BAB I
PEDAHULUAN
1.
Latar belakang
Tindak lanjut hasil pembelajaran perlu dipahami
siswa dan guru. Jika laporan hasil evaluasi pembelajaran itu kurang maka
seorang guru wajib melakukan tindak lanjut, kemudian mengambil kebijakan
pendidikan seperti melakukan program perbaikn (Remedial) atau pengayaan. Dalam
hal ini seorang siswa, orangtua dan pemerintahan wajib ikut berperan untuk
melakukan tindak lanjut tersebut. Tujuan tindak lanjut ini untuk mengetahui apakah
ada yang masih kurang dalam perencanaan, pelaksanan, dan evaluasi. Kemudian
strategi bagaimana perbaikan yang harus dilakukn oleh kebijkan pendidikan dan pemerintahan. Maka akan
diberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang evaluasi pembelajaran.
2.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan program tindak
lanjut
2. Bagaimana menentukan masalah belajar
3. Bagaimana menentukan keputusan dalam
tindak lanjut hasil belajar
4. Bagaimanakah langkah kegiatan didalam
tindak lanjut dalam evaluasi hasil pembelajaran
5. Bagaimana peran guru dalam evaluasi
pembelajaran
3.
Manfaat Makalah
1. Agar kita dapat memahami apa itu program
tindak lanjut
2. Agar kita memahami masalah proses
belajar mengajar
3. Agar kita mengetahui Bagaimana
menentukan keputusan dalam tindak lanjut hasil belajar
4. Agar kita bisa memahami langkah kegiatan
di dalam tindak lanjut dalam evaluasi hasil pembelajaran
5. Agar kita mengetahui peran guru itu
dalam evaluasi pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Tindak Lanjut (follow up)
Tindak lanjut (follow up adalah suatu tahap
dimana guru harus memikirkan tentang
perbaikan dan penyempurnaan proses pembelajaran, adapun tahap tahap tindak
lanjut (follow up ) adalah :
a. Perbaikan terhadap kelemahan kelemahan
dalam proses pembelajaran yag telah dilakukan,terutama jika ada peserta didik
yang belum mencapi tingkat keberhasilan sesuai dengan yang di harapkan, maka
guru dapat melakukan perbaikan melalui pengajaran remedial (remedial teaching).
b. Penyempurnaan proses pembelajaran
selanjut nya dengan bercermin pada proses pembelajaran sebelumnya setelah
dilakukan perbaikan dan penyesuaian.
Keberhasilan pembelajaran dapat ditinjau dari proses
belajar dan hasil belajar. Guru yang baik adalah guru yang dapat menghantarkan
peserta didik nya berhasil dalam belajar. Untuk mengetahui berhasil tidaknya
peserta didik dalam proses belajar,guru perlu melakukan penilaian terhadap
semua aspek dalam proses belajar. Keberhasilan prose belajar adalah
keberhasilan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Hal ini dapat
diketahui dengan cara mengetahui aktif tidaknya peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran, kerja sama dalam kelompok, kesilitan-kesulitan belajar,
keberanian mengemukakan pendapat dan sebagainya.[1]
Untuk memperoleh informasi mengenai keberhasilan
proses belajar peserta didik, guru dapat menggunakan berbagai teknik, seperti
mengamati ke aktipan peserta didik dalam belajar, baik secara perseorangan
maupun kerjasama kelompok, melakukan wawancara tentang kesulitan kesulitan yang
di hadapi peserta didik, melakukan teks praktik, memberikan tes formatif, dan
sebagainya.
Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi
tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri
dengan kegiatan penilaian hasil belajar. Dari sisi peserta didik, hasil belajar
merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Sebagian hasil belajar
merupakan dampak tindakan guru, suatu pencapaian tujuan pembelajaran.[2]
B.
Menentukan Masalah Belajar
Guru sangat
berperan unttuk mendorong siswa aktif belajar. Dengan dmikian sebagai pendidik
generasi muda bangsa, guru berkewajiban mencari masalah belajar siswa, dan
masalah itu yang dihadapi oleh siswa sendiri seperti:
a.
Pengamatan
perilaku belajar
Sekolah
merupakan pusat pembelajaran.guru bertindak menjelaskan, dan siswa bertindak
belajar, tindakan belajar tersebut dilakukan oleh siswa, sebagaimana tindakan
seseorang maka tindakan tersebut dapat diamati sebagai perilaku belajar.
Sebaliknya tindak belajar dialami siswa sendiri sebagai suatu proses
belajardari waktu ke waktu. Siswa dapat menghentikan sendiri atau memulai
belajar lagi. Dengan kata lain prilaku belajar merupakan gejala belajar.
Sedangkan tindak belajar atau proses belajar merupakan gejala belajar yang
dialami oleh siswa. Misalnya seorsng siswa yang belajar menerjemahkan bahasa
Arab ke bahasa Indonesia, kemudian siswa tersebut meminta penjelasan kepada
gurunya, temannya, kakaknya di rumah. Dan siswa tersebut membuka Al-Qur’an yang
memiliki terjemahan dan jika ia ditanyakan oleh teman sekelasnya ia menyatakan
bahwa ia mengalami kesukaran dan kesukaran tersebut akibat dari kelalaian
kurang memperhatikan pembelajaran. Peristiwa ini melukiskan gejala belajar dari
dua sisi. Dari sisi siswa, siswa mengelami kesukaran sebagai akibat kelalaian
tidak memperhatikan pembelajaran. Dari sisi pengamat, tampak kesibukan siswa
tersebut mencari penjelasan dan penggunaan Al-Qur’an penerjemahan.[3]
Peran pengamatan
perilaku belajar siswa dilakukan sebagai berikut :
1. Menyusun rencana pengamatan, seperti
tindak belajar berkelompok atau belajar sendiri atau yang lainnya.
2. Memilih siapa yang akan di amati,
meliputi bebrapa orang siswa.
3. Menetukan berapa lama berlangsungnya
pengamatan, seperti dua, tiga atau empat bulan.
4. Menentukan hal hal yang akan diamati,
seperti cara siswa membaca.
a. Mencari hal-hal yang diamati.
5. Menafsirkan hasil pengamatan.
a. Menganalisis hasil belajar.
Analisis hasil
belajar siswa merupakan pekerjaan siswa merupakan pekerjaan khusus.hal ini pada
tempatnya di kuasai dan dikerjakan oleh guru. Dalam melakukan analisis hasil
belajar pada tempatnya guru melakukan langkah langkah sebagai berikut :
1.
Merencanakan
analisis sejak awal semester
2.
Merencanakan
jenis jenis pekerjaan siswa yang dipandang sebagai hasil belajar.
3.
Mengumpulkan
hasil belajar siswa, baik yang berupa jawaban ujian tulis, ujian lisan, dan
karya tulis maupun benda.
4.
Melakukan
analisis secara statistika.
5.
Mempertimbangkan
hasil pengamatan belajar siswa seperti perilaku belajar siswa.
6.
Mempertimbangkan
kesukaran bahan ajar bagi kelas.
7.
Guru
juga memperlancarkan suatu angket, evaluasi pembelajaran pada siswa menjelang
akhir semester.
8.
Tes
hasil belajar
Pada tes hasil
belajar siswa seorang guru harus membuat jenis tes yang digunakan umumnya di
golongkan sebagai tes lisan dan tes tertulis. Tes tertulis terdiri dari tes
essay dan tes objek. Tes lisan memiliki kelebihan, kelebihannya adalah misalnya
penguji dapat menguji banyak siswa dalam waktu yang terbatas, objektivitas
pengejaran tes terjamin dan mudah d awasi, penguji dapat menyusun soal soal
yang merata pada tiap pokok bahasan, penguji dengan mudah dapat mmenetukan
standar penilaian dan dalam pengejaran siswa dapat memilih menjawab urutan sola
sesuai kemampuannya.
C.
Keputusan-Keputusan atas dasar evaluasi hasil
belajar
Evaluasi
diarahkan kepada keputusan-keputusan yang menyangkut pengajaran, hasil belajar,
usaha perbaikan, penempatan, seleksi, bimbingan dan penyuluhan, kurikulum dan
penilaian kelembagaan.[4]
1.
Keputusan
tentang pengajaran
Keputusan dalam
bidang kelembagaan adalah salah satu peranan penting dari usaha pengukuran dan
penilaian (evaluasi) ialah untuk mengarahkan pembinaaan keputusan berkenaan
dengan apa yang harus diajarkan atau apa yang harus dipelajari atau di
praktikkan oleh siswa baik secara individu, kelompok maupun klasikal untuk
keperluan ini maka pengukuran dan penilaian/evaluasi harus mampu mengidentifikasikan
kompetensi dalam isi pelajaran ataupun keterampilan yang spesifik.
2. Keputusan tentang hasil belajar
Berkenaan dengan
hasil belajar, hasil pengukuran dan penilaian (evluasi) pendidikan tidak hanya
berguna untuk mengetahui penguasaan siswa atas berbagai hal yang pernah di
ajarkan atau dilatihkan,melainkan juga untuk menjadikan gambaran tentang
pencapaian program program pendidikan secara lebih menyeluruh.
3. Keputusan dalam rangka usaha perbaikan[5]
Kesulitan
belajar siswa perlu dicari sebab sebab nya dan
ditanggulangi melalui usaha usaha
perbaikan kesulitan siswa ini sebab sebab nya dapat terletak pada kurang
dikuasainya secara mantap isi pelajaran tertentu dan dengan demikian usaha
perbaikan nya berkisar pada kemantapan isi pelajaran itu.
4.
Keputusan
berkenaan dengan penempatan
Informasi yang
diperoleh dari pengukuran dan penilaian (evaluasi) dapat dipergunakan sebagai
dasar untuk menentukan perlakuan yang paling tepat bagi setiap siswa, baik
melalui penempatan sesuai dengan minat dan kemampuan, maupun melalui pengelompokan
setara.
5.
Keputusan
berkenaan dengan seleksi
Berdasarkan
informasi yang diproleh melalui pengukuran dan penilaian (evaluasi) dapat
dipilih “bibit unggul” dari siswa untuk program-program tertentu.
6. Keputusan yang berkenaan dengan
kurikulum
Informasi yang
diproleh melalui pengukuran dan penilaian (evaluasi) sangat diperlukan untuk
evaluasi kurikulum.[6]
D.
Langkah kegiatan didalam tindak lanjut dalam
evaluasi hasil pembelajaran
1.
Pengajaran
Remedial
Setelah hasil
dianalisa dan disimpulkan maka dalam kenyataannya kemungkinan ada siswa yang
istimewa/baik, ada yang sedang dan ada pula yang kurang. Untuk siswa yang
kurang, kita berikan kegiatan perbaikan sedangkan untuk siswa istimewa/baik ,
kita berikan program kegiatan pengayaan.
Pada dasarnya,
tugas kewajiban guru bukan hanya mengajar pelajaran pokok saja,melainkan ia
berkwajiban juga memberikan kegiatan pengayaan. Tanpa memperhatikan kegiatan
kegiatan perbaikan dan pengayaan tersebut, keseluruhan proses belajar mengajar
hasil nya akan minim, dengan kata lain guru yang telah menyelenggarakan
pengajaran pokok disertai dengan kegiatan perbaikan dan pengayaan berarti
menunaikan tugas sepenuhnya.
a. Kegiatan perbaikan
Kegiatan
perbaikan diberikan kepada siswa yang belum memenuhi ketentuan satuan acara pelajaran
atau siswa yang belum menguasai tujuan pelajaran, walaupun waktu yang dituntut
untuk kesluruhan siswa telah usai, untuk mengetahui kelambatan ini, tentunya
guru menggunakan tes atau tekhnik tekhnik kesulitan belajar lainnya.
Usaha perbaikan
dalam uraian ini, terutama ditunjukkan pada kelompok pertama yaitu, bagi siswa
yang mengalami keterlambatan belajar, tetapi masih tergolong dalam kelompok
muda diperbaiki.
b. Komponen komponen yang perlu diperbaiki
dalam kegiatan perbaikan sebagai berikut :
1)
Adanya sejumlah siswa yang memerlukan bantuan perbikan pada saat yang
bersamaan.
2).
Tempat yang akan dipakai untuk bantuan perbaikan, mungkin cukup diberikan
didalam kelas saja atau pada situasi lain.
3).
Waktu pelaksanaan perbaikan atau berapa lama waktu perbaikan di laksanakan.
c. Tekhnik
tekhni untuk membantu kesulitan pelajaran
Untuk membantu
siswa mengalami kesulitan belajar, ada beberapa teknik yang dapat digunakan
sebagai berikut ini :
1).
Bantuan individual
Beberapa siswa yang
mengalami kegagalan belajar pada proses tertentu menmpunyai perasaan tidak
pandai. Mereka merasa rendah diri atau inverior bahwa mereka tidak dapat
berhasil bahkan ada yang merasa bahwa mereka berbeda dengan siswa lainnya. Maka
seorang guru perlu memperhatikan bahwa remedi harus dilakukan secaa individual,
tetapi bisa juga remedi dilakukan secara kelompok dengan membuat kelompok
kelompok kecil yang terdiri dari empat atau enam siswa yang memiliki problem sama.[7]
2). Bantuan dalam kelompok kecil
Kesulitan dalam
pelajaran dapat juga dibantu, dalam kelompok kecil seperti, latihan kelompok,
belajar kelompok dan penugasan kelompok.
2. Kegiatan perbaikan
Untuk memberikan
perbaikan dilakukan kegiatan kegiatan seperti berikut ini :
1. Memberikan buku pelajaran yang relevan
dengan tujuan dari satuan acara pelajaran yang bersangkutan.
2. ‘’tutoring’’
adalah bentuk kegiatan perbaikan yang diselenggarakan secara individual oleh
siswa yang istimewa baik atau siswa yang kebih tinggi kelasnya kepada siswa
yang belum menguasai tujuan tujuan pelajaran pada satuan acara pelajaran.
3. Mengajar kembali dalam bentuk kegiatan
perbaikan.[8]
3. Kegiatan pengayaan
Ada dua macam
kegiatan pengayaan yaitu pengayaan vertical dan pengayaan horizontal.
Pengayaan vertical, siswa yang
istimewa/baik dapat langsung berpindah dari satuan acara pelajaran berikut
dengan kemampuan dan kecepatan. Hal ini sukar dilaksanakan, karena nantinya
guru akan menghdapi berbagai ragam kemajuan siswa dan berakibat sukar
mengaturnya.
Pengayaan horizontal, siswa yang
istimewa/baik yaitu telah menguaai pelajaran sesuai dengan hasil yang
ditunjukkan dalam penguasaan.
1. Tujuan pengayaan
a. Menerapkan
pengetahuan atau keterampilan dalam situasi baru
b. Menerapkan lebih lanjut kompetensi siswa
pada pelajaran pokok
c. Melatih cara berfikir untuk mencapai
tingkat yang lebih tinggi
2. Bentuk bentuk pengayaa
a.
Menerapkan
(mengaplikasikan ) konsep pokok bahasan [ada situasi yang berbeda
b.
Menciptakan
alat atau instrument, atau membuat pameran yang berhubungan dengan pengetahuan
yang dipelajari pada pelajaran pokok.
c.
Menelaah
lebih lanjut aspek aspek yang lebih komplek dari konsep yang diajarkan pada
pokok bahasan
d.
Menyatakan
tafsiran atau keyakinannya tentang soal soal yang berhubungan dengan pokok
bahasan.
3. Program perbaikan pokok bahasan
Program perbaikan berdasarkan
bahasan dari mata pelajaran yang sudah ditemukan hasil rata ratanya, yang
rendah pada pokok bahasan tertentu dari suatu mata pelajaran dibandingkan
dengan mata pelajaran lainnya dari kelas yang sama untuk itu perlu dicari fakto
faktor faktor apa yang menyebabkan kelemahan kelemahan tersebut. Sehingga
beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa perlu
diketahui.
a.
Bentuk
bentuk perbaikan pokok bahasan.
1)
Guru
menerangkan kebambali pkok bhahasan yang kurang dimengerti
2)
Siswa
yang istimewa/pandai dapat diminta menerangkan kembali kepada kawan kawannya.
b.
Bentuk
bentuk perbaikan mata pelajaran.
1)
Mengubah
cara mengajar guru jika ini menyebabkan kelemahan tersebut
2)
Menambah
jam pelajaran jika perlu
3)
Mengganti
gurunya jika gurunya penyebab kelemahan
4)
Memperbaiki
cara belajar siswa
5)
Menimbulkan
minat dan mendorong siswa jika bakatnya kurang terhadap pelajarannya.[9]
E.
Peran Guru Dalam Evaluasi Pembelajaran
1. Pengertian peran
Dalam bahasa
inggris peran (Role) berarti tugas sedangkan menurut KBBI peran adalah tindakan
yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu peristiwa.sedangkan peranan asal
katanya peran yang berarti sesuatu yang menjadi bagian atau yang memegang
kepemimpinan utama (dalam suatu hal atau peristiwa).[10]
2. Pengertian guru
Guru merupakan sebagai pelaku utama
dalam penerapan program pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar
mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi
fasilitas belajar bagi murid murid untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai
tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk
membantu proses perkembangan anak. Pendidikan guru di Indonesia sendiri lebih
dikenal dengan istilah pengajar adalah
tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan
tugas khusus sebagai profesi pendidik. Pendidik adalah orang orang yang dalam
melaksanakan tugasnya akan berhadapan dan terinteraksi langsung dengan para
peserta didik nya dalam suatu proses yang sistematis, terencana, dan bertujuan.
Menurut Drs.hj abu ahmadi dan Drs.widodo supriono, peran guru dalam proses
belajar berpusat pada :
a.
Mendidik
anak dengan memberikan pengarahan dan motivasi untuk mencapai tujuan, baik
tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
b.
Memberi
fasilitas, media pengalaman belajar yang memadai.
c.
Membantu
mengembangkan aspek aspek kepribadian siswa, seperti sikap nilai nilai, dan
penyesuaian diri.
Demikianlah dalam proses
pembelajaran, guru tidak terbatas hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja,
akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan
kepribadian murid,ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian
rupa, sehingga dapat merangsang murid untuk belajar aktif dan dinamis dalam
memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.[11]
4.
Peran guru dalam proses pembelajaran.
Peran
utama seorang guru adalah menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan
kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus di lestarikan. Guru
mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, bagaimana pun
hebat nya tekhnologi, peran guru akan tetap diperlukan. Tekhnologi yang konon
bisa memudahkan manusia mencari, mendapat kan informasi, dan pengetahuan, tidak
mungkin dapat mengganti peran sebagai guru. Ada beberapa peran guru dalam
proses pembelajaran antara lain :
a. Guru sebagai demonstrator dengan
perannya atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi
pelajaran yang akan di ajarkannya serta senantiasa mengembangkan dan meningkat
kan kemampuannya.
b. Guru sebagai pengelola kelas, tujuan
pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas untuk
bermacam macam kegiatan pembelajaran agar mencapai hasil pembelajaran yang
baik.
c. Guru sebagai fasilitator, guru hendaknya
memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan, karna
media pendidikan merupakan alat komunikasi untuk lebih mengefektifkan proses
belajar mengajar.
d. Guru sebagai evaluator, fungsi ini
dimaksudkan agar guru mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan telah
mencapai apa belum dan apakah materi yang telah di ajarkan sudah cukup tepat
e. Guru sebagai motivator dalam proses
pembelajaran. Motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting.[12]
[1] Zainal
Arifin, Evaluasi pembelajaran,
(Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2016) hlm. 297.
[2] Ibid. hlm. 298.
[3] http://www.google.co.id/amp/s/wrosandi.wordpress.com/2014/04/05/3-cara-menentukan-masalah-masalah-belajar/amp/. Diakses pada selasa tanggal 06 Maret 2018 jam 12.07.
[4] Slameto,
Proses belajar mengajar dalam system
kredit semester, (Jakarta: Bumi aksara, 1991). Hlm. 216.
[5] Ibid. hlm. 217.
[6] Ibid. hlm. 218.
[7] Sukardi,
Evaluasi Pendidikan, (Jakarta Timur:
Bumi Aksara, 2008), hlm. 234.
[8] Op. Cit. hlm. 229.
[9] Ibid. hlm. 230.
[10] Poerwadarmita,
Kamus umum bahasa Indonesia,
(Jakarta: Balai pustaka, 1976), hlm.735.
[11] Abu
ahmadi dan Widodo supriyono, Psikologi
belaajar, (Jakarta: Rineka cipta,
1991), hlm.99.
[12] Haidir
dan Salim,Strategi pembelajaran, (Medan: Perdana publishing, 2012), hlm. 61.