sebuah cerita, baik pengenalan sifat tokoh tempat terjadinya peristiwa dalam cerita, maupun pengenalan suasana dalam cerita.



KOMPLIKASI: bagian yang memuat masalah konflik dalam cerita,  masalah mulai timbul karena sebab-akibat rangkaian peristiwa, kemudian sampai pada klimaks.



EVALUASI: penurunan masalah yaitu struktur konflik yang terjadi yang mengarah pada klimaks mulai mendapatkan penyelesaian dari konflik tersebut.



RESOLUSI: penyelesaian masalah yaitu struktur teks yang mengungkapkan solusi yang dialami tokoh atau pelaku.



KODA: pelajaran yang bisa dipetik dari cerita oleh si pembaca, koda ini sifatnya opsional boleh dilibatkan atau pun tidak



UNSUR INTRINSIK DAN EKTRINSIK CERPEN



Unsur Intrinsik adalah suatu unsur yang menyusun suatu karya sastra dari dalam yang mewujudkan struktur sebuah karya sastra. sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada diluar karya sastra yang dapat dijadikan pembentuk sebuah karya sastra.

Jadi secara singkat unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam teks cerpen sedangkan unsur ektrinsik adalah unsur yang terdapat diluar teks cerpen.



UNSUR INTRINSIK CERPEN



Unsur intrinsik yang menyusun suatu cerpen terdiri dari tema cerita, alur cerita atau plot, latar, penokohan dan sudut pandang, secara lengkap dan dijelaskan sebagai berikut:



TEMA CERITA



Tema biasanya dalam karya sastra berisfat mengikat dan merupakan Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan, Tema disaring dari motif- motif yang terdapat dalam karya yang bersangkutan yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa, konflik, dan situasi tertentu.



ALUR CERITA ATAU PLOT



Plot atau alur adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi. Dengan demikian, plot merupakan perpaduan unsur-unsur yang membangun cerita sehingga menjadi kerangka utama cerita. Plot biasanya berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab-akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.



PENOKOHAN



Dalam sebuah cerita pendek sering melibatkan istilah-istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan, atau karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Sementara tokoh adalah orang/pelaku yang berperan dalam cerita



LATAR

Sebuah cerita pada hakikatnya ialah peristiwa atau kejadian yang menimpa atau dilakukan oleh satu atau beberapa orang tokoh pada suatu waktu tertentu dan pada tempat tertentu. Lantas apa itu latar di dalam cerpen ?,



Latar Tempat, Latar tempat mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu serta inisial tertentu.



Latar Waktu, Latar waktu berhubungan dengan masalah ” kapan ” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah ”kapan” teersebut biasanya dihubungkan dengan waktu.



Latar Sosial, Latar sosial mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks serta dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap. Selain itu latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan.



SUDUT PANDANG

Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana pengarang memandang ceritanya. Berikut ini beberapa sudut pandang yang dapat digunakan pengarang dalam bercerita:



  1. Sudut pandang orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti aku atau saya. Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai tokoh cerita.
  2. Sudut pandang orang ketiga, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat cerita.
  3. Sudut pandang pengamat serba tahu, Dalam hal ini pengarang bertindak seolah-olah mengetahui segala peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.
  4. Sudut pandang campuran, (sudut pandang orang pertama dan pengamat serba tahu). Pengarang mula-mula menggunakan sudut pandang orang pertama. Selanjutnya serba tahu dan bagian akhir kembali ke orang pertama.



UNSUR EKTRINSIK CERPEN

Selain unsur intrinsik di dalam sebuah cerpen juga terdapat unsur ektrinsik atau unsur -unsur yang berada diluar karya sastra yang dapat dijadikan pembentuk sebuah karya sastra, biasanya selalu menyangkut sebuah latar belakang, meliputi latar belakang masyarakat, nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen itu sendiri dan juga latar belakang masyarakat.

Untur ektrinsik sebuah cerpen secara lengkap adalah sebagai berikut:



A. Latar belakang  masyarakat

Latar belakang masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi cerpen berupa faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat dimana penulis berada sehingga berpengaruh terhadap penulis itu sendiri.
Diantara latar belakang yang mempengaruhi penulis dalam menulis cerpen adalah;
Ideologi suatu negara, konsisi ideologi suatu negara sangat mempengarui hasil karya sastra, diantaranya cerpen. Setiap negara yang mempunyai ideologi yang berbeda akan melahirkan hasil karya sastra yang berbeda pula.
Kondisi politik suatu negara, konsisi politik suatu negara atau wilayah akan sangat mempengaruhi hasil sebuah karya sastra, semisal cerpen. Misalnya, pergolakan konsisi polikit dalam suatu waktu akan mempengaruhi hasil sebuah karya sastra.
Kondisi ekonomi suatu negara, kondisi perekonomian sebuah bangsa atau negara juga akan ikut berpengaruh terhadap hasil dari sebuah karya sastra termasuk karya sastra cerpen.
Konsisi sosial suatu negara, Selain kondisi ideologi, politik dan perekonomian suatu negara, kondisi sosial juga akan mempengaruhi hasil sebuah karya sastra.



B. Biaografi pengarang atau latar belakang penulis



Latar belakang penulis adalah faktor-faktor yang terdapat dari dalam diri pengarang itu sendiri yang memotivasi atau mempengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen. Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, antara lain:

·         Aliran sastra penulis, aliran sastra merupakan agama bagi seorang penulis dan setiap penulis memiliki aliran sastra yng berbeda-beda. Hal ini sangat berpengaruh jug terhadap gaya penulisan dan genre cerita yang biasa diusung oleh sang penulis di dalam karya-karyanya.

·         Riwayat hidup sang penulis,  Riwayat hidup sang penulis berisi tentang biografi sang penulis secara keseluruhan. Faktor ini akan mempengaruhi jalan pikir penulis atau sudut pandang mereka tentang suatu cerpen yang dihasilkan dari pengalaman-pengalaman hidup mereka. Kadang-kadang faktor ini mempengaruhi gaya bahasa dan genre khusus seorang penulis cerpen.

·         Kondisi psikologis, Kondisi psikologis merupakan mood atau motivasi seorang penulis ketika menulis cerita. Mood atau psikologis seorang penulis ikut mempengaruhi apa yang ada di dalam cerita mereka, misalnya jika mereka sedang sedih atau gembira mereka akan membuat suatu cerita sedih atau gembira pula.



C. Nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen



Unsur ektrinsik yang ke 3 yang terdapat di dalam sebuah cerpen adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen itu sendiri yang meliputi:



Nilai moral, Nilai moral adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik maupun nilai yang buruk.



Nilai budaya, Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, adat istiadat yang berlaku.



Nilai agama, Nilai agama adalah hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran yang terkandung di dalam cerpen yang berkaitan dengan ajaran agama.



Nilai sosial, Nilai sosial adalah nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan dan masyarakat sekitar tokoh.



LANGKAH-LANGKAH MENULIS CERPEN



Agar anda mampu memproduksi sebuah cerpen maka anda harus menggunakan pendekatan khusus berupa langkah-langkah dalam menulis cerpen, sebagai berikut:



1. Observasi (pengamatan) dan menentukan tema

Melakukan observasi (pengamatan, penelitian, mengungkap pengalaman) dapat memunculkan tema tertentu. Rumusan tema kadang-kadang membutuhkan penjabaran melalui observasi. Jadi observasi dan tema bisa saling melengkapi. Observasi dapat dilakukan dengan melihat suatu peristiwa, mendengar cerita orang lain, atau pengalaman pribadi.



2. Menentukan latar , tokoh ,sudut pandang, dan konflik

Menentukan latar,tokoh,konflik dan sudut pandang dalam cerpen yang akan ditulis berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.



3. Menyusun peristiwa-peristiwa

Menyusun peristiwa-peristiwa yang akan diceritakan dalam rangkaian alur yang dimainkan dalam latar tertentu. Peristiwa-peristiwa tersebut memuat konflik yang dialami oleh tokoh dalam cerpen.



4. Memilih kata-kata

Mengembangkan peristiwa menjadi cerpen dengan pilihan kata yang menarik. Pilihan kata yang digunakan dapat menggunakan kata-kata dari bahasa daerah, bahasa asing , dan bahasa gaya remaja.



Demikian  artikel tentang Teks Cerita Pendek (Cerpen): Pengertian, struktur isi, ciri bahasa, unsur intrinsik dan ektrinsik, langkah penulisan, semoga bermanfaat.



 

E.     HAKIKAT PENGERTIAN PROPOSAL

Dalam kehidupan  sehari-hari, kita sering mengadakan suatu acara atau kegiatan. Dalam  melakukan suatu acara tersebut kita perlu merencanakannya terlebih dahulu. Rencana tersebut disebut proposal. proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau  menjelasan sebuah rencana dan  tujuan suatu kegiatan kepada pembaca. Diharapkan  proposal tersebut dapat memberikan  informasi yang detail kepada pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Berdasarkan kajian etimologis, proposal berasal dari kata bahasa inggris propose yang berarti mengusulkan, mengemukakan, atau menawarkan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. ( Departemen Pendidikan Nasional, 2005 : 23 )

 

1.      CIRI-CIRI PROPOSAL

Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut : ( Hadi, 2000 : 15 )

1.      Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan.

2.      Proposal dibuat dengan singkat agar donatur atau pihak tertentu mengetahui pokok isi acara yang akan diselenggarakan.

3.      Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.

4.      Proposal seharusnya diberikan kepada donatur atau instansi terkait minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan kepada instansi  atau donatur tersebut.

5.      Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.

6.      Proposal disusun dengan tujuan-tujuan yang biasanya disesuaikan dengan latar belakang sebuah acara.

7.      Berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang telah dijilid yang nantinya diserahkan kepada yang penyelenggara acara.

8.      Proposal pada dasarnya berupa lembaran-lembaran yang berisi sebuah susunan acara atau kegiatan yang diserahkan penyelenggara kepada donatur.

9.      Salah satu ciri proposal adalah adanya pihak yang mengajukan. Pihak yang mengajukan tersebut sebagai pihak yang mengusulkan suatu rencana atau kegiatan.

10.  Adanya pihak yang menyetujui menjadi salah satu dari ciri dari proposal. Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi proposal yakni sebagai legalisasi suatu rencana kegiatan.

11.  Gambaran kegiatan disertakan dalam proposal berguna untuk memberikan informasi pada siapapun yang hendak ditunjukan proposal tersebut agar memiliki atau mengetahui apa yang sebenarnya keinginan atau maksud yang terkandung dalam proposal tersebut.

12.  Proposal mempunyai ciri persuasif yaitu dapat diartikan sebagai bentuk seni baik verbal maupun non verbal yang bertujuan untuk menyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

13.  Proposal disusun sebelum membuat rencana kerja secara keseluruhan, ini bermaksud agar penerima mengetahui gambaran kegiatan secara keseluruhan kegiatan yang akan disetujuinya.

14.  Proposal bersifat bisnis, maksudnya proposal dibuat dengan tujuan untuk mengajukan kerjasama dan perjanjian atas suatu kegiatan.

15.  Proposal disusun harus mempunyai sasaran dan tujuan yang jelas agar proposal tersebut bisa diterima dan disetujui oleh pihak yang menerima proposal dalam mengadakan pertimbangan.

 

2.      MANFAAT PROPOSAL

Adapun manfaat pembuatan proposal sebagai berikut : (Hasnun, 2007 : 26)

1.      Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

2.      Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.

3.      Untuk meyakinkan para donatur atau sponsor agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

4.      Sebagai gambaran awal sebuah kegiatan.

5.      Sebagai alat untuk memperoleh persetujuan dari pihak berwenang.

6.      Sebagai alat pengontrol jalannya kegiatan.

7.      Sebagai alat evaluasi kegiatan.

8.      Sebagai salah satu alat untuk memperluan jaringan kerja dan komunikasi.

 

 

3.      KEUNGGULAN PROPOSAL DAN KELEMAHAN PROPOSAL

Keunggulan proposal adalah sebagai berikut: (Jay, 2006 : 18 )

1.      Dapat menarik sponsor untuk memberikan sumbangan dana

2.      Dapat menjadi bukti legalitas

3.      Memperlancar dan mempermudah pelaksanaan kegiatan

4.      Memperkecil masalah yang timbul dalam suatu kegiatan

5.      Sebagai rancangan biaya

6.      Transparan, efektif, dan efisien

 

Kelemahan proposal adalah sebagai berikut: ( Jay, 2006 : 18 )

1.      Tidak memiliki kekuatan tanpa adanya juru bicara

2.      Memiliki tingkat kepercayaan yang rendah

 

4.      TUJUAN PENYUSUNAN PROPOSAL

            Adapun tujuan penyusuan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 51 )

1.      Menjelaskan secara tidak langsung kepada pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.

2.      Menjadi rencana yang mengarahkan panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

3.      Untuk menyakinkan para donator atau sponsor agar mereka memberikan dukungan meterial maupun finansial dalam mewujudkan kegiatan yang telah direncanakan.

4.      Mendapatkan persetujuan.

5.      Sebagai titik acuan.

 

5.      SYARAT-SYARAT MENYUSUN PROPOSAL

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menyusun proposal yang baik sebagai berikut: (Hadi, 2000 : 36 )

1.      Sistematis artinya proposal yang disusun harus berurutan secara sistematis menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks agar efektif dan efisien

2.      Berencana artinya proposal tersebut dibuat secara sengaja dan telah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaanya, serta mengacu pada tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.

3.      Mengikuti konsep ilmiah artinya pengerjaan proposal mulai dari awal hingga akhir harus sesuai dengan cara-cara atau metode ilmiah yang sudah ditentukan.

4.      Jelas dan dapat dimengerti proposal yang dibuat harus jelas dan menggambarkan kegiatan yang kan dilaksanakan. Sehingga pihak penerima dapat mendapatkan gambaran jelas tentang kegiatan yang kan dilaksanakan tersebut.

 

Dalam Suatu proposal pastinya akan memiliki bagian-bagian yang penting dalam proposal yaitu meliputi: ( Jay, 2006 : 16 )

1.      Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Harus dijelaskan waktu dan tempat dilaksanakannya kegiatan secara tepat dan jelas.

2.      Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan yang merupakan objek yang menjadi  sasaran dari pelaksanaan kegiatan yang diajukan. Contoh dalam suatu kegiatan “LKMM”, sasaran kegiatannya adalah mahasiswa.

3.      Susunan Panitia

Susunan panitia merupakan pelaksana dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah dipahami. 

4.      Susunan Acara

Susunan acara merupakan pelaksanaan dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas dengan sistematika yang mudah  dipahami. Dengan minimal memuat unsur waktu, kegiatan, tempat dan penanggung jawab.

5.      Rancangan Anggaran Biaya

Merupakan rancangan perkiraan pengeluaran yang akan digunakan dalam kegiatan yang diajukan. Format anggaran terdiri atas, nomor urut, kebutuhan seksi, volume, dan jumlah (contoh terlampir)

6.      Penutup

Merupakan kata penutup dari proposal yang diajukan. Berisi kata harapan dan terima kasih.

7.      Pengesahan

Bagian pengesahan digabung dengan sub bab sebelumnya (tidak dibuat dalam lembar tersendiri) yang berisi :

a.       Tanggal pengesahan

b.      Instansi pelaksana kegiatan

c.       Pengesahan

Selain dari bagian-bagian proposal tersebut, adapun juga hal yang penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 20 )

1.      Penempatan dan penggunaan kata yang tepat

2.      Menghindari penggunaan kalimat panjang dan bertele-tele

3.      Penggunaan paragraph

4.      Penggunaan ejaan

5.      Sebaiknya proposal ditulis dengan huruf yang mudah dibaca

6.      Tidak menyisakan kekosongan yang luas

7.       Menggunakan spasi 1.5

8.      Margin

9.      Diberi nomer halaman

10.  Format bullet atau angka dpat digunakan ketika ada tiga poin atau lebih dalam satu paragraph

11.  Menggunakan jenis kertas yang netral.

12.  Sebaiknya tidak menggunakan kemasan yang tampak mahal

13.  Ejaan dan tatabahasa sebaiknya diperiksa ulang

14.  Sumber referensi luar harus disebut dengan tepat

15.  Proposal beserta dokumen lain diletakkan dalam sebuah folder atau binder

16.  Sebaiknya disertakan surat pengantar

17.  Proposal perlu memiliki struktur dan logika yang jelas

18.  Penulisan kegiatan harus jelas

19.  Hasilnya harus dapat diukur/dinilai dengan angka-angka yang pasti

20.  Kirimkan proposal hanya jika telah pasti bahwa proposal telah memenuhi kriteria donator

21.   Mencantumkan nama organisasi dan tanggal pada setiap dokumen

22.  Jelaskan berapa banyak dana dan moril yang dibutuhkan dari donator

23.  Jumlah dana yang diperlukan dalam kegiatan harus rasional

24.  Jelaskan tujuan jangka panjang organisasi dan tujuan jangka pendek dari kegiatan yang dilakukan

25.  Penyusunan proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan yang diselenggarakan

26.  Penyusun proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu berupa bahan-bahan hasil kesepakatan seluruh panitia

27.  Menyusun draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis

28.   Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah untuk dibahas, direvisi dan disetujui

29.  Dibuat proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan dengan semestinya

30.  Proposal diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik internal maupun eksternal

 

6.      JENIS-JENIS PROPOSAL

            Adapun jenis atau pun ragam-ragam dari proposal yaitu : (Hadi, 2000 : 40 )

1.      Formal

Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.

2.      Non Formal

Proposal non formal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal.  Proposal non formal biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat sehingga sebuah proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.

3.      Semi Formal

Proposal semi formal hampir sama dengan proposal non formal yaitu variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk formal Sedangkan ragam proposal berdasarkan tujuan penulisnya adalah sebagai berikut:

4.      Proposal riset/penelitian

Proposal riset/penelitian adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan riset maupun penelitian. Proposal penelitian terdiri atas, sebagai berikut:

5.      Proposal penelitian pengembangan

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

6.      Proposal penelitian kajian pustaka

Proposal kajian pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

7.      Proposal penelitian kualitatif

Proposal penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif

8.      Proposal penelitian kuantitatif

Proposal kuantitatif pada dasarnya menggunakan suatu penelitian dengan pendekatan deduktif-induktif.

9.      Proposal acara

Proposal acara adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan suatu acara/kegiatan.

10.  Proposal kerjasama

Proposal kerjasama adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan usulan kerja sam dengan pihak/lembaga lain.

11.  Proposal permohonan dana

Proposal permohonan dana dalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan/ permintaan dana.

12.  Proposal kerja praktek

Proposal kerja praktek adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan kerja praktek.

 


 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A.    KESIMPULAN

Teks prosedur kompleks adalah teks yang berisikan langkah-langkah melakukan sesuatu secara       yang dijelaakan secara menyeluruh,terperinci,dan keseluruhan lagkah-langkah itu biasanya tidak      tetapi apabila teks prosedur mengandung langkah-langkah yang di bolak-balik ,teks prosedur    tersebut disebut protocol. kalimat dalam teks prosedur ada tiga yaitu:kalimat imperative,deklaratif dan introgatif

 

Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinciu ntuk suatu kegiatan yang bersifat formal, dan untuk mendapat persetujuan maupun bantuan dari pihak lain. Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut Ada pihak yang mengajukan, Ada pihak yang menyetujui, Terdapat gambaran kegiatan secara umum, Dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan, Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.

Hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal antara lain :

1.      Nama proposal

2.      Pendahuluan

3.      Tujuan

4.      bentuk/jenis kegiatan

5.      Pelaksanaan

6.      panitia pelaksana (terlampir)

7.      biaya/dana (rincian terlampir)

8.      Harapan

9.      Lampiran

 

B.     SARAN

Penyusunan suatu proposal yang digunakan sebagai rancangan, rencana, atau sebagai prasyarat pengajuan kegiatan hendaknya dapat mewakili terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. Proposal yang merupakan suatu rancangan kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang ingin dilakukan hendaknya dapat mewakili kegiatan itu sendiri. Sehingga ketika ada orang lain yang membaca akan segera memahami bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan.


DAFTAR PUSTAKA

BUKU BAHASA INDONESIA


 

 Silahkah di download file higgsdomino  Link download 64 bit https://www.mediafire.com/file/ncws8zo286b86mg/Higgs+Games+Island_64bit_2.49.zi...