unsur fungsi dan pengertian komunikasi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Ada dugaan kuat
bahasa nonverbal muncul sebelum bahasa verbal. Konon, hewan perimata (kera,
monyet, gorila, dan sejenisnya) berevolusi sejak kira-kira 70juta tahun lalu,
salah satu spesies berkembang menjadi mahluk yang mirip manusia (hominid). Komunikasi Verbal termasuk
penggunaan kata-kata atau tulisan. Bahasa yang digunakan seseorang biasanya
mengisyaratkan arti khusus yang kadang hanya dimengerti oleh komunitas tempat
individu berbeda. Sehingga dengan bahasa yang diucapkan atau dituliskan. kita
dapat menebak seseorang berasal dari komunitas mana.
Bentuk awal
komunikasi mendahului evolusi bagian otak (neocortex)
yang berperan dalam penciptaaan manusia. Jadi komunikasi nonverbal lebih tua
dari pada komunikasi verbal. Kita lebih awal melakukannya, karena usia
kira-kira 18 bulan, kita bergantung kepada sentuhan, senyuman, pandangan mata,
dan sebagainnya.
Komunikasi
nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan
kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak, isyarat, bahasa
tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. penggunaan objek seperti pakaian,
potongan rambut, dan sebagainnya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti
intonasi, penekanaan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
B.
Rumusan
Masalah
a.
Apa
pengertian, unsur, dan fungsi dari Komunikasi Verbal?
b.
Apa
pengertian, kakteristik, bentuk-bentuk, dan fungsi dari Komunikasi Nonverbal?
C.
Tujuan
Adapun tujuan makalah ini dibuat adalah untuk membantu memberikan penjelasan
kepada pembaca tentang Komunikasi Verbal dan Nonverbal dan menjadi pengetahuan
bagi teman-teman yang membaca sebagai meteri pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Komunikasi
Verbal
a.
Pengertian
Komunikasi Verbal
Melalui bahasa
nasional, orang bisa berhubungan tanpa memandang agama dan warna kulit.
Demikian juga dengan halnya bahasa inggris yang diterima sebagai bahasa di
dunia, memungkinkan orang bisa kemana-mana tanpa banyak menemukan kesulitan.
Sebagai alat
pengikat dan perekat dalam hidup bermasyarakat, bahasa dapat membantu kita
menyusun struktur pengetahuan menjadi logis dan mudah diterima oleh orang lain.
Sebab bagaimana sebuah ide, jika tidak disusun dengan bahasa yang lebih
sistematis sesuai dengan aturan yang telah diterima maka ide yang baik akan
menjadi kacau.[1]
Potter dan Perry
(1987) menyatakan bahwa komunikasi verbal termasuk penggunaan kata-kata atau
tulisan. Bahasa yang digunakan seseorang biasanya mengisyaratkan arti khusus
yang kadang hanya dimengerti oleh komunitas tempat individu berbeda. Sehingga
dengan bahasa yang diucapkan atau dituliskan. kita dapat menebak seseorang
berasal dari komunitas mana.
Contoh:
komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media,
seperti seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi
verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara
komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan
menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.
b.
Unsur
Komunikasi Verbal
Lebih lanjut
Potter dan Perry (1987) mengidentifikasi bahwa komunikasi verbal sangat
dipengaruhi beberapa faktor yaitu denotative dan connotative meaning
(kemaknaan), vocabulary (perbendaharaan kata), pacing (kecepatan), intonation
(nada suara), clarity dan brevity (kejelasan dan keringkasan), dan timing and
relevance (waktu dan relevasi).
Kemaknaan dari kata, kalimat, atau bahasa yang
digunakan seseorang menjadi hal yang sangat relevan untuk dikaji dan dimengerti
oleh orang yang sedang melakukan proses komunikasi verbal. Sebab bisa jadi satu
kata akan mengandung beribu makna. Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi
verbal, yaitu:
a)
Bahasa
Pada dasarnya
bahasa adalah suatu sistem lamabang yang memungkinkan orang berbagi makna.
Dalam komunikasi verbal, lambing bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal
melalui lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektroni. Bahasa suatu bangsa
atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antar warganya satu sama lain.
Bahasa memiliki
banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya
dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu adalah:
1.
Untuk
mempelajari tentang dunia sekeliling kita.
2.
Untuk
membina hubungan yang baik diantara sesame manusia.
3.
Untuk
menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.
Menurut para
ahli, ada tiga teori yang membicarakan sehingga orang bisa memiliki keputusan
berbahasa:
1.
Teori
Operant Conditioning yang dkembangkan oleh seorang ahli psikologi oleh seorang
ahli psilkologi behavioristik yang bernama B. F. Skiner (1957).
Teori ini menekankan unsur rangsangan
(stimulus) dan tanggapan (response) atau lebih dikenal dengan istilah S. R.
teori ini menyatakan bahwa jika satu organisme dirangsang oleh stimuli dari
luar, orang cenderung akan memberi reaksi. Anka-anak mengetahui bahasa karena
ia diajarkan oleh orang tuanya atau meniru apa yang diucapkan oleh orang lain.
2.
Teori
Kognitif yang dikembangkan oleh Noam Chomsky. Menurutnya kemempuan berbahasa
yang ada pada manusia adalah pembawaan biologis yang dibawa lahir.
3.
Teori
Mediating theory atau teori penengah. Dikembangkan oleh Charles Osgood. Teori
ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, tidak
saja bereaksi terhadap rangsangan (stimuli) yang diterima dari luar, tetapi
juga dipengaruhi oleh proses internal yang terjadi dalam dirinya.[2]
b)
Kata
Kata merupakan
inti lambang terkecil dalam bahasa. Kata adalah lambang yang melambangkan atau
mewakili sesuatu hal, seperti orang, barang, kejadian, atau keadaan.
Jadi, kata itu bukan orang, barang, kejadian,
atau keadaan sendiri. Makna kata tidak ada pada pikiran orang. Tidak ada
hubungan langsung antara kata dan hal. Yang berhubungan langsung hanyalah kata
dan pikiran.
c.
Fungsi
Komunikasi Verbal
Secara garis
besar fungsi komunikasi verbal ada dua funsgi terhadap masyarakat dan fungsi
terhadap individu. Menurut Lasswell dan Wright ada empat fungsi sosial, yaitu:
1.
Pengawasan
lingkungan.
2.
Korelasi
antar bagian dalam masyarakat terhadap lingkungannya.
3.
Sosialisasi.
4.
Hiburan.
Kemudian menurut
Lazarsfeld dan Merton fungsi sosial komunikasi verbal adalah:
1.
Memberikan
status.
2.
Memperkokoh
norma-norma sosial.
Meskipun
komunikasi melalui media massa itu fungsional, tetapi dapat berubah menjadi
disfungsional. Sedangkan, fungsi terhadap individu ada tujuh:
1.
Pengawasan
atas pencarian informasi.
2.
Mengembangkan
konsep diri.
3.
Fasilitas
dalam hubungan sosial.
4.
Subsitusi
dalam hubungan sosial.
5.
Membantu
melegakan emosi.
6.
Pelarian
dari ketegangan dan keterasingan.
7.
Sebagai
bagian dari kehidupan rutin atau ritualisasi.
Menurut Samovar
(Ilya Sunarwadi, Komunikasi Antar Budaya), bahwa dalam suatu peristiwa
komunikasi, perilaku nonverbal digunakan secara bersama-sama dengan bahasa
verbal.[3]
B. Komunikasi
Nonverbal
1.
Pengertian
Komunikasi Nonverbal
Komunikasi
nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan
kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak, isyarat, bahasa
tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata.
penggunaan objek seperti pakaian, potongan
rambut, dan sebagainnya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi,
penekanaan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli
dibidang komunikasi nonverbal biasanya menggunkan defenisi “tidak menggunakan
kata” dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi nonverbal dengan komunikasi
nonlisan. Contohnya bahasa isyaratdan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi
nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara
tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda
dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun
nonverbal.[4]
2.
Karakteristik
Komunikasi Nonverbal
Salah satu cara
mendefenisikan komunikasi nonverbal adalah berdasarkan katagori sebagai berikut
teori pemilihan umum dalam karakteriristik komunikasi kelompok apapun fungsi
yang disandangnya, baik primer maupun sekunder nonverbal, isyarat badaniah
(gerstural), bergambar (pictorial) karakteristik perasaan-perasaan (emosi kita)
melalui pesan-pesan nonverbal.
Komunikasi
nonverbal merupakan salah satu bentuk media komunikasi yang berupa mengemas
pesan nonverbal dengan cara yang tepat sesuai dengan karakteristik. Beberapa
karakteristik dari komunikasi nonverbal,
yaitu:
1)
Kita
selalu berkomunikasi.
2)
Arti
tergantung kepada konteks.
3)
Komunikasi
nonverbal lebih dapat dipercaya.
4)
Cara
untama menyatakan perasaan dan sikap
3.
Bentuk-bentuk
Komunikasi Nonverbal
1)
Komunikasi
Visual
Komunikasi
visual merupakan salah satu bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan
pesan berupa gambar-gambar, grafik-grafik, lambang-lambang, atau simbol-simbol.
Dengan
menggunakan gambar-gambar yang relevan, dan penggunaan warna yang tepat, serta
bentuk yang unik akan membantu mendapat perhatian pendengar. Dibandingkan
dengan hanya mengucapkan kata-kata saja, penggunaan komunikasi visual ini akan
lebih cepat dalam pemerosesan informasi kepada pendengar.[5]
2)
Komunikasi
Sentuhan
Ilmu yang
mempelajari tantang sentuhan dalam komunikasi nonverbal sering disebut Haptik.
Sebagai contoh: bersalaman, pukulan, mengelus-ngelus, sentuhan di punggung dan
lain sebagainnya merupakan salah satu bentuk komunikasi yang menyampaikan suatu
maksud atau tujuan tertentu dari orang menyentuhnya.
3)
Komunikasi
Gerakan Tubuh
Kinesik atau
gerakan tubuh merupakan bentuk komunikasi nonverbal seperti, melakukan kontak
mata, ekspresi wajah,, isyarat dan sikap tubuh. Gerak tubuh digunakan untuk
menggantikan suatu kata yang diucapkan.
Dengan gerakan tubuh, seseorang dapat
mengetahui informasi yang disampaikan tanpa harus mengucapkan suatu kata.
Seperti menggunakan kepala berarti setuju. Contoh: isyarat tangan dan kepala.
4)
Komunikasi
Lingkungan
Lingkungan dapat
memiliki pesan tertentu bagi orang yang melihat atau merasakannya. Contoh:
jarak, ruang, temperatur dan warna. Ketika seseorang menyebutkan bahwa
“jaraknya sangat dekat”, “ruangan ini bersih”, “lingkungannya dingin” dan
lain-lain, berarti seseorang tersebut menyatakan demikian karena atas dasar
pengelihatan dan perasaan kepada lingungan tersebut.
5)
Komunikasi
Penciuman
Komunikasi
penciuman merupakan salah satu bentuk komunikasi dimana penyampaian suatu pesan
atau infomasi melalui aroma yang dapat dihirup oleh indra penciuman.
Misalnya aroma
masakan, seseorang tidak akan memahami bahwa masakan tersebut termasuk masakan
apa bila ia hanya menciumnya sekali.
6)
Komunikasi
Pemanpilan
Seseorang yang
memakai pakain rapi atau dapat dikatakan penampilan yang menarik, sehingga
mencerminkan kepribadiannya. Hai ini merupakan bentuk komunikasi yang
menyampaikan pesan kepada orang yang melihatnya. Tetapi orang akan menerima
pesan berupa tanggapan yang negative apabila penampilannya buruk (pakaian tidak
rapi, kotor dan lain-lain).
7)
Komunikasi
Citarasa
Komunikasi
citarasa merupakan salah satu bentuk komunikasi, dimana penyampain sesuatu
pesan atau informasi melalui citarasa dari suatu makanan dan minuman. Seseorang
tidak akan mengatakan bahwa suatu makanan atau minuman memiki rasa enak, manis,
lezat dan lain-lain, apabila makanan tersebut telah memakan atau meminumnya.
Sehingga dapat dikatakan bahwa citarasa dari makanan atau minuman tadi
menyampaikan suatu maksud atau makna.
4.
Fungsi
Komunikasi Nonverbal
Komunikasi
nonverbal dapat menjalankan fungsi penting, periset nonverbal mengindentifikasi
enam fungsi utama (Ekman, 1965, Knapp,1978).
1)
Untuk
menekankan
Kita menggunakan
komunikasi nonverbal untuk menonjolkan atau menekankan bagian dari pesan
verbal. Misalnya saja, mungkin tersenyum untuk menekankan kata atau ungkapan
tertentu, atau memukulkan tangan ke dinding untuk menekankan suatu hal
tertentu.
2)
Untuk
melengkapi atau Complement
Untuk memperkuat
warna atau sikap umum yang dikomunikasikan oleh pesan verbal. Jadi, anda mungkin menagis ketika menceritakan
kisah sedih atau menggeleng-gelengkan kepala ketika menceritakan ketidak
jujuran seseorang.
3)
Untuk
menunjukan kontradiksi
Kita secara
sengaja mempertentangkan pesan verbal kita dengan gerakan nonverbal. Contohnya
anda dapat menyilangkan jari anda atau mengedipkan mata untuk menunjukkann
bahwa apa yang anda katakan tidak benar
4)
Untuk
mengatur
Gerak-gerik
nonverbal dapat mengendalikan atau mengisyaratkan keinginan anda untuk mengatur
arus pesan verbal. Mengerutkan bibir, mencondongkan badan kedepan atau membuat
gerak tangan untuk menunjukkan bahwa anda ingin mengatakan sesuatu. merupakan
contoh-contoh dari fungsi mangatur ini. Anda mungkin juga mengangkat tangan
atau menyuarakan jeda contoh menggunakn kata “emm” untuk memperlihatkan bahwa
anda belum selesai bicara.
5)
Untuk
mengulagi
Kita dapat
mengulangi atau merumuskan ulang makna dari pesan verbal. Misalnya, anda dapat
menyertai pertanyaan verbal “apa salah?” dengan mengangkat alis mata anda atau
anda dapat menggerakkan kepala atau tangan untuk mengulangi pesan verbal “ayo
kita pulang”.
6)
Untuk
menggantikan
Komunikasi
nonverbal juga dapat menggartikan pesan verbal. Misalnya, “sip” dengan tangan
anda tanpa berkata apa-apa. Anda dapat menganggukan kepala untuk mengatakan
“iya” atau menggelengkan kepala untuk mengatakan “tidak”.[6]
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Komunikasi
Verbal adalah penggunaan kata-kata atau tulisan. Bahasa yang digunakan
seseorang biasanya mengisyaratkan arti khusus yang kadang hanya dimengerti oleh
komunitas tempat individu berbeda. Sehingga dengan bahasa yang diucapkan atau
dituliskan.
Unsur komunikasi
verbal yaitu bahasa dan kata. Bahasa adalah suatu sistem lambang yang
memungkikan orang berbagi makna. Lambang komunikasi yang digunakan adalah
lisan, tertulis pada kertas ataupun elektronik. Kata adalah lambang yang
melambangkan entah orang, barang, kejadian atau keadaan.Fungsi komunikasi
verbal yaitu pencarian informasi, sosialisasi, membantu melegakan emosi, dan
hiburan.
Komunikasi
Nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan
kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak, isyarat, bahasa
tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. Karakteristik komunikasi nonverbal
yaitu kita selalu berkomunikasi, arti bengatung kepada konteks, komunikasi
nonverbal lebih dapat dipercaya, cara utama untuk menyatakan perasaan dan
sikap.
Bentuk-bentuk
komunikasi ada tujuh, yaitu komunikasi visual, sentuhan, gerak tubuh,
lingkungan, penciuman, penampilan dan citarasa. Fungsi komunikasi yaitu untuk
menekankan, melengkapi, menujukkan kontradiksi, mengatur, mengulangi dan
menggantikan.
B.
Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca terutama kepada
mahasiswa yang ingin mempelajari atau mengetahui tentang Komunikasi Verbal dan
Komunikasi Nonverbal. Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca menyadari
pentingnya Kebudayaan dan Kepribadian dalam kehidupan kita.
DAFTAR PUSTAKA
Hafied Cangara. 2010, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta:
Rajawali.
Hardiman F Budi. 2009, Menuju Masyarakat Komunikatif, Yogyakarta:
Kanisius.
Abdillah
Hanan. 2013, Memahami Komunikasi Antar
Manusia, Surabaya: Usaha Nasional.
Mulyana
Deddy. 2011, Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar, Bandung: Remaja Rosdakarya.
[1]
Hafied Cangara, Pengantar Ilmu komunikasi.
(Jakarta: Rajawali pers,2010) Hlm.100-101
[2]
Hardiman, F. Budi. Menuju Masyarakat
Komunikatif. (Yogyakarta: Kanisius,2009) Hlm. 54
[3]
Hardjana , Agus M. Komunikasi
Intrapersonal dan interpersonal. (Yogyakarta: Kanisius,2003) Hlm.87
[4]
Abdillah hanan, Memahami Komunikasi Antar
Manusia, (Surabaya: Usaha Nasional,2013) Hlm.217
[5]
Mulyana, Deddy,Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar, (Bandung: Raja Rosdakarya,2011) Hlm.67
[6]
hafied cangara, pengantar ilmu
komunikasi, (Jakarta: raja grafindo,2010) Hlm.103

Tidak ada komentar:
Posting Komentar