BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Saat ini pendidikan di Indonesia menggunakan
kurikulum berbasis 2013 yang bertujuan mengarahkan siswa-siswi menjadi
mandiri,kreatif dan inovatif. Salah satu mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia
menggunakan kurikulum 2013 dalam pembelajarannya. Ada beberapa materi dalam
pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester ganjil adalah Menyusun
Prosedur, Mempelejari Teks Eksplanasi, Mengelola informasi dari Ceramah,
Meneladai Kehidupan dari Cerita pendek dan Mempersipakan Proposal .
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Jelaskan
Memahami Prosedur ?
2.
Jelaskan
Mengenai Mempelajari Teks Eksplanasi ?
3.
Jelaskan
Cara Mengelola Imformaasi dari Ceramah
4.
Jelakan
Cara Meneladai Kehidupan dari Cerita Pendek ?
5.
Jelaskan
Cara Mempersiapkan Proposal ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
MEMAHAI PROSEDUR
1.
Pengertian Teks Prosedur
Teks prosedur
adalah suatu bentuk teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan tahapan yang
harus dipenuhi dalam melakukan suatu kegiatan agar kegiatan tersebut berjalan
dengan lancar dan tanpa hambatan secara teratur yang bisa membuat
kegiatan yang dilakukan menjadi terhambat bahkan sampai gagal. Terdapat banyak
kegiatan disekitar kita yang harus dilakukan menurut prosedur.Jika kita tidak
mengikuti prosedur itu,tujuan yang diharapkan tidak tercapai dan kita dapat
dikatakan sebagai orang yang tidak mengetahui aturan. Tetapi langkah-langkah
tersebut tidak dapat di balik-balik. Namun, harus berurutan .Teks prosedur juga
dibagi menjadi teks prosedur sederhana dan teks prosedur kompleks. Teks
prosedur sederhana yaitu teks yang berisi langkah-langkah yang singkat dan
biasanya kurang dimengerti oleh pembaca. Sedangkan teks prosedur kompleks
adalah teks yang berisi langkah-langkah yang lengkap dan terarah sehingga dapat
dengan mudah untuk dimengerti oleh si pembaca.
2.
Struktur Teks Prosedur
Suatu teks prosedur ditata dengan struktur
yaitu :
-
TUJUAN
Berisi tujuan dari penulisan suatu teks
prosedur yang dibuat dan berupa hasi akhir yang akan dicapai dari pembuatan
teks prosedur tersebut, sehingga pembaca semakin tertarik dan semakin mengerti
dengan membaca teks prosedur tersebut.
-
LANGKAH-LANGKAH
Langkah-langkah adalah cara-cara atau jalan
yang harus ditempuh atau ilakukan untuk mencapai suatu tujuan dilakukannya
kegiatan berdasarkan teks tersebut.
-
KONJUNGSI
kata
atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat : kata dengan
kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.
-
KETERANGAN
WAKTU
Keterangan waktu adalah keterangan yang
menunjukkan kapan suatu fenomena terjadi didalam suatu kalimat ataupun teks.
2.3
UNSUR KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR
I.KALIMAT
IMPERATIF, DEKLARATIF DAN INTEROGATIF
1. KALIMAT IMPERATIF
Kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya
atau yang mengandung perintah.
Contoh:
- Kenali si petugas !
- Pahami kesalahan anda
!
- Pastikan tuduhan
pelanggaran !
2. KALIMAT
DEKRALATIF:
Kalimat deklaratif adalah kalimat yang
berfungsi untuk memberikan informasi kepada pembaca.
Contoh:
Pengendara memahami kesalahannya
Pengendara menolak atau menerima
tuduhan
Pengendara memastikan tuduhan
pelanggaran
3. KALIMAT INTEROGATIF
Kalimat
introgatif adalah kalimat yang berfungsi untuk meminta informasi tentang
sesuatu.
Contoh:
Apakah anda mengenali petugas?
Apakah anda memahami kesalahan
anda?
Siapakah yang menerima atau
menolak tuduhan?
II.
PARTISIPAN MANUSIA
Partisipan manusia adalah semua manusia yang
ikut serta dalam suatu kegiatan. Contoh : Jika pengendara melakukan
pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya
III.VERBA
a.
Verba material : verba yang
mengacu pada tindakan fisik
(melakukan, memukul, dan menilang)
b.
Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada
ungkapan verbal
(bukan
sikap mental yang tidak tampak), seperti menerima, menolak.
IV.KONJUNGSI
TEMPORAL
Konjungsi
temporan adalah sesuatu yang mengacu pada urutan waktu
Contoh: Pertama,
gunakan jas lab.
Kedua, lakukan percobaan.
Ketiga, simpulkan hasil percobaan
V.
KONJUNGSI JIKA, APABILA DAN SEANDAINYA
1. Yang menunjukkan syarat
Contoh
:- Seandainya besok saya tidak masuk sekolah, maka saya akan ikut keluarga saya
ke Manado. Jika saja sya memiliki waktu yang banyak, pasti saya akan
memperbaiki jawaban saya. Apabila saya terpilih untuk ikut lomba puisi, maka
saya akan berlatih dengan giat
2. Yang menunjukkan pilihan
Contoh
:Jika saja saya tidak memiliki tugas yang banyak, maka saya akan memilih untuk
hadir dalam rapat tersebut ·Apabila hari ini saya tidak bimbingan biologi, maka
saya akan memilih ikut ke Makassar ·Seandainya toko buku itu belum tertutup,
maka saya akan memilih untuk membeli buku disitu saja.
2.4
ALASAN SUATU TEKS PROSEDUR DIKATAKAN KOMPLEKS
Suatu
teks prosedur dapat dikatakan kompleks apabila teks tersebut terdiri atas
banyak langkah yang kemudian berjenjang pada sublangkah disetiap langkahnya
serta memenuhi struktur teks prosedur sehingga mudah dipahami oleh setiap
orang.
2.5
PERBEDAAN ANTARA TEKS PROSEDUR SEDERHANA DAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS
Teks
prosedur sederhana adalah suatu teks prosedur yang dijalankan untuk melakukan
suatu kegiatan hanya dengan sedikit tahapan yang urutannya bisa diubah-ubah
atau bahka tahapannya tidak tersedia. Teks prosedur kompleks adalah suatu teks
prosedur yang terdiri atas banyak langkah yang setiap langkahnya berjenjang
pada sublangkah dan urutan langkahlangkahnya teratur dan tidak dapat
diubah-ubah sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
2.6 CONTOH TEKS PROSEDUR
Cara Mengurus SIM
- Syarat-syarat administrasi
Berikut adalah dua syarat yang penting untuk
disiapkan.
(1)
Fotokopi
KTP 1 lembar
Penting juga anda biasakan untuk selalu
menyiapkan fotokopi KTP di dompet
(2)
Uang
Biaya total per April 2012 adalah
Rp120.000,00 (yang diperinci menjadi Rp20.000,00 untuk cek kesehatan dan
Rp100.000,00 untuk biaya pembuatan SIM).
-
Syarat
Pribadi
Berikut ini beberapa persyaratan yang harus
dipenuhi:
(a)
Berumur
minimal 17 tahun
(b)
Terampil
mengendarai motor
Polisi penguji menyatakan bahwa orang yang
berpengalaman mengendarai sepeda motor kurang dari 1 tahun sering gagal dalam
ujian. Bahkan,ada peserta yang menabrak pagar saat ujian.
(c)
Sehat,jernih,dan
tenang
Anda datang ke tempat ujian dengan badan yang
sehat,pikiran yang jernih,dan hati yang tenang.
(d) Jangan merasa hebat
Walaupun sudah bertahun-tahun mengendarai
sepeda motor , bahkan ada yang tidak lulus tes.
(e) Harus tahu diri
- Langkah – langkah :
·
Saat
anda memasuki pintu gerbang polres , siapkan KTP asli untuk diserahkan ke
polisi jaga.anda cukup membawa fotokopinya saja.
·
Masukkan
semua berkas ke dalam map dan ikuti petunjuk loketnya
·
Dari
tempat parkir , anda harus membawa fotokopi KTP.Setelah itu,menuju ke pos
pemeriksaan kesehatan. Petugas akan memeeriksa berat badan,tinggi,dan tensi
darah.Untuk itu anda harus membayar Rp20.000,00.
·
Bawalah
surat itu dan fotokopi KTP ke loket pendaftaran SIM baru.Ikuti antrean.Jika ada
tumpukan map satlanas yang tersedia,ambillah satu karena disediakan untuk
pengurus SIM.
·
Parkirkan
motor dan mobil di tempat yang disediakan.
Serahkan berkas-berkas petugas yang ada. Setelah ujian praktik dan teori
anda akan lulus.
LANGKAH-LANGKAH PENERIMAAN SISWA BARU
-
Pertama
,Calon peserta didik mengumpulkan syarat-syarat , berupa fotokopi
SKHUN,fotokopi IJAZAH, dan pasfoto 3x4 sebanyak 2 lembar.
-
Kedua
,Setelah mengumpulkan data-data ,calon peserta didik mengisi formulir.
-
Ketiga,
Calon peserta didik akan mengikuti ujian tes tulis ari ppdb
-
Keempat,Calon
peserta didik akan melihat apakah tes tulis itu lulus atau tidak
- Kelima,Calon peserta didik yang lulus akan
melaksanakan pendaftaran ulang.
TEKS PENGURUSAN KTP
-
Syarat-syarat
·
Berusia
17 tahun
·
Menunjukkan
surat pengantar dari RT
·
Mengisi
formulir F1.01 yang ditandatangani oleh RT
·
Fotokopi
Kartu Keluarga
-
Ambil
nomor antrean
-
Tunggu
pemanggilan nomor antrean
-
Menuju
ke loket yang ditentukan
-
Memasukkan
data dan foto
-
Pembuatan
e-KTP selesai
-
KTP
diambil dua minggu kemudian
TEKS PROSEDUR SEDERHANA
CARA
MEMBUAT BOTOL KACA
- Kaca untuk botol dibuat dari pasir,batu
gamping,dan abu soda dengan menempuh langkah – langkah sebagai berikut.
-
Pertama,ketiga
bahan tersebut dicampur secara proporsional
-
Kemudian,
campuran itu dipanaskan dalam tungku pada suhu yang sangat tinggi
- Lalu , adonan kaca diproduksi.
PROSEDUR MEMBACA PUISI
Langkah-langkah :
-
Volume
suara adalah derajat keras /lemahnya suara pada saat kalian membaca puisi yang
dimaksud.
-
Artikulasi
suara adalah pengucapan kata demi kata dengan benar serta dengan suara yang
jelas dan pilah
-
Intonasi
adalah lagu pembaca yang meliputi penggalan kata dan tinggi / rendahnya suara
pada saat kalian membaca baris demi baris puisi.
-
Gerak
tubuh meliputigerak seluruh anggota tubuh : kaki,tangan,badan,dan kepala sesuai
dengan puisi yang dibaca.
-
Mimik
adalah ekspresi / perubahan wajah sesuai dengan karakteristik dan suasana(
misalnya sedih, semangat, gembira) yang digambarkan sesuai dengan puisi yang
dibaca.
- Pandangan mata adalah arah mata memandang,
seharusnya pandangna mata ditujukan ke segala arah penjuru penonton berada.
TEKNIK MEMBACA PUISI DI ATAS PENTAS
·
Yakinlah
bahwa kalian telah mengenakan pakaian dengan rapi sesuai dengan puisi yang
dibaca.
·
Berdirilah
dengan tegak dan tenang di atas pentas
·
Kuasailah
pentas dan penonton dengan mengarahkan pandangan ke segala penjuru sambil
memberikan penghormatan kepada mereka dengan menganggukkan kepala.
·
Hayatilah
puisi yang kalian baca dengan memahami isi dan pesannya
·
Bacalah
puisi tersebut dengan artikulasi suara yang jelas,volume suara yang dapat
menjangkau semua penonton,dan intonasi yang bagus
·
Aturlah
napas dengan baik dengan menyesuaikan penggalan-penggalan kata,baris,dan bait
puisi.
·
Pusatkan
perhatian kepada puisi yang di baca dengan mengendalikan diri diri tanpa
terpengaruh oleh penonton.
B. PENGERTIAN TEKS EKSPLANASI
Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses
'mengapa' dan 'bagaiman' kejadian-kejadia alam, sosial, ilmu pengetahuan,
budaya, dan lainnya dapat terjadi. Suatu kejadian baik kejadian alam maupun
kejadian seosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab
akibat dan memiliki proses. Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tidak
hanya untuk kita amati dan rasakan saja, tetapi juga untuk kita pelajari. Kita
dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana
bisa terjadi.
1. Struktur Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi memiliki memiliki struktur yang terdiri dari
pernyataan umum, dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan diakhiri dengan
interpretasi. Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan disimak
dibawah ini.
- Pernyataan umum, berisi statemen atau penyataan umum tentang suatu
topik yang akan dijelaskan proses keberadaanya, proses terjadinya, atau
proses terbentuknya.
- Urutan Sebab Akibat, berisikan tentang detail penjelasan proses keberadaan
atau proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang
paling awal hingga yang paling akhir.
- Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang
topik atau proses yang dijelaskan.
Teks eksplanasi memiliki 3 ciri-ciri yang dapat memudahkan kita
untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks yang lainnya. Berikut akan
saya jelaskan 3 ciri-ciri teks eksplanasi.
- Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab
akibat, dan interpretasi seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi.
- Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).
- Faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah
atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya.
Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi pada
umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut.
- Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia
(nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
- Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
- Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan
relasional (kata kerja aktif).
- Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika,
bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
- Menggunakan kalimat pasif.
- Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa
sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya.
C.
Mengelola Informasi dalam Ceramah
1.
Mengonstruksi
Ceramah
Setelah mempelajari materi ini, kamu
diharapkan mampu: 1. menentukan aspek-aspek yang disunting dalam teks
ceramah;
2. menyampaikan hasil suntingan teks ceramah dengan
memperhatikan kebahasaan dan struktur teks yang tepat.
Untuk bisa berceramah dengan baik, alangkah
baiknya apabila kita menyiapkan teks tertulisnya terlebih dahulu. Kita
menyiapkan bahan- bahannya agar penyampaian materi ceramah bisa lebih lancar dan
menarik.
Kegiatan 1
1. Menentukan Topik
Beberapa topik yang dapat dijadikan bahan
ceramah adalah: a. pengalaman pribadi,
b. hobi dan keterampilan,
c. pengalaman dalam pekerjaan, d. pelajaran
sekolah atau kuliah, e. pendapat pribadi,
f. peristiwa hangat dan pembicaraan publik,
g. masalah keagamaan,
h. problem pribadi,
i. biograi tokoh terkenal, dan j. minat
khalayak.
2. Merumuskan Tujuan Ceramah
Ada dua macam tujuan yaitu tujuan umum dan
tujuan khusus.
a. Tujuan umum ceramah biasanya dirumuskan
dalam tiga hal yaitu memberitahukan (informatif), memengaruhi (persuasif), dan
menghibur (rekreatif).
1) Ceramah informatif, ditujukan untuk
menambah pengetahuan pendengar. Misalnya, ceramah tentang peranan para pelajar
pada masa perang kemerdekaan, posisi Indonesia di kancah internasional.
2) Ceramah persuasif, ditujukan agar
pendengar mempercayai, menyetujui, atau bahkan mengikuti ajakan pembicara.
Misalnya, ceramah tentang cara-cara hidup sehat dan menjaga kesehatan
lingkungan.
3) Ceramah rekreatif, ditujukan agar pendengar
merasa terhibur. Karena itu, ceramah ini banyak diwarnai oleh humor, anekdot,
ataupun guyonan-guyonan yang memancing tertawa pendengar. b. Tujuan khusus
ialah tujuan yang merupakan rincian dari tujuan
umum. Tujuan umum lebih informasional, lebih jelas,
dan terukur dalam pencapaiannya.
Berikut contoh hubungan topik, tujuan umum,
dan tujuan khusus. Topik : Keragaman budaya daerah
Tujuan umum : Informatif (memberi tahu)
Tujuan khusus : Pendengar mengetahui bahwa:
1) setiap daerah memiliki budaya yang khas;
2) dalam budaya daerah terdapat nilai-nilai
Topik : Manfaat penghijauan Tujuan umum :
Persuasif (mengajak)
Tujuan khusus : 1) Pendengar memperoleh
keyakinan tentang manfaat penghijauan. 2) Pendengar mau mengikuti program
penghijauan dengan baik.
3. Menyusun Kerangka Ceramah
Kerangka ceramah merupakan rencana yang
memuat garis-garis
besar materi yang akan diceramahkan. Kerangka
ceramah bermanfaat dalam memudahkan penyusunan karangan sehingga karangan
menjadi lebih sistematis dan teratur, menghindari timbulnya pengulangan
pembahasan, serta membantu pengumpulan data dan sumber-sumber yang diperlukan.
Kerangka ceramah yang baik memiliki ciri-ciri
sebagai berikut. a. Ceramah meliputi tiga bagian pokok, yaitu pengantar, isi,
dan
penutup.
b. Maksud dari ceramah diungkapkan dengan
jelas.
c. Setiap bagian dalam kerangka ceramah hanya
memiliki satu gagasan. d. Bagian-bagian dalam kerangka ceramah harus tersusun
secara logis.
4. Menyusun Ceramah Berdasarkan Kerangka
Langkah berikutnya adalah mengembangkan
kerangka menjadi naskah ceramah yang utuh dan lengkap. Namun bersamaan dengan
itu, perlu dilakukan pemahaman dan pengahayatan terhadap bahan-bahan yang ada,
yakni dengan jalan:
a. mengkaji bahan secara kritis,
b. meninjau kelayakan bahan dengan khalayak
(audiensi),
c. meninjau bahan yang kemungkinan
menimbulkan pro dan kontra, d. menyusun sistematika bahan ceramah, dan
e. menguasai bahan ceramah berdasarkan jalan
pikiran yang logis.
Tugas
Topik Umum Spesiikasi Topik Dasar
Pemilihan
2. Susunlah tujuan umum dan tujuan khusus
dari topik yang telah kamu tentukan itu. Sajikanlah kegiatanmu itu ke dalam
format berikut.
Topik Tujuan
Umum Khusus
3. Susunlah kerangka untuk topik ceramah yang
telah kamu rumuskan itu. Isi dan sistematika kerangka harus sesuai dengan
tujuan yang telah kamu buat. Mintalah saran kepada teman-temanmu dalam
penyusunannya agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
Topik: ....
a. Pembuka (tesis, pengenalan isu)
.... b. Isi (rangkaian argumen) .... c.
Penutup (penegasan) ....
Kegiatan 2
Menyampaikan Hasil Suntingan dengan
Memperhatikan Struktur dan Kebahasaan
Penyuntingan tidak hanya berkaitan dengan
ejaan ataupun dengan penulisan kata. Penyuntingan juga berkaitan dengan susunan
kalimat dalam paragraf dan susunan paragraf di dalam keseluruhan teks. Hubungan
kalimat dengan kalimat harus padu, saling berhubungan. Dalam suatu
teks tidak boleh ada kalimat yang menyimpang
dari pokok pembahasan. Demikian halnya dengan penyusunan paragraf, semuanya
harus saling berkaitan dan mengusung satu tema sama.
Penyuntingan bertujuan untuk menyempurnakan
atau untuk mengurangi kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi dalam suatu
teks. Oleh karena itu, seorang penyunting setidaknya harus:
1. mengetahui cara penulisan karangan yang
baik,
2. memahami masalah yang dibahas dalam
karangan itu, serta memahami aturan-aturan kebahasaan, seperti masalah ejaan
dan tanda baca. Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan dengan langkah-langkah
berikut. 1. Penyiapan teks (ceramah) yang akan disunting.
2. Penyediaan bahan-bahan pemandu penyuntingan,
seperti pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dan kamus. Selain itu, bahan-bahan
tersebut harus disesuaikan dengan karangan yang akan disunting. Kalau itu
berupa naskah ceramah, bahan pemandunya adalah buku tentang teknik penulisan
ceramah.
3. Mencermati bahan suntingan secara cermat,
baik itu berkenaan dengan cara penyajian isi maupun bahasanya.
4. Memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam
bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber-sumber yang dapat
dipercaya.
D.
Cara Meneladani Kehidupan Dari Cerita Pendek
Untuk
lebih memahami dan mengenal mengenai teks cerita pendek disini saya akan
jelaskan mengenai pengertian apa itu cerita pendek, struktur isi cerita pendek,
ciri bahasa, unsur intrinsik dan juga ektrinsik, langkah-langkah membuat teks
cerita pendek dan juga contoh dari teks cerita pendek secara terperinci,
sehingga anda diharapkan akan mampu:
·
Mengenal struktur isi
teks cerita pendek
·
Mengenal ciri
bahasa teks cerita pendek
·
Memahami isi teks
cerpen
·
Memahami Interpretasi
isi (unsur intrinsik dan ekstrinsik) dalam teks cerita pendek
·
Dapat mengetahui
Persamaan/perbedaan struktur isi dan ciri bahasa dua teks cerita
pendek
·
Mengetahui
Langkah-langkah penulisan teks cerita pendek (menggali pengalaman, menemukan
topik, mengembang kan topik sesuai dengan struktur isi dan ciri bahasa), dll.
·
Mampu melakukan
Analisis isi teks cerita pendek
·
Mampu melakukan
Analisis bahasa teks cerita pendek
·
Dapat melakukan
penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks cerita pendek
·
Dapat melakukan
penyuntingan bahasa sesuai dengan: struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca
PENGERTIAN CERPEN
Pengertian Cerpen
adalah karangan pendek yang berbentuk prosa, yang mengisahkan sepenggal
kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan dan
menyenangkan, serta mengandung pesan yang tidak mudah dilupakan.
Sedangkan Pengertian
Cerpen Menurut Ahli, Jakob Sumardjo (2004: 10) : Cerita pendek adalah cerita
atau narasi (bukan analisa argumentatif) yang fiktif (tidak benar- benar
terjadi tapi bisa terjadi kapan saja dan di mana saja) serta relatif pendek.
Dan cerita fiktif yang pendek berdasarkan realitas tersebut hanya mengandung
satu kejadian untuk satu efek bagi pembaca.
Cerita pendek berasal
dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba
pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya
novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan
contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.
CIRI-CIRI CERPEN
Untuk membedakan
Cerita Pendek (cerpen) dengan novel atau teks lainnya maka kita perlu
mengetahui ciri-cirinya, sehingga berdasarkan ciri-ciri tersebut maka kita akan
lebih mudah menganalisa sebuah teks untuk membedaakan apakah teks itu cerpen atau
bukan, bahkan kita juga akan lebih mudah memproduksi teks cerita pendek, yang
koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat.
Adapun ciri-ciri dari
cerpen secara umum adalah sebagai berikut:
·
Panjang karangan ±
3-10 halaman (kurang dari 10.000 kata )
·
Ceritanya singkat,
pendek, padat, dan berarti dan lebih pendek daripada novel.
·
Ceritanya fiktif dan
rekaan
·
Penggunaan
kata-katanya sangat ekonomis
·
Habis dibaca sekali
duduk
·
Penokohannya sangat
sederhana, singkat, dan tidak mendalam
·
Sumber cerita dari
kehidupan sehari-hari
·
Mengangkat masalah
tunggal kehidupan pelaku
·
Tokoh-tokohnya
mengalami konflik sampai pada penyelesaian
·
Penggunaan
kata-katanya (khas) dan mudah dikenal masyarakat
·
Meninggalkan kesan
mendalam dan efek terhadap perasaan pembaca
·
Menceritakan satu
kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis
·
Beralur tunggal dan
lurus
CIRI ATAU KAIDAH
KEBAHASAAN CERPEN
Cerpen juga
karakteristiknya dapat dikenal dari bahasa yang digunakan di dalamnya, ciri
bahasa dari cerpen adalah sebagai berikut:
Memuat kata sifat yang
mendeskripsikan pelaku seperti penampilan fisik juga kepribadian tokoh yang
diceritakan dalam cerpen, seperti misalnya sosoknya tinggi atau perawakannya
gagah, rambutnya beruban dan sifat tokoh lainnya.
Memuat kata keterangan
untuk mendeskripsikan latar waktu tempat dan suasana, sebagai contoh misalnya:
di pagi hari yang cerah, di kebun bambu yang rimbun dengan dedaunan dan lain
sebagainya.
·
Menggunakan kalimat
langsung dan juga tidak langsung untuk penulisan dalam percakapan di dalam
cerpen
·
Bisa menggunakan gaya
bahasa yang bersifat konotasi seperti misalnya : pucuk langit, memanggang bus,
bajing loncat dan mulut terminal.
·
Bahasa yang
digunakan tidak baku dan tidak formal.
·
Bisa menggunakan gaya
bahasa Perbandingan, pertentangan, pertautan maupun perulangan
STRUKTUR ISI DARI
CERPEN
Untuk lebih memahami
isi sebuah cerpen maka kita perlu mengetahui struktur isi yang biasa dilibatkan
dalam sebuah cerpen, sebagai berikut:
ABSTRAK: ringkasan/inti cerita, dalam cerpen abstrak ini sifatnya
opsional boleh di libatkan atau tidak, tidak jadi masalah.
ORIENTASI: pengenalan latar cerita atau bagian pendahuluan
dalam sebuah cerita, baik pengenalan sifat tokoh tempat terjadinya peristiwa
dalam cerita, maupun pengenalan suasana dalam cerita.
KOMPLIKASI: bagian yang memuat masalah konflik dalam
cerita, masalah mulai timbul karena sebab-akibat rangkaian peristiwa,
kemudian sampai pada klimaks.
EVALUASI: penurunan masalah yaitu struktur konflik yang
terjadi yang mengarah pada klimaks mulai mendapatkan penyelesaian dari konflik
tersebut.
RESOLUSI: penyelesaian masalah yaitu struktur teks yang
mengungkapkan solusi yang dialami tokoh atau pelaku.
KODA: pelajaran yang bisa dipetik dari cerita oleh si
pembaca, koda ini sifatnya opsional boleh dilibatkan atau pun tidak
UNSUR INTRINSIK DAN
EKTRINSIK CERPEN
Unsur Intrinsik adalah
suatu unsur yang menyusun suatu karya sastra dari dalam yang mewujudkan
struktur sebuah karya sastra. sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang
berada diluar karya sastra yang dapat dijadikan pembentuk sebuah karya sastra.
Jadi secara singkat
unsur intrinsik adalah unsur yang terdapat di dalam teks cerpen sedangkan unsur
ektrinsik adalah unsur yang terdapat diluar teks cerpen.
UNSUR INTRINSIK CERPEN
Unsur intrinsik yang
menyusun suatu cerpen terdiri dari tema cerita, alur cerita atau plot, latar,
penokohan dan sudut pandang, secara lengkap dan dijelaskan sebagai berikut:
TEMA CERITA
Tema biasanya dalam
karya sastra berisfat mengikat dan merupakan Tema merupakan suatu gagasan pokok
atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan,
Tema disaring dari motif- motif yang terdapat dalam karya yang bersangkutan
yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa, konflik, dan situasi tertentu.
ALUR CERITA ATAU PLOT
Plot atau alur adalah
struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai urutan
bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi. Dengan demikian, plot merupakan
perpaduan unsur-unsur yang membangun cerita sehingga menjadi kerangka utama
cerita. Plot biasanya berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya
dihubungkan secara sebab-akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan
terjadinya peristiwa yang lain.
PENOKOHAN
Dalam sebuah cerita
pendek sering melibatkan istilah-istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan
perwatakan, atau karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk
pengertian yang hampir sama. Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan
karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Sementara tokoh adalah orang/pelaku yang
berperan dalam cerita
LATAR
Sebuah cerita pada
hakikatnya ialah peristiwa atau kejadian yang menimpa atau dilakukan oleh satu
atau beberapa orang tokoh pada suatu waktu tertentu dan pada tempat tertentu.
Lantas apa itu latar di dalam cerpen ?,
Latar Tempat, Latar tempat mengacu pada lokasi terjadinya
peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang
dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu serta inisial
tertentu.
Latar Waktu, Latar waktu berhubungan dengan masalah ” kapan ”
terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi.
Masalah ”kapan” teersebut biasanya dihubungkan dengan waktu.
Latar Sosial, Latar sosial mengacu pada hal-hal yang berhubungan
dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya
fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam
lingkup yang cukup kompleks serta dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat,
tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap. Selain itu
latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan.
SUDUT PANDANG
Sudut pandang adalah
cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita atau dari sudut mana
pengarang memandang ceritanya. Berikut ini beberapa sudut pandang yang dapat
digunakan pengarang dalam bercerita:
- Sudut pandang
orang pertama, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti aku atau
saya. Dalam hal ini pengarang seakan-akan terlibat dalam cerita dan
bertindak sebagai tokoh cerita.
- Sudut pandang
orang ketiga, sudut pandang ini biasanya menggunakan kata ganti orang
ketiga seperti dia, ia atau nama orang yang dijadikan sebagai titik berat
cerita.
- Sudut pandang
pengamat serba tahu, Dalam hal ini pengarang bertindak seolah-olah
mengetahui segala peristiwa yang dialami tokoh dan tingkah laku tokoh.
- Sudut pandang
campuran, (sudut pandang orang pertama dan pengamat serba tahu). Pengarang
mula-mula menggunakan sudut pandang orang pertama. Selanjutnya serba tahu
dan bagian akhir kembali ke orang pertama.
UNSUR EKTRINSIK CERPEN
Selain
unsur intrinsik di dalam sebuah cerpen juga terdapat unsur ektrinsik atau unsur
-unsur yang berada diluar karya sastra yang dapat dijadikan pembentuk sebuah
karya sastra, biasanya selalu menyangkut sebuah latar belakang, meliputi latar
belakang masyarakat, nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen itu sendiri
dan juga latar belakang masyarakat.
Untur ektrinsik sebuah
cerpen secara lengkap adalah sebagai berikut:
A. Latar
belakang masyarakat
Latar belakang
masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi cerpen berupa faktor-faktor di
dalam lingkungan masyarakat dimana penulis berada sehingga berpengaruh terhadap
penulis itu sendiri.
Diantara latar belakang yang mempengaruhi penulis dalam menulis cerpen adalah;
Ideologi suatu negara, konsisi ideologi suatu negara sangat mempengarui hasil
karya sastra, diantaranya cerpen. Setiap negara yang mempunyai ideologi yang
berbeda akan melahirkan hasil karya sastra yang berbeda pula.
Kondisi politik suatu negara, konsisi politik suatu negara atau wilayah akan
sangat mempengaruhi hasil sebuah karya sastra, semisal cerpen. Misalnya,
pergolakan konsisi polikit dalam suatu waktu akan mempengaruhi hasil sebuah
karya sastra.
Kondisi ekonomi suatu negara, kondisi perekonomian sebuah bangsa atau negara
juga akan ikut berpengaruh terhadap hasil dari sebuah karya sastra termasuk
karya sastra cerpen.
Konsisi sosial suatu negara, Selain kondisi ideologi, politik dan perekonomian
suatu negara, kondisi sosial juga akan mempengaruhi hasil sebuah karya sastra.
B. Biaografi pengarang
atau latar belakang penulis
Latar belakang penulis
adalah faktor-faktor yang terdapat dari dalam diri pengarang itu sendiri yang
memotivasi atau mempengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen. Latar
belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, antara lain:
·
Aliran sastra penulis,
aliran sastra merupakan agama bagi seorang penulis dan setiap penulis memiliki
aliran sastra yng berbeda-beda. Hal ini sangat berpengaruh jug terhadap gaya
penulisan dan genre cerita yang biasa diusung oleh sang penulis di dalam
karya-karyanya.
·
Riwayat hidup sang
penulis, Riwayat hidup sang penulis berisi tentang biografi sang penulis
secara keseluruhan. Faktor ini akan mempengaruhi jalan pikir penulis atau sudut
pandang mereka tentang suatu cerpen yang dihasilkan dari pengalaman-pengalaman
hidup mereka. Kadang-kadang faktor ini mempengaruhi gaya bahasa dan genre
khusus seorang penulis cerpen.
·
Kondisi psikologis,
Kondisi psikologis merupakan mood atau motivasi seorang penulis ketika menulis
cerita. Mood atau psikologis seorang penulis ikut mempengaruhi apa yang ada di
dalam cerita mereka, misalnya jika mereka sedang sedih atau gembira mereka akan
membuat suatu cerita sedih atau gembira pula.
C. Nilai-nilai yang
terkandung di dalam cerpen
Unsur ektrinsik yang
ke 3 yang terdapat di dalam sebuah cerpen adalah nilai-nilai yang terkandung di
dalam cerpen itu sendiri yang meliputi:
Nilai moral, Nilai
moral adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan
dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu
cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik maupun nilai yang buruk.
Nilai budaya, Nilai
budaya adalah nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai-nilai kebiasaan,
tradisi, adat istiadat yang berlaku.
Nilai agama, Nilai
agama adalah hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran yang terkandung di
dalam cerpen yang berkaitan dengan ajaran agama.
Nilai sosial, Nilai
sosial adalah nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh-tokoh
yang ada di dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan dan masyarakat sekitar
tokoh.
LANGKAH-LANGKAH
MENULIS CERPEN
Agar anda mampu
memproduksi sebuah cerpen maka anda harus menggunakan pendekatan khusus berupa
langkah-langkah dalam menulis cerpen, sebagai berikut:
1. Observasi
(pengamatan) dan menentukan tema
Melakukan observasi
(pengamatan, penelitian, mengungkap pengalaman) dapat memunculkan tema
tertentu. Rumusan tema kadang-kadang membutuhkan penjabaran melalui observasi.
Jadi observasi dan tema bisa saling melengkapi. Observasi dapat dilakukan
dengan melihat suatu peristiwa, mendengar cerita orang lain, atau pengalaman
pribadi.
2. Menentukan latar ,
tokoh ,sudut pandang, dan konflik
Menentukan
latar,tokoh,konflik dan sudut pandang dalam cerpen yang akan ditulis
berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.
3. Menyusun
peristiwa-peristiwa
Menyusun
peristiwa-peristiwa yang akan diceritakan dalam rangkaian alur yang dimainkan
dalam latar tertentu. Peristiwa-peristiwa tersebut memuat konflik yang dialami
oleh tokoh dalam cerpen.
4. Memilih kata-kata
Mengembangkan
peristiwa menjadi cerpen dengan pilihan kata yang menarik. Pilihan kata yang
digunakan dapat menggunakan kata-kata dari bahasa daerah, bahasa asing , dan
bahasa gaya remaja.
Demikian artikel
tentang Teks Cerita Pendek (Cerpen): Pengertian, struktur isi, ciri bahasa,
unsur intrinsik dan ektrinsik, langkah penulisan, semoga bermanfaat.
E. HAKIKAT
PENGERTIAN PROPOSAL
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita sering mengadakan suatu acara atau
kegiatan. Dalam melakukan suatu acara tersebut kita perlu
merencanakannya terlebih dahulu. Rencana tersebut disebut proposal. proposal
adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk
menjabarkan atau menjelasan sebuah rencana dan tujuan
suatu kegiatan kepada pembaca. Diharapkan proposal tersebut dapat
memberikan informasi yang detail kepada pembaca, sehingga akhirnya
memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan. Berdasarkan kajian etimologis,
proposal berasal dari kata bahasa inggris propose yang berarti
mengusulkan, mengemukakan, atau menawarkan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), proposal berarti rencana yang dituangkan dalam bentuk
rancangan kerja. ( Departemen Pendidikan Nasional, 2005 : 23 )
1. CIRI-CIRI
PROPOSAL
Adapun
ciri-ciri proposal sebagai berikut : ( Hadi, 2000 : 15 )
1.
Proposal dibuat untuk meringkas kegiatan yang
akan dilakukan.
2.
Proposal dibuat dengan singkat agar donatur
atau pihak tertentu mengetahui pokok isi acara yang akan diselenggarakan.
3.
Sebagai pemberitahuan pertama suatu kegiatan.
4.
Proposal seharusnya diberikan kepada donatur
atau instansi terkait minimal satu bulan sebelum acara sebagai pemberitahuan
kepada instansi atau donatur tersebut.
5.
Berisikan tujuan-tujuan, latar belakang acara.
6.
Proposal disusun dengan tujuan-tujuan yang
biasanya disesuaikan dengan latar belakang sebuah acara.
7.
Berupa lembaran-lembaran pemberitahuan yang
telah dijilid yang nantinya diserahkan kepada yang penyelenggara acara.
8.
Proposal pada dasarnya berupa lembaran-lembaran
yang berisi sebuah susunan acara atau kegiatan yang diserahkan penyelenggara
kepada donatur.
9.
Salah satu ciri proposal adalah adanya pihak
yang mengajukan. Pihak yang mengajukan tersebut sebagai pihak yang mengusulkan
suatu rencana atau kegiatan.
10. Adanya
pihak yang menyetujui menjadi salah satu dari ciri dari proposal. Hal ini
berkaitan dengan salah satu fungsi proposal yakni sebagai legalisasi suatu
rencana kegiatan.
11. Gambaran
kegiatan disertakan dalam proposal berguna untuk memberikan informasi pada
siapapun yang hendak ditunjukan proposal tersebut agar memiliki atau mengetahui
apa yang sebenarnya keinginan atau maksud yang terkandung dalam proposal
tersebut.
12. Proposal
mempunyai ciri persuasif yaitu dapat diartikan sebagai bentuk seni baik verbal
maupun non verbal yang bertujuan untuk menyakinkan seseorang agar melakukan
sesuatu yang dikehendaki pada waktu sekarang maupun yang akan datang.
13. Proposal
disusun sebelum membuat rencana kerja secara keseluruhan, ini bermaksud agar
penerima mengetahui gambaran kegiatan secara keseluruhan kegiatan yang akan
disetujuinya.
14. Proposal
bersifat bisnis, maksudnya proposal dibuat dengan tujuan untuk mengajukan
kerjasama dan perjanjian atas suatu kegiatan.
15. Proposal
disusun harus mempunyai sasaran dan tujuan yang jelas agar proposal tersebut
bisa diterima dan disetujui oleh pihak yang menerima proposal dalam mengadakan
pertimbangan.
2.
MANFAAT PROPOSAL
Adapun
manfaat pembuatan proposal sebagai berikut : (Hasnun, 2007 : 26)
1.
Menjadi rencana yang mengarahkan panitia
dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
2.
Menjelaskan secara tidak langsung kepada
pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.
3.
Untuk meyakinkan para donatur atau sponsor
agar mereka memberikan dukungan material maupun finansial dalam mewujudkan
kegiatan yang telah direncanakan.
4.
Sebagai gambaran awal sebuah kegiatan.
5.
Sebagai alat untuk memperoleh persetujuan
dari pihak berwenang.
6.
Sebagai alat pengontrol jalannya kegiatan.
7.
Sebagai alat evaluasi kegiatan.
8.
Sebagai salah satu alat untuk memperluan
jaringan kerja dan komunikasi.
3. KEUNGGULAN
PROPOSAL DAN KELEMAHAN PROPOSAL
Keunggulan
proposal adalah sebagai berikut: (Jay, 2006 : 18 )
1.
Dapat menarik sponsor untuk memberikan
sumbangan dana
2.
Dapat menjadi bukti legalitas
3.
Memperlancar dan mempermudah pelaksanaan
kegiatan
4.
Memperkecil masalah yang timbul dalam suatu
kegiatan
5.
Sebagai rancangan biaya
6.
Transparan, efektif, dan efisien
Kelemahan
proposal adalah sebagai berikut: ( Jay, 2006 : 18 )
1.
Tidak memiliki kekuatan tanpa adanya juru
bicara
2.
Memiliki tingkat kepercayaan yang rendah
4. TUJUAN
PENYUSUNAN PROPOSAL
Adapun
tujuan penyusuan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 51 )
1.
Menjelaskan secara tidak langsung kepada
pihak-pihak yang ingin mengetahui kegiatan tersebut.
2.
Menjadi rencana yang mengarahkan panitia
dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
3.
Untuk menyakinkan para donator atau sponsor
agar mereka memberikan dukungan meterial maupun finansial dalam mewujudkan
kegiatan yang telah direncanakan.
4.
Mendapatkan persetujuan.
5.
Sebagai titik acuan.
5.
SYARAT-SYARAT MENYUSUN PROPOSAL
Syarat-syarat
yang harus dipenuhi dalam menyusun proposal yang baik sebagai berikut: (Hadi,
2000 : 36 )
1.
Sistematis artinya proposal yang disusun
harus berurutan secara sistematis menurut pola tertentu, dari yang paling
sederhana hingga yang paling kompleks agar efektif dan efisien
2.
Berencana artinya proposal tersebut dibuat
secara sengaja dan telah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaanya, serta
mengacu pada tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.
3.
Mengikuti konsep ilmiah artinya pengerjaan
proposal mulai dari awal hingga akhir harus sesuai dengan cara-cara atau metode
ilmiah yang sudah ditentukan.
4.
Jelas dan dapat dimengerti proposal yang
dibuat harus jelas dan menggambarkan kegiatan yang kan dilaksanakan. Sehingga
pihak penerima dapat mendapatkan gambaran jelas tentang kegiatan yang kan
dilaksanakan tersebut.
Dalam Suatu
proposal pastinya akan memiliki bagian-bagian yang penting dalam proposal yaitu
meliputi: ( Jay, 2006 : 16 )
1.
Waktu
dan Tempat Pelaksanaan
Harus dijelaskan
waktu dan tempat dilaksanakannya kegiatan secara tepat dan jelas.
2.
Sasaran
Kegiatan
Sasaran kegiatan
yang merupakan objek yang menjadi sasaran dari pelaksanaan kegiatan
yang diajukan. Contoh dalam suatu kegiatan “LKMM”, sasaran kegiatannya adalah
mahasiswa.
3.
Susunan
Panitia
Susunan panitia merupakan
pelaksana dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas dengan
sistematika yang mudah dipahami.
4.
Susunan
Acara
Susunan acara
merupakan pelaksanaan dari kegiatan yang diajukan. Harus disusun secara jelas
dengan sistematika yang mudah dipahami. Dengan minimal memuat unsur
waktu, kegiatan, tempat dan penanggung jawab.
5.
Rancangan
Anggaran Biaya
Merupakan rancangan
perkiraan pengeluaran yang akan digunakan dalam kegiatan yang diajukan. Format
anggaran terdiri atas, nomor urut, kebutuhan seksi, volume, dan jumlah (contoh
terlampir)
6.
Penutup
Merupakan kata
penutup dari proposal yang diajukan. Berisi kata harapan dan terima kasih.
7.
Pengesahan
Bagian pengesahan
digabung dengan sub bab sebelumnya (tidak dibuat dalam lembar tersendiri) yang
berisi :
a. Tanggal pengesahan
b. Instansi pelaksana kegiatan
c. Pengesahan
Selain dari
bagian-bagian proposal tersebut, adapun juga hal yang penting yang harus
diperhatikan dalam pembuatan proposal yaitu : ( Hasnun, 2007 : 20 )
1.
Penempatan dan penggunaan kata yang tepat
2.
Menghindari penggunaan kalimat panjang dan
bertele-tele
3.
Penggunaan paragraph
4.
Penggunaan ejaan
5.
Sebaiknya proposal ditulis dengan huruf yang
mudah dibaca
6.
Tidak menyisakan kekosongan yang luas
7.
Menggunakan spasi 1.5
8.
Margin
9.
Diberi nomer halaman
10. Format
bullet atau angka dpat digunakan ketika ada tiga poin atau lebih dalam satu
paragraph
11. Menggunakan
jenis kertas yang netral.
12. Sebaiknya
tidak menggunakan kemasan yang tampak mahal
13. Ejaan
dan tatabahasa sebaiknya diperiksa ulang
14. Sumber
referensi luar harus disebut dengan tepat
15. Proposal
beserta dokumen lain diletakkan dalam sebuah folder atau binder
16. Sebaiknya
disertakan surat pengantar
17. Proposal
perlu memiliki struktur dan logika yang jelas
18. Penulisan
kegiatan harus jelas
19. Hasilnya
harus dapat diukur/dinilai dengan angka-angka yang pasti
20. Kirimkan
proposal hanya jika telah pasti bahwa proposal telah memenuhi kriteria donator
21. Mencantumkan nama organisasi dan tanggal pada
setiap dokumen
22. Jelaskan
berapa banyak dana dan moril yang dibutuhkan dari donator
23. Jumlah
dana yang diperlukan dalam kegiatan harus rasional
24. Jelaskan
tujuan jangka panjang organisasi dan tujuan jangka pendek dari kegiatan yang
dilakukan
25. Penyusunan
proposal hendaknya menunjuk orang atau beberapa orang yang ahli dalam
menyusun proposal, sebaiknya yang memiliki keterkaitan dengan kegiatan
yang diselenggarakan
26. Penyusun
proposal mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang diperlukan, yaitu
berupa bahan-bahan hasil kesepakatan seluruh panitia
27. Menyusun
draft proposal dengan sistematis, menarik, dan realistis
28. Proposal dibicarakan dalam forum musyawarah
untuk dibahas, direvisi dan disetujui
29. Dibuat
proposal yang telah disempurnakan untuk dipergunakan dengan semestinya
30. Proposal
diperbanyak dan didistribusikan kepada pihak-pihak yang dituju, baik
internal maupun eksternal
6.
JENIS-JENIS PROPOSAL
Adapun jenis atau pun ragam-ragam dari
proposal yaitu : (Hadi, 2000 : 40 )
1. Formal
Proposal berbentuk
formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal,
dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan
halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan
pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang,
pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar),
metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian,
waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka,
lampiran, tabel, dan sebagainya.
2. Non Formal
Proposal non formal
merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak
memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti bentuk
formal. Proposal non formal biasanya
disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat sehingga sebuah proposal non
formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran,
pemecahan, dan permohonan.
3. Semi Formal
Proposal semi
formal hampir sama dengan proposal non formal yaitu variasi atau bentuk lain
dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau
tidak selengkap seperti bentuk formal Sedangkan ragam proposal berdasarkan
tujuan penulisnya adalah sebagai berikut:
4. Proposal riset/penelitian
Proposal
riset/penelitian adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan
riset maupun penelitian. Proposal penelitian terdiri atas, sebagai berikut:
5. Proposal penelitian pengembangan
Kegiatan penelitian
pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan
kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan
suatu permasalahan.
6. Proposal penelitian kajian pustaka
Proposal kajian
pustaka menggunakan telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah dan
pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan
pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara
mengumpulkan data atau informasi dari berbgai sumber pustaka yang kemudian
disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.
7. Proposal penelitian kualitatif
Proposal penelitian
kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan
pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan
dalam penelitian kualitatif
8. Proposal penelitian kuantitatif
Proposal
kuantitatif pada dasarnya menggunakan suatu penelitian dengan pendekatan
deduktif-induktif.
9. Proposal acara
Proposal acara
adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan pengadaan suatu acara/kegiatan.
10. Proposal kerjasama
Proposal kerjasama
adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan usulan kerja sam dengan
pihak/lembaga lain.
11. Proposal permohonan dana
Proposal permohonan
dana dalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan/ permintaan
dana.
12. Proposal kerja praktek
Proposal kerja
praktek adalah proposal yang bertujuan untuk mengajukan permohonan kerja
praktek.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Teks prosedur
kompleks adalah teks yang berisikan langkah-langkah melakukan sesuatu secara
yang dijelaakan secara menyeluruh,terperinci,dan
keseluruhan lagkah-langkah itu biasanya tidak tetapi
apabila teks prosedur mengandung langkah-langkah yang di bolak-balik ,teks
prosedur tersebut disebut protocol. kalimat dalam teks prosedur
ada tiga yaitu:kalimat imperative,deklaratif dan introgatif
Proposal
adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinciu ntuk suatu
kegiatan yang bersifat formal, dan untuk mendapat persetujuan maupun bantuan
dari pihak lain. Adapun ciri-ciri proposal sebagai berikut Ada pihak yang
mengajukan, Ada pihak yang menyetujui, Terdapat gambaran kegiatan secara umum,
Dibuat untuk meringkas kegiatan yang akan dilakukan, Sebagai pemberitahuan
pertama suatu kegiatan.
Hal-hal yang perlu
dimuat dalam proposal antara lain :
1.
Nama
proposal
2.
Pendahuluan
3.
Tujuan
4.
bentuk/jenis
kegiatan
5.
Pelaksanaan
6.
panitia
pelaksana (terlampir)
7.
biaya/dana
(rincian terlampir)
8.
Harapan
9.
Lampiran
B. SARAN
Penyusunan suatu proposal yang digunakan sebagai rancangan, rencana, atau
sebagai prasyarat pengajuan kegiatan hendaknya dapat mewakili terhadap kegiatan
yang akan dilaksanakan. Proposal yang merupakan suatu rancangan kerja yang disusun secara
sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang ingin dilakukan hendaknya
dapat mewakili kegiatan itu sendiri. Sehingga ketika ada orang lain yang
membaca akan segera memahami bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan.
DAFTAR PUSTAKA
BUKU BAHASA INDONESIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar