BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan salah
satu aspek kehidupan manusia mendapat perhatian penting dalam islam,mengingat
perannya yang sangat dominan dalam pengembangan sumber daya insani menuju
terbentuknya manusia sempurna(al-insan al-kamil.
Manusia memang dikaruniai
kemampuan dasar yang bersifat jasmani dan rohani,agar dengannya manusia mampu
mengurangi hidup dengan sejahtera dan sesuai dengan rambu-rambu yang telah
digariskan hidup dengan sejahtera dan sesuai dengan kemampuan dasar tersebut
tidak akan banyak artinya apabila banyak dikembangkan dan diarahkan melalui
proses pendidikan.
Dalam undang-undang
pendidikan no 20 tahun 2003,memakai istilah peserta didik bukan siswa,kemudian
pelajar,dan mahasiswa mungkin dengan perkataan itu telah bisa mencakup
seluruhnya sifatnya lebih umum juga erat kaitannya dengan pendidikan tidak
hanya pada pendidikan formal maupun nonformal.
Adapun dalam pandangan
modren pendidikan islam tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasarana
pendidikan,dengan cara melibatkan mereka dalam memecahkan masalah dalam proses
pendidikan
Oleh karena itu,pendidikan islam yang
meliputi pendidikan akhlak,ibadah.Terlebih dahulu kita harus mencermati
mengenai kata kata yang erkait pendidikan akhlak dan pendidikan ibadah
tersebut. (Sirait,
2019, p. 208)
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian materi pendidikan aqidah,ibadah,dan akhlak?
2. Apa sumber
alquran dan hadis tentang pendidikan
akidah,ibadah,dan akhlak?
3. Siapa saja
tokoh pemikiran tentang pendidikan
akidah,ibadah,dan akhlak?
C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
1. Untuk mengetahui pengertian materi pendidikan
aqidah,
ibadah,dan akhlak
2.Untuk megetahui sumber alquran dan hadis
tentang pendidikan akidah,ibadah,dan akhlak
3..Untuk mengetahui siapa saja tokoh didalam
pendidikan
akidah, ibadah, dan akhlak
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pendidikan Akidah,ibadah,dan akhlak.
Pendidikan secara etimologi kata yang senantiasa
dirujuk para ahli adalah tarbiyah untuk kemudian dijelaskan bahwa berasal
dari”robba-yarbu” yang berarti yang bertambah dan bertumbuh
“rabiyah-yarba”yaitu menjadi besar dan memelihara.Dari akar tersebut pendidikan
dipahami sebagai segala sesuatu yang mengalami proses perubahan kearah yang
lebih baik.Pendidikan juga dapat dikaitkan sebagai konsep atau objek yang
diamati atau objek itu sendiri yang mengalami proses perbaikan dalam arti
kearah yang lebih baik.Kata tarbiyah berasal dari kata “ra-ba-ba” yang
disebutkan hingga 1241 kali.Hal ini dengan merujuk salah satu nama Allah
“rabbun” yang merupakan terjemahan dari tuhan yang selalu berperan dalam segala
hajat manusia. (Sirait,
2019, p. 208)
Akidah,istilah ini dalam uraian Al-Attas berarti
penyerahan diri sejatinya hanya kepada Allah semata yang juga bermakna
aslama.Hamka lebih menerjemahkannya lebih sederhana yaitu tauhid (keyakinan)
yang dipelihara baik baik,dan dijadikan tujuan hidup.
Ibadah (Khidmah) totalitas kepada Allah Swt
(mengabdikan diri kepada Allah Swt).Jika Allah Swt dengan kuasanya berkenan
pada hambanya maka sebagi makhluk yang mengikuti fitrah penghambaan pada Allah
swt, dia akan benar benar mengerjakan ibadahnya serta shalatnya, hidupnya, matinya,
serta jiwa yang memenuhi jasadnya semua bermuara pada satu keyakinan tidak ada
yang lain hanya Allah swt
Akhlak
secara bahasa bentuknya plural dari Al-Khlqu yang menerangkan tentang sifat
yang melekat pada diri seseorang dengan penilaian terhadap jiwa sesorang itu
muncul apakah ia dinilai baik,atau buruk,atau menjelaskan berbagai perangai dan
kelakuannya. (Sirait,
2019, p. 209)
B. Sumber Al-quran
tentang pendidikan akidah, ibadan
dan akhlak
Dalam
pandangan islam,segala sesuatu yang dilakukan tentulah memiliki dasar hukum
baik itu yang berasal dari dasar nakliyah maupun dasar akliyah yang terdapat
dalam Quran surah An-nahl ayat 78
وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ
وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya;Dan Allah
mengeluarkan kamu dari perut ibumu dan dia memberikan kamu penglihatan
,pendengaran agar kamu bersyukur
Adapun pokok-pokok yang harus diberikan kepada anak
adalah seluruh ajaran islam yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi
3 bagian:
1. Pendidikan islam yaitu
pendidikan akhlak yang diberikan karena menempatkan pendidikan pada posisi yang
paling mendasar terlebih bagi kehidupan anak,sehingga dasar-dasar akidah harus
terus menerus ditanamkan dalam diri setiap anak.
2. Pendidikan ibadah hal ini
juga sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam mencapai ilmu
yang berdasarkan Al-quran dan hadis.
3. Pendidikan akhlak harus
diberikan keteladan yang tepat,juga harus ditunjukkan bagaimana menghormati dan
bertata krama bagi guru,kakak dan adik serta bersopan santun dalam bergaul
antar sesama manusia
Pendidikan
akhlak juga diberikan materi penting pada anak dalam sabdah rasululloh saw yang
artinya : tidaklah ada yang lebih baik dari pemberian seseorang ayah kepada
anaknya daripada akhlak yang baik (H.R Tarmidzi). (Halimatuzzuhratulaini,
2020, pp. 82–84)
C. Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam Klasik dan Modren
tentang pendidikan Akhlak,ibadah,dan
akidah.
1. Pemikiran tokoh Abu Hanafi
Dalam
pemikiran tokoh Abu Hanafi mengenai tujuan pendidikan yang termasuk salah satu
aspek penting yang membicarakan falsafah pendidikan bahkan,tidaklah berlebihan
dikatakan bahwa perbedaan suatu falsafah pendidikan itu bertujuan untuk
pendidikan yang digariskan dalam kaidah metode pendekatan pendidikan yang akan
digunakan dalam proses pembelajaran.Pandangann Abu Hanafi bertujuan menjelaskan
pernyataan yang mengenai ilmu dan amal dalam suatu perbuatan. Sesungguhnya ilmu
yang disertai dengan perbuatann yang sedikit iyalah lebih bermanfaat daripada
kebododhan yang disertai dengan perbuatan yang banyak yang terdapat dalam Quran
Surah Az-Zumar yang artinya;Katakanlah apakah sama orang orang yang mengetahui
dengan orang orang yang tidak mengetahui?Sesungguhnya hanya orang barakallah
yang menerima pelajaran.Berdasarkan pendapat tersebut maka pendidikan islam
pada Abu Hanafi mencakup dua pokok yaitu tujuan pendidikan islam yang memperoleh
ilmu pengetahuan dan pemahaman yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas amal
ibadah seseorang.(Arifin,
2018, pp. 22–23)
2. Pemikiran tokoh Imam Syafi’i
Pemikiran
Imam Syafii sebagian besar tertuang dalam karyanya diwan asy-syafii.Karya yang
berisi kumpulan syair ini secara rinci mengulas beberapa hal penting dalam
pendidikan.Diantaranya iyalah seputar keutamaan ilmu klasifikasi ilmu,adab
dalam mencari ilmu/belajar,panduan memperoleh ilmu ketika berdebat,dan perihal
menjadi ahli fiqih atau tasawuf.
Imam
Syafii juga berkata belajarlah seseorang tidak dilahirkan sebagai seorang alim
pemilik ilmu tidak seperti orang yang bodoh.Pemimpin satu kaum yang tidak
memiliki ilmu terlihat kecil jika dikelilingi oleh pasukannya.Orang yang kecil
ditengah satu kaum yang dimilikinya untuk mengkaji dan mendalami ilu
pengetahuan.(Arifin,
2018, pp. 36–37)
3. Pemikiran Ibnu Sahnun
Ibnu
sahnun mengungkapkan secara lugas tujuan pendidikan dalam islam membicarakan
metode pendidikan dan mpengajaran yang digunakan selama menjadi seorang
guru.Terungkap bahwa pembentukan etika secara umum merupakan tujuan yang ingin
dicapai oleh ibnu Sahnun.Dengan kata lain,tujuan pendidikan yang utama bagi
Ibnu Sahnun iyalah membina moral,etika,atau akhlak sehingga menjadi manusia
yang mulia.Tujuan pendidikan Ibnu Sahnun dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Meningkatkan rasa keberagaman yang
akhirnya membawa pada pandangan egaliatarisme.
b. Menyebarkan ilmu agama (islam)kepada umat
manusia.
c. Menghasilkan ilmu dan mendapatkan
makhrifat.
d. Mendapatkan kedudukan atau posisi ditengah
masyarakat
e. Memperoleh rezeki atau penghidupan.
f. Menyerap akhlak atau budi pekerti yang
luhur.
Berdasarkan
tujuan pendidikan yang dirumuskan oleh Ibnu Sahnun tersebut,tampak jelas bahwa
ia mengutamakan adanya keseimbangan.Pendidikan tidaklah hanya diarahkan untuk
memenuhi kebutuhan akhirat,tetapi juga memenuhi kepentingan duniawi.Ini berarti
seorang muslim mesti sadar bahwa aktifitas pendidikan yang dilakukan muslim
iyalah mementingkan kepentingan duniawi dan ukhrawi.(Arifin,
2018, pp. 49–50)
D.
Tujuan
Materi,Metode,Media,Sumber belajar,dan evaluasi pendidikan akidah,ibadah dan
akhlak
1. Tujuan
Pada prinsipnya yang menjadi tujuan akhir pendidikan
agama islam yang sesuai dengan identik dengan tujuan hidup manusia muslim
adalah mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.Tujuan pendidikan agama islam
yaitu membina manusia beragama berarti manusia yang mampu melaksanakan
ajaran-ajaran agama islam dengan baik dan sempurna,sehingga tercermin mana
sikap dan tindakan dalam seluruh kehidupannya,dalam rangka mencapai kebahagiaan
dan kejayaan dunia dann akhirat,yang dapat dibina melalui pengajaran agama yang
intensi dan efektif.Dalam hadist riwayat Al-Baihaqi yang artinya:Sesungguhnya
aku diutus hanya untuk menyempurnakan kesolihan akidah dan akhlak.
2. Materi
Materi pendidikan agama islam yaitu memiliki 4 pokok
yaitu:Quran hadis,akidah akhlak,fiqih dan sejarah kebudayaan islam.Menurut
Arifin ada 3 aspek nilai yang terkandung dalam pendidikan islam yang hendak
direalisasikan melalui metode yaitu pertama membentuk peserta didik menjadi
hamba Allah yang mengabdi kepadanya semata ,kedua yaitu berpacuan pada Al quran
dan hadis.
3. Metode
Metode pembelajaran ini harus diterapkan dalam
mempermudah pencapaian tujuan sebagaimana hadis nabi yang artinya bagi segala
sesuatu itu ada caranya dan metode masuk surga,adalah ilmu H.R Dailani.
4. Evalusi
Evaluasi merupakan salah satu komponen penting yang
harus ditempuh untuk memantau hasil yang diperoleh dan dapat dijadikan umpan
balik pendidikan yang dapat memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan
pembelajaran.(Handayani
et al., 2021, pp. 96–100)
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pendidikan secara etimologi kata yang
senantiasa dirujuk para ahli adalah tarbiyah untuk kemudian dijelaskan bahwa
berasal dari”robba-yarbu” yang berarti yang bertambah dan bertumbuh
“rabiyah-yarba”yaitu menjadi besar dan memelihara.Dari akar tersebut pendidikan
dipahami sebagai segala sesuatu yang mengalami proses perubahan kearah yang
lebih baik
Adapun pokok-pokok yang harus diberikan
kepada anak adalah seluruh ajaran islam yang secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi 3 bagian:
1. Pendidikan islam yaitu
pendidikan akhlak yang diberikan karena menempatkan pendidikan pada posisi yang
paling mendasar terlebih bagi kehidupan anak,sehingga dasar-dasar akidah harus
terus menerus ditanamkan dalam diri
setiap anak.
2. Pendidikan ibadah hal ini
juga sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam mencapai ilmu
yang berdasarkan Al-quran dan hadis.
3. Pendidikan akhlak harus
diberikan keteladan yang tepat,juga harus ditunjukkan bagaimana menghormati dan
bertata krama bagi guru,kakak dan adik serta bersopan santun dalam bergaul
antar sesama manusia
DAFTAR PUSTAKA
Arifin,
Y. (2018). Pemikiran-Pemikiran Emas Para Tokoh Pendidikan Islam.
IRCiSoD.
Halimatuzzuhratulaini, B.
(2020). 72-93 Pendidikan Karakter Pada PAUD Dalam Prespektif Al-Qur’an Dan
Hadis. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam Dan Isu-Isu Sosial, 18(2),
72–93. https://doi.org/10.37216/tadib.v18i2.377
Handayani, F., Ruswandi, U.,
& Arifin, B. S. (2021). Pembelajaran PAI di SMA: (Tujuan, Materi, Metode,
dan Evaluasi). Jurnal Al-Qiyam, 2(1), 93–101.
Sirait, I. H. (2019).
Wawasan Pendidikan Islam Mengenai Akidah, Ibadah dan Akhlak. Idrak: Journal
of Islamic Education, 2(1), 207–214.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar