Selasa, 31 Mei 2022

Pendidikan Seumur Hidup

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pendidikan seumur hidup tidak diartikan sebagai pendidikan orang dewasa, tetapi pendidikan seumur hidup mencakup dan memadukan semua tahap pendidikan, (pendidikan dasar, menengah, dan sebagainya). Pendidikan seumur hidup mencakup pola-pola pendidikan formal maupun non formal, baik kegiatan belajar terencana maupun kegiatan-kegiatan incidental.

Masyarakat juga memainkan suatu peranan yang penting dalam sistem pendidikan seumur hidup. Mulai sejak anak mulai berinteraksi dengan masyarakat dan terus berlanjut fungsi edukatifnya dalam keseluruhan hidup, baik dalam bidang profesional maupun umum. Lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, universitas, dan pusat-pusat latihan tertentu mempunyai peranan penting, tetapi itu semua hanya sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan seumur hidup.

Pendidikan seumur hidup ditandai oleh adanya kelentutran dan peragaman dalam isi bahan belajar, alat-alat dan tehnik-tehnik belajar, serta waktu belajar. Pendidikan sekolah merupakan sekelompok paket belajar ataupun program belajar yang menyediakan jalur belajar dan pengamanan belajar, yang memungkinkan siswa dapat menggunakan hasil belajarnya untuk belajar sendiri (self-learning) dan membina dirinya sendiri (self direction).

Tujuan pendidikan sekolah tidak hanya menguasai bahan pelajaran, tetapi dapat menggunakan apa yang telah dipelajari itu untuk mampu belajar sendiri dan membina diri kapanpun dan dimanapun juga, dalam rangka mencapai tugas pendidikan seumur hidup mencapai kualitas hidup pribadi, sosial, dan professional seoptimal mungkin.

Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh manusia untuk mengembangkan potensi dalam dirinya agar menjadi seseorang yang berkarakter. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah sistem konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.

 

B.  Rumusan Masalah

1.      Apakah arti dari pendidikan seumur hidup?

2.      Apa teori tentang pendidikan seumur hidup?

3.      Bagaimana pandangan islam tentang pendidikan seumur hidup?

 

C.  Tujuan Masalah

1.      Untuk mengetahui arti dari pendidikan seumur hidup

2.      Untuk mengetahui teori tentang pendidikan seumur hidup

3.      Untuk mengetahui pandangan islam tentang pendidikan seumur hidup


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Arti Pendidikan Seumur Hidup

Dasar filosofis pendidikan seumur hidup secara sengaja  mempertanyakan konsepsi tradisional sekolah yang telah dideskripsikan. Seperti yang telah ditekankan oleh Dave (1973) pertumbuhan kejiwaan, perkembangan kepribadian, pertumbuhan sosial, ekonomi dan kebudayaan, seluruhnya berlangsung terus menerus seumur hidup. Pendidikan seumur hidup bertumpu pada kepercayaan bahwa belajar juga terjadi seumur hidup, walaupun dengan cara yang berbeda dan melalui proses yang tidak sama.

Menurut Stephens (1967) belajar dan mengajar adalah peristiwa wajar yang terjadi pada makhluk manusia secara terus menerus berlangsung dengan cara yang spontan, bahkan tanpa didasari melakukannya. Justru itu, disarankan bahkan belajar harus didukung dan dibantu dari buaian sampai dewasa. Dan pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individu harus memiliki kesempatan yang sistematik, terorganisisr untuk “instruction”, studi dan “learning” di setiap kesempatan sepanjang hidup mereka.[1]

Pendidikan seumur hidup adalah suatu tujuan atau ide yang memuat prinsip-prinsip mengorganisir persekolahan untuk membantu proses belajar seumur hidup dan untuk mempengaruhinya sesuai dengan tujuan dan ide khusus. Salah satu tujuan pendidikan seumur hidup memodipikasi persekolahan untuk membentuk dan mempengaruhi jenis belajar yang terjadi seumur hidup.[2]

Sebenarnya ide pendidikan seumur hidup telah lama dalam sejarah pendidikan, tetapi baru popular sejak terbitnya buku Paul Langrend An Introduction to Life Long Education (sesudah Perang Dunia II). Kemudian diambil alih oleh International Commision on the Development of Education (UNESCO).

Istilah pendidikan seumur hidup (Lefi Long Integrated Education) tidak dapat diganti dengan istilah-istilah lain sebab isi dan luasnya (scope- nya) tidak persis sama, seperti istilah out of School education, continuing education, adult education, further education, recurrent education.[3]

 

B.  Teori Tentang Pendidikan Seumur Hidup

1.      Dasar Hukum

Asas pendidikan seumur hidup itu merumuskansuatu asas bahwa proses pendidikan merupakan suatu proses kontinu, yang bermula sejak seseorang dilahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan ini mencakup bentuk-bentuk belajar secara formal maupun informal baik yang berlangsung dalam keluarga, disekolah, dalam pekerjaan dan dalam kehidupan masyarakat.

Untuk Indonesia sendiri, konsepsi pendidikan seumur hidup baru mulai dimasyarakatkan melalui kebijaksanaan Negara (TAP MPR No. IV/MPR/1973 jo. TAP No. IV/MPR/1978 tentang GBHN) yang menetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional berikut ini :

a.    Pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonessia seutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (arah pembangunan jangka panjang).

b.    Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam keluarga (rumah tangga), sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah (Bab IV GBHN bagian pendidikan).[4]

Beranjak dari ketetapan mendasar tersebut, maka dalam kebijakannya pemerintah menetapkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

a.    Pembangunan bangsa dan watak bangsa dimulai dengan membangun subjek manusia Indonesia seutuhnya, sebagai perwujudan manusia Pancasial. Tipe kepribadian ideal ini menjadi cita-cita pembangunan bangsa dan watak bangsa yang menjadi tanggung jawab seluruh lembaga Negara untuk mewujudkannya.

b.    Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya secara khusus merupakan tanggung jawab lembaga dan usaha pendidikan nasional untuk mewujudkan melalui lembaga-lembaga pendidikan. Karena itu konsepsi manusia Indonesia seutuhnya ini merupakan konsepsi dasar tujuan pendidikan nasional Indonesia.[5]

2.      Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif

a.       Tinjauan Ideologis

Pendidikan seumur hidup atau long life education akan memungkinkan seseorang mengembangkan potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya semua manusia dilahirkan kedunia mempunyai hak yang sama, khususnya hak untuk mendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilannya (skill).

b.      Tinjauan Ekonomis

Pendidikan merupakan cara paling efektif untuk keliuar dari suatu lingkaran yang menyeret kepada kebodohan dan kemelaratan. Pendidikan seumur hidup dalam konteks ini memungkinkan seseorang untuk :

1)   Meningkatkan produktivitasnya

2)   Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber yang dimilikinya

3)   Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan menyenangkan

4)   Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat sehingga peranan pendidikan keluarga menjadi sangat penting dan besar artinya

c.       Tinjauan Sosiologis

Pada umumnya di negara-negara sedang berkembang ditemukan masih banyak orang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, anak-anak mereka yang kurang mendapatkan pendidikan formal, putus sekolah dan tidak bersekolah sama sekali. Dengan demikian, pendidikan seumur hidup kepada orang tua akan merupakan solusi dari masalah tersebut.

d.      Tinjauan Filosofis

Negara-negara demokrasi menginginkan seluruh rakyatnya menyadari pentingnya hak memilih danmemahami fungsi pemerintah, DPR,DPD dan sebagainya. Oleh karena itu, pendidikan kewarganegaraan perlu diberikan kepada setiap orang. Hal ini menjadi tugas pendidikan seumur hidup.

e.       Tinjauan Teknologis

Di era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang dihasilkannya. Semua orang, tidak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin, dan sebagainya dituntut selalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya, seperti apa yang terjadi di negara-negara maju.

Bila hal ini tidak dilakukan, maka kita akan senantiasa tertinggal sebab bagaimanapun orang tidak bisa menutup diri terhadap segala kemajuan yang mealandanya.[6]

f.       Tinjauan psikologis dan Paedagogis

Bagaimanapun diakui bahwa perkembangan iptek yang sangat pesat punya dampak dan pengaruh besar terhadap berbagai konsep, teknik dan metode pendidikan. Disamping itu perkembangan tersebut juga semakin luas, dalam, dan kompleks, yang menyebabkanilmu pengetahuan tidak mungkin lagi diajarkan seluruhnya kepada anak didik di sekolah.

Oleh karena itu, tugas pendidikan jalur sekolah yang utama sekarang ialah mengajarkan bagaimana cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus sepanjang hidupnya, memberikan skill kepada anak didik secara efektif agar dia mampu beradaptasi dalam masyarakat yang cenderung berubah secara cepat. Berkenan dengan itulah, perlu diciptakan satu kondisi yang merupakan aplikasi asas pendidikan seumur hidup (long life education).

Demikian keadaan pendidikan seumur hidup yang dilihat dari berbagai aspek dan pandangan. Sebab pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individu harus memiliki kesempatan yang sistematik, terorganisasi untuk belajar di setiap kesempatan di sepanjang hidup mereka. Semua itu dengan tujuan untuk menyembuhkan kemunduran pendidikan sebelumnya, untuk memperoleh skill yang baru, untuk meningkatkan keahlian mereka dalam upaya pengertian tentang dunia yang mereka tempati, untuk pengembangan kepribadiandan tujuan-tujuan lainnya.

Dalam kerangka ini, pendidikan pada dasarnya di pandang sebagai pelayanan untuk membantu mengembangkan personal sepanjang hidup, dalam istilah yang lebih luas yaitu development. Konseptualisasi pendidikan seumur hidup merupakan alat untuk mengembangkan individu-individu yang akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.

 

C.  Pandangan Islam Tentang Pendidikan Seumur Hidup

Dalam agama islam belajar merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Setiap manusia membawa berbagai potensi dasar semenjak dalam kandungan. Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus menerus (kontinu) dari bayi sampai meninggal dunia. Konsep ini sesuai dengan konsep Islam seperti yang tercantum dalam hadis Nabi Muhammad Saw. yang menganjurkan belajar mulai dari buaian sampai liang lahat (kubur). Dari hadis tersebut jelas bahwa menuntut ilmu adalah sebuah keharusan yang harus dituntut setiap individu sepanjang hayatnya dari sejak ia dalam buaian hingga ia meninggal, baik laki-laki, perempuan, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Islam mengajarkan menuntut ilmu itu berlangsung seumur hidup dan tidak ada batasan waktu dalam mencarinya. “Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim”. (H.R Thabrani).[7]

Dan bahkan wahyu yang pertama kali turun kepada Rasulullah merupakan uswah pertama dalam menuntut ilmu, wahyu pertama beliau terima adalah perintah untuk menjadi orang yang berilmu melalui membaca (iqra’),[8] hal ini menunjukkan bahwa islam mengajak dan memerintahkan kita untuk menjadi orang yang berilmu, yang salah satu jalannya adalah dengan terus belajar, sabda Rasulullah : “Barang siapa melalui suatu jalan untuk mencari suatu pengetahuan (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. Dan beliau Saw. juga bersabda : “Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar”.

Pendidikan sepanjang hayat dalam islam yang lebih utama ialah menuntut ilmu. Dengan ilmu manusia dapat lebih bijaksana dalam menjalani hidupnya dan dengan ilmu pula manusia ditinggikan derajanya oleh Allah Swt. sebagaimana firman-Nya berikut ini :

 

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä #sŒÎ) Ÿ@ŠÏ% öNä3s9 (#qßs¡¡xÿs? Îû ħÎ=»yfyJø9$# (#qßs|¡øù$$sù Ëx|¡øÿtƒ ª!$# öNä3s9 ( #sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% (#râà±S$# (#râà±S$$sù Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ  

 

“Dan apabila dikatakan :”Berdirilah kamu”, maka berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al-Mujadallah : 11).

 

Rasulullah Saw bersabda :

“Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu”. (H.R Ath-Thabrani)

“Barang siapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jaln kesurga”. (H.R Muslim)

Menuntut ilmu merupakan ibadah yang mulia bagi seorang muslim karena termasuk jihad di jalan Allah Swt. Seorang muslim yang berjihad di jalan Allah Swt. maka Allah akan mencintainya dan ganjaran surge baginya. [9]


 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

1.    Pendidikan seumur hidup adalah suatu tujuan atau ide yang memuat prinsip-prinsip mengorganisir persekolahan untuk membantu proses belajar seumur hidup dan untuk mempengaruhinya sesuai dengan tujuan dan ide khusus.

2.    Teori Tentang Pendidikan Seumur Hidup

a.    Dasar Hukum

b.    Pendidikan Seumur Hidup dalam Berbagai Perspektif

3.    Setiap manusia membawa berbagai potensi dasar semenjak dalam kandungan. Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus menerus (kontinu) dari bayi sampai meninggal dunia. Konsep ini sesuai dengan konsep Islam seperti yang tercantum dalam hadis Nabi Muhammad Saw. yang menganjurkan belajar mulai dari buaian sampai liang lahat (kubur).

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

A.J Cropley, Pendidikan Seumur Hidup : Suatu Analisis Psikologi, Surabaya : Usaha Nasional, 2003

Burhanuddin Salam, Pengantar Pedagogik (Dasar-Dasar Ilmu Mendidik), Jakarta : Rineka Cipta, 2011

Fuad Ikhsan, Dasar-Dasar Kependidikan, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003

Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Edisi Revisi), Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2011

Wawan Wahyudin, Pendidikan Sepanjang hayat Menurut Prespektif Islam, Jurnal : 2016



[1] A.J Cropley, Pendidikan Seumur Hidup : Suatu Analisis Psikologi, (Surabaya : Usaha Nasional, 2003), hlm. 31

[2] Ibid, hlm. 54

[3] Fuad Ikhsan, Dasar-Dasar Kependidikan, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2003), hlm. 41

[4] Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Edisi Revisi), (Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2011),  hlm. 64-65

[5] Burhanuddin Salam, Pengantar Pedagogik (Dasar-Dasar Ilmu Mendidik), (Jakarta : Rineka Cipta, 2011), hlm. 205-206.

[6] Habullah, Op.Cit, hlm. 67-69

[7] Fuad, Op.Cit, hlm. 40

[8] Lihat Q.S Al-Alaq [96] : 1-5

[9] Wawan Wahyudin, Pendidikan Sepanjang hayat Menurut Prespektif Islam, (Jurnal : 2016), hlm 203-204.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 Silahkah di download file higgsdomino  Link download 64 bit https://www.mediafire.com/file/ncws8zo286b86mg/Higgs+Games+Island_64bit_2.49.zi...